Selasa, 28 April 2020

Cara Mencegah Terjadinya Kekurangan Tidur Yang Mempengaruhi Gairah Seks

Cara Mencegah Terjadinya Kekurangan Tidur Yang Mempengaruhi Gairah Seks

Berdasarkan seorang terapis seks, Gina Ogden, PhD, sebagaimana dimuat dalam Everyday Health, kwalitas dan waktu tidur mempunyai pengaruh yang cukup besar terhadap timbulnya asa seksual. Kian lelap Anda tidur, kian gampang Anda melupakan kejadian-kejadian buruk yang Anda alami di hari itu. Dampak positifnya, Anda bisa lebih relaks dan nyaman untuk berkaitan seks dengan pasangan.

Sebaliknya, kurang tidur bisa memengaruhi gairah seks, sehingga Anda akan malas berkaitan seks dengan pasangan. Kenapa? Berdasarkan penelitian yang dimuat dalam Journal of Behavior Therapy and Experimental Psychiatry, kalau kurang tidur menjadi sebuah tradisi, hal ini bisa memicu rasa khawatir dan depresi yang berujung pada asa seks menurun.

Pasalnya, dikala tubuh ‘stres’ pengaruh kurang tidur, otak akan menekan produksi hormon seksual seperti estrogen dan testosteron. Dalam kondisi itu, tubuh ‘lebih memilih’ untuk memproduksi hormon stres, ialah kortisol. Perubahan hormon ini bisa memicu berkurangnya asa seksual, meningkatkan infertilitas, dan disfungsi ereksi. Bila kurang tidur memengaruhi asa seks Anda, satu-satunya cara yang bisa Anda lakukan ialah mengoreksi kwalitas tidur. Berikut ialah sebagian cara mengoreksi kwalitas tidur supaya kurang tidur tidak lagi memengaruhi gairah seks Anda.

1. Pahami berapa lama waktu yang Anda butuhkan untuk tidur
Kebutuhan tidur tiap-tiap orang berbeda. Tetapi, normalnya, orang dewasa umur 18-64 tahun membutuhkan tujuh hingga sembilan jam tidur sehari. Jangan pernah menyepelekan waktu tidur dan susun strategi supaya Anda bisa tidur cukup dalam sehari. Contohnya, kalau Anda seharusnya bangun pagi, hindari begadang dan tidur lebih awal. Kurang tidur memang memengaruhi gairah seks. Tetapi kalau Anda bisa mengontrol jam tidur dengan bagus, asa seksual Anda mungkin akan kembali.

2. Ajak pasangan berkaitan seks
Bila Anda merasa susah tidur, cobalah untuk mengajak pasangan Anda berkaitan seks. Pasalnya, tidak cuma kwalitas tidur yang mempunyai pengaruh terhadap asa seksual. Aktivitas seks juga bisa memengaruhi kwalitas tidur. Berdasarkan sebuah tulisan yang dimuat dalam National Sleep Foundation, berkaitan seks bisa menolong Anda tidur lebih lelap. Hal ini disebabkan berkaitan intim bisa melepaskan hormon yang disebut hormon prolaktin yang bisa membikin Anda merasa relaks dan memunculkan rasa kantuk.

3. Kurangi pemakaian gadget sebelum tidur
Memakai gadget sebelum tidur acap kali kali menjadi penyebab Anda ‘lupa’ tidur. Artinya, Anda jadi sibuk menelusuri dunia maya, bermain game, atau berjenis-jenis kesibukan yang lazimnya Anda lakukan dengan gadget. Bila Anda menuruti ‘nafsu’ Anda untuk menerapkan gadget sebelum tidur, jam tidur Anda akan berkurang. Hal inilah yang menyebabkan Anda kurang tidur sehingga bisa memengaruhi gairah seks.

Agar kwalitas dan jam tidur Anda membaik, cobalah untuk stop menerapkan gadget setidak tiga jam sebelum tidur. Dengan seperti itu, kwalitas tidur Anda akan membaik, juga asa seksual Anda.

Apakah Efektif Menggunakan Botox Dalam Mengatasi Ejakulasi?

Apakah Efektif Menggunakan Botox Dalam Mengatasi Ejakulasi?

Ejakulasi dini ialah dilema yang cukup dikhawatirkan oleh pria karena takut bisa memengaruhi kinerja relasi intim mereka. Tidak jarang bermacam metode dilakukan untuk mengobati situasi ini. Bahkan, suntik botox juga disebut-sebut bisa mengatasi ejakulasi dini.

Berdasarkan sebuah penelitian dari jurnal Medical Hypotheses, suntik botox mungkin bisa diterapkan untuk mengatasi ejakulasi dini. Melainkan hal yang demikian dikarenakan suntik botox menghambat kontraksi otot sumsum tulang belakang yang berperan penting dalam cara kerja ejakulasi. Selain itu, botox juga merilekskan otot untuk sementara waktu dengan mengganggu sinyal antara saraf dan otot daerah daerah botox disuntikkan. Seumpama, dikala Anda menyuntikkan botox ke dahi atau sekitar mata, hal hal yang demikian bisa mengurangi kerutan di dahi karena kontraksi otot yang lebih rileks. 

Akan tapi, masih dibutuhkan penelitian yang benar-benar membuktikan keampuhan suntik botox untuk ejakulasi dini. Melainkan ini dikarenakan terdapat penelitian dari Journal of Sexual Medicine yang membuktikan keampuhan hal yang demikian pada tikus tes. Selain, tikus tes hal yang demikian mungkin tidak menderita ejakulasi dini, sehingga botox hanya membuatnya menjadi lebih lama. Selain itu, efek hal yang demikian tidak dikenal apakah akan sama jikalau diterapkan pada manusia atau tidak. 

Maka botox untuk mengatasi ejakulasi dini mungkin belum teruji secara klinis. Selain itu, Anda mungkin bisa memilih sebagian metode di bawah ini untuk menyingkirkan dilema hal yang demikian. 

1. Psikoterapi dengan pasangan
Salah satu metode mengatasi ejakulasi dini selain menyuntikkan botox ialah psikoterapi. Psikoterapi diukur menjadi metode yang cukup tepat sasaran karena mempunyai metode yang berbeda untuk mengobati ejakulasi dini. Jenisnya pun bermacam. Salah satunya ialah psikoterapi bersama pasangan. Bagi Anda yang telah berpasangan mungkin variasi yang satu ini bisa Anda manfaatkan. Sesi bersama pasangan biasanya bertujuan untuk menolong Anda berdua merasa bermotivasi untuk mencari metode menghadapi dilema ini dan melihat apa saja yang menjadi penyebabnya. 

Mulai dari dilema dalam relasi, perilaku pasangan atau Anda, sampai teknik khusus untuk mengendalikan ejakulasi dan dilema seksual pun dibahas di sini. Dengan begitu, Anda dan pasangan bisa mendapatkan kepuasan yang sama tanpa mengganggu relasi.

2. Psikoterapi individu
Selain bersama pasangan, mengatasi ejakulasi dini bisa juga dilakukan melalui psikoterapi yang dilakukan sendiri. Melainkan, metode yang satu ini diterapkan oleh para pria yang tidak sedang menjalin relasi. Selain, bagi Anda yang sedang dalam suatu relasi pun bisa menerapkan metode ini untuk menolong melihat apakah ejakulasi dini diberi pengaruh oleh elemen psikis tertentu. 

Psikoterapi individu sifatnya mengeksplorasi dan mengusut apa yang membikin Anda ogah terkait. Selain itu, sama seperti terapi bersama pasangan, psikoterapi individu juga menolong Anda mengendalikan ejakulasi dan meningkatkan gairah. 

3. Psikoterapi dengan obat-obatan
Tidak hanya berbicara dengan terapis Anda, psikoterapi juga menawarkan perawatan bersama dengan obat-obatan. Efek dari obat-obatan tertentu ternyata diukur bisa menunda ejakulasi dan menolong meningkatkan kepercayaan diri. Sesungguhnya ejakulasi bisa dikontrol, seiring dengan berjalannya perawatan, terapis akan menghentikan penerapan obat secara pelan agar tidak terlalu bergantung.

Kemanjuran botox untuk mengatasi ejakulasi dini belum benar-benar ternyata pada manusia. Oleh karena itu, Anda bisa mencari metode lain yang lebih aman dan ternyata tepat sasaran untuk menyingkirkan dilema ini. Atau janganlah ragu untuk berkonsultasi mengenai hal ini ke dokter terdekat.

Menentukan Terapis Seks Yang Pantas dan Cocok Untuk Anda

Menentukan Terapis Seks Yang Pantas dan Cocok Untuk Anda

Beberapa masyarakat Indonesia mungkin merasa konsultasi dengan terapis seks yaitu opsi terakhir. Hal ini dikarenakan prinsip yang ditanamkan semenjak lama bahwa urusan ranjang yaitu keadaan sulit pribadi yang tidak boleh diumbar-umbar. Kesudahannya, dikala benar-benar diperlukan, tidak sedikit dari mereka yang bingung memilih terapis seks. Agar relasi Anda dan pasangan dapat diselamatkan, yuk kenali apa saja yang perlu diperhatikan dikala akan berkonsultasi dengan terapis seks.

Banyak orang yang menganggap bahwa topik ini cukup sensitif dan tidak jarang membikin relasi kian renggang. Oleh karena itu, mencari bantuan profesional, yaitu terapis seks dievaluasi dapat membantu. Melainkan, tentu Anda dan pasangan tidak dapat memilih terapis seks sembarangan. Hal ini dikarenakan tidak segala terapis dapat menangani keadaan sulit intim dalam relasi Anda berdua. Berikut ini sebagian tips yang mungkin dapat membantu Anda dan pasangan dalam mencari terapis seks yang pas. 

1. Bertanya kepada diri sendiri
Sebelum mulai mencari dan memilih terapis seks, ada pantasnya untuk bertanya kepada diri sendiri. Apakah Anda dan pasangan benar-benar membutuhkan terapi ini untuk mengkoreksi relasi intim? Terapi seks yaitu bidang yang cukup luas. Bidang ini mencakup hampir semuanya yang berkaitan dengan kesibukan seksual. Mulai dari keadaan sulit impian sampai keadaan sulit kesehatan lahiriah. 

2. Melihat kwalitas dan kualifikasi terapis
Setelah berhasil meyakinkan diri sendiri, Anda baru dapat mulai memilih terapis seks dengan memperhatikan kwalitas dan kualifikasi yang mereka miliki. Biasanya, seseorang yang dianggap sebagai terapis seks tidak hanya mendapatkan sertifikasi melalui sebuah organisasi. Mereka juga perlu membutuhkan gelar lanjutan, seperti Ph.D. atau gelar yang berkaitan dengan pelatihan psikoterapi. 

3. Membuat opsi terapis seks lebih dari satu
Langsung, apa yang dapat dilakukan selanjutnya sesudah berhasil memilih terapis seks berdasarkan kualifikasi dan kualitasnya? Jangan lantas jatuh pada satu opsi. Anda dapat menemukan beraneka variasi terapis seks melalui organisasi profesional atau acuan dari terapis dan dokter lazim. Pun, tidak sedikit orang yang mendapatkan terapis seksnya melalui sahabat atau sumber dari situs situs. 

4. Mempertanyakan sistem yang diterapkan terapis
Seperti yang sudah disinggung sebelumnya, memilih terapis seks tentu perlu mempertimbangkan sistem yang diterapkan oleh mereka. Pada dikala Anda bertanya bagaimana sistem terapis mendekati kliennya dan menjawab hanya perlu menggunakan satu sistem, mungkin dia bukan orang yang dicari.

Melainkan, dikala mereka melakukan sebagian hal di bawah ini, mungkin sudah saatnya untuk berdaya upaya ulang, apakah terapis ini benar-benar pantas untuk Anda. 

- melakukan pelecehan, baik meraba sampai memaksa berkaitan intim
- mencoba untuk menghilangkan khayalan seksual 
- mengevaluasi klien dengan mengatakan apa yang mereka perbuat yaitu hal buruk
- tidak bertanya perihal kehidupan seks pasangan 
- lantas mengevaluasi Anda sebagai pecandu seks tanpa diagnosis lebih lanjut
- memberi label kepada diri sendiri sebagai ‘terapis kecanduan seks’
- melakukan hal-hal diluar persetujuan Anda dan ilegal

Senin, 27 April 2020

Efek Samping Terlalu Sering Menggunakan Vibrator

Efek Samping Terlalu Sering Menggunakan Vibrator

Punya vibrator yang acap kali digunakan untuk menambah keintiman dengan pasangan saat berkaitan seksual? Vibrator merupakan salah satu mainan seks atau sex toys yang paling umum digunakan oleh wanita dan pria. Alat ini cakap memberikan stimulan pada penis hingga ereksi dan Miss V di spot tertentu. Walaupun dapat meningkatkan kegiatan dan gairah seksual, terlalu acap kali gunakan vibrator juga dapat menimbulkan efek samping. Berikut penjelasannya.

Penggunaan vibrator sebagai alat tolong dan sumber kepuasan seksual sudah kian marak. Penelitian dari The Journal of Sexual Medicine menonjolkan bukti tersebut berdasar survei pada 2192 wanita yang tinggal di Amerika Serikat dan Inggris. Mereka mengaplikasikan vibrator saat berkaitan seksual dengan pasangan atau masturbasi. Vibrator cakap meningkatkan keintiman dan mengembalikan hilangnya gairan seksual, tetapi rupanya, jikalau digunakan terlalu acap kali, vibrator dapat menimbulkan sebagian situasi buruk, seperti:

1. V mati rasa sementara
Rangsangan yang berlebihan pada Miss V, dapat menyebabkan rasa sensitivitas Miss V menghilang sementara. Leah Millheiser, direktur Program Pengobatan Seksual V di Universitas Stanford mengatakan hal tersebut. Ia menyuarakan bahwa pemakaian vibrator secara terus menerus (layaknya lari maraton) dapat menimbulkan mati rasa sementara pada Miss V. 

Tapi, hal itu tidak berlangsung lama karena saraf akan kembali normal dengan kencang. Dikala Anda mengalami mati rasa saat asyik bermain dengan vibrator bersama pasangan, cukup rehat sejenak. Megan Stubbs, seorang seksolog klinis menggambarkan mati rasa karena vibrator merupakan seperti Anda baru selesai mengaplikasikan mesin pemotong rumput atau blender di tangan. 

2. Iritasi pada vulva
Walaupun acap kali gunakan vibrator hanya memberi efek Miss V mati rasa sementara, tetapi kemungkinan besar dapat membikin vulva iritasi. Mengutip dari Huffington Post, pemakaian vibrator yang terlalu acap kali dan tidak dibersihkan dengan benar dapat membikin vulva iritasi. Vulva merupakan bagian paling luar dari kemaluan wanita yang dapat diperhatikan oleh mata secara lantas. 

Kalau Anda acap kali mencukur rambut kemaluan, vulva dapat menonjol dengan terang. Nah, saat vibrator tidak dibersihkan dengan benar, salah satu anatomi Miss V ini dapat menjadi iritasi dan terasa sakit.

3. Risiko penyakit menular seksual
Anda acap kali bermain gunakan vibrator bersama pasangan? Hati-hati, ini berpotensi menyebarkan atau menularkan penyakit menular seksual, seperti herpes  genital dan klamidia. Tapi jikalau Anda masih mau berkaitan seksual dengan pasangan mengaplikasikan mainan seks ini, masih dapat asal dengan sistem yang aman. Anda dapat menutup vibrator mengaplikasikan kondom yang baru dibuka dari kemasan dan bersihkan setelah selesai memakainya.

Sebenarnya tidak ada waktu yang pasti karena tiap orang memiliki perbedaan waktu dalam merasakan kenikmatan saat mengaplikasikan vibrator. Tapi, jikalau Anda acap kali gunakan vibrator selama 30 menit tanpa henti dan merasa mati rasa, sebaiknya hentikan sejenak pemakaian mainan seks tersebut. Selain itu, usahakan untuk tidak mengaplikasikan vibrator tiap hari. Anda dapat memakainya secara selang-seling atau seminggu sekali.

Berikut sebagian sistem mengaplikasikan vibrator agar konsisten dapat merasakan tanpa rasa sakit:

1. Meringkuk telentang
Dikala Anda sudah siap untuk bermain dengan vibrator seorang diri (masturbasi). Cobalah untuk meringkuk telentang sambil membatasi vibrator. Kemudian letakkan vibrator di atas klitoris. Sebagai macam, Anda dapat tidur telentang sambil menjepit vibrator di paha dalam. 

2. Oleskan pelumas pada klitoris
Sesudah Anda siap, nyalakan vibrator dan carilah spot peka di tubuh. Anda dapat mengoleskan sedikit pelumas pada klitoris dan Miss V. Kalau mau merasakan sensasi, dapat menambahkan sedikit air hangat pada pelumas saat acap kali bermain gunakan vibrator.

3. Tarik napas pelan
Dikala merasakan getaran dari alat tolong seksual ini, atur tempo pernafasan Anda. Tak perlu ragu untuk bermain dengan daya pikir liar sambil menemukan spot peka dan kenikmatan. 

4. Bermain bersama pasangan
Kalau Anda mau gunakan vibrator bersama pasangan, dapat dijalankan sambil pemanasan (foreplay). Vibrator dapat digunakan hingga menemukan spot peka pada wanita ataupun pria. Mainkan daya pikir liar bersama pasangan sambil bermain vibrator untuk menambah keintiman. 

Alasan Kenapa Anda Harus Melakukan Tes Penyakit Kelamin

Alasan Kenapa Anda Harus Melakukan Tes Penyakit Kelamin

Penyakit HIV, gonore, sipilis, atau klamidia mungkin sudah tak asing lagi Anda dengar. Seluruh itu merupakan penyakit yang bisa menular via kesibukan seksual berisiko. Apabila Anda atau orang terdekat Anda baru saja terlibat dalam relasi seks yang berisiko, Anda perlu menjalani tes penyakit kelamin untuk mendeteksi seberapa besar risiko Anda terhadap penyakit-penyakit di atas. Melainkan, tak cuma itu saja alasan Anda mencontoh tes penyakit kelamin. Ingin tahu apa saja? Yuk, simak pelbagai alasannya berikut ini.

Seperti penyakit pada biasanya, penyakit menular seksual bisa menimbulkan pelbagai gejala yang mengganggu kehidupan sehari-hari. Entah itu, kelamin terasa gatal, nyeri saat terkait seks atau membuang air, atau melemahnya cara kekebalan tubuh. Pusat Pembatasan dan Pencegahan Penyakit di Amerika Serikat (CDC) menceritakan sebagian alasan yang bisa mendorong Anda untuk menjalani tes deteksi penyakit menular seksual. Di antaranya:

1. Aktif terkait seksual
Anda yang aktif terkait seksual berpeluang lebih besar untuk tertular penyakit kelamin. Melaksanakan relasi intim tanpa pengaman seperti kondom bisa memindahkan pelbagai virus yang menyebabkan penyakit. Percobaan penyakit kelamin yang amat dianjurkan pada orang yang sudah aktif terkait seksual antara lain tes klamidia dan gonore setiap satu kali per tahun.

Alasan kenapa tes penyakit kelamin ini perlu dikerjakan rutin merupakan untuk mendeteksi kemungkinan infeksi pada orang-orang yang tak mengalami gejala. Percobaan klamidia dan gonore biasanya dikerjakan via tes urin atau swab yang dimasukkan ke dalam penis atau leher rahim wanita.

2. Berkaitan seks dengan sesama pria
Pria yang terkait seks dengan sesama pria berisiko tinggi tertular penyakit kelamin. Terpenting bila tak menggunakan pengaman, seperti kondom. Pasangan gay amat dianjurkan menjalani tes penyakit kelamin, seperti tes klamidia, HIV, sifilis, dan klamidia, lebih acap kali daripada pasangan heteroseksual; merupakan setiap 3 atau 6 bulan sekali. Waktu pelaksanaan tes ini perlu dikonsultasikan pada dokter secara khusus dulu.

3. Berjenis kelamin perempuan
Tipe human papillomavirus (HPV) tertentu bisa menyebabkan kanker serviks dan kutil kelamin. Alasan tes HPV ini perlu dikerjakan wanita merupakan karena virus tersebut bisa menyebabkan kanker serviks. Percobaan HPV menjadi amat penting secara khusus karena banyak orang yang aktif terkait seksual terinfeksi melainkan tak mengalami gejala.

Pada wanita, tes HPV akan melibatkan tes pap smear (memeriksa sel-sel abnormal) yang perlu dikerjakan secara rutin setiap 3 tahun sekali. Selain tes HPV, Percobaan penyakit kelamin yang perlu dikerjakan oleh wanita tes HIV dan klamidia.

4. Sedang merencanakan kehamilan
Alasan lain untuk mengerjakan tes penyakit kelamin merupakan kehamilan. Ini amat perlu dikerjakan secara khusus pada wanita yang berisiko terinfeksi virus penyakit kelamin. Percobaan yang perlu dikerjakan di awal kehamilan, atara lain tes sifilis, HIV, hepatitis B, klamidia, dan gonore. Percobaan tersebut mungkin perlu diulangi sesuai keperluan untuk melindungi kesehatan ibu dan bayinya. Pasalnya, sebagian penyakit yang menular via relasi seks bisa menular ke janin.

Untuk mencegah penyakit menular seksual, Anda perlu menggunakan kehidupan seks yang sehat, seperti menggunakan kondom, menjaga kebersihan kelamin dan mainan seks, dan tak bergonta-ganti pasangan seks. Selain menjalani tes, perbuatan pencegahan akan lebih lengkap bila Anda menerima vaksin penyakit kelamin dengan lengkap.

Diberdayakan oleh Blogger.