Senin, 25 Maret 2019

Museum Antik Pajang Vibrator Pijat Sampai Alat Bantu Seks

Museum Antik Pajang Vibrator Pijat Sampai Alat Bantu Seks
Sebelum meninggal dunia pada 2016 lalu, guru pendidikan seks Joani Blank mengkoleksi berbagai jenis vibrator selama 20 tahun. Koleksinya itu, sekarang dipajang di Museum Antik Vibrator di kota San Fransisco, Amerika Serikat.Dikutip dari mirror.co.uk, Minggu, 24 Maret 2019, sejumlah item yang dipajang di museum itu bentuknya mungkin akan mengejutkan pengunjung. Sebab bentuk dari vibrator tersebut unik-unik. Vibrator yang dipajang bukan hanya alat bantu seks, tetapi juga vibrator yang digunakan untuk memijat bagian tubuh yang nyeri.Blank mengkoleksi vibrator yang dibuat pada 1900 hingga yang vibrator yang digunakan para dokter secara eksklusif untuk mengobati perempuan yang mengalami gangguan kepanikan.

Dalam museum itu juga dipajang vibrator pelancar peredaran darah, vibrator pneumatic dan sebuah alat yang disebut Niagra Hand Unit.
Vibrator pertama kali diciptakan pada 1869 oleh psikolog bernama George Taylor. Ketika itu vibrator digambarkan sebagai sebuah alat pijat.
Pada 1880, vibrator dengan satu battery diciptakan. Memasuki era tahun 1900, lebih dari puluhan perusahaan mulai memproduksi vibrator menjadi barang elektronik.

Awalnya, vibrator-vibrator ini di jual sebagai bagian dari peralatan rumah tangga dengan keterangan alat ini bisa menyembuhkan penyakit dan meredakan sakit. Pada 1970-an, vibrator mulai dilihat sebagai alat bantu seks dan kecantikan."Vibrator Amerika Serikat bisa digunakan sendiri di ruang tertutup atau rumah pelacuran dan melengkapi perasaan perempuan sehingga menjadi muda," tulis situs tersebut.Museum Antique Vibrator dibuka sejak 1970-an dan sejak itu koleksi barang pajangan mereka terus bertambah. Sebab perempuan diberbagai belahan dunia mulai mengirimkan bentuk-bentuk alat bantu seks yang tak biasa yang mereka temukan di pasar loak dan toko-toko antik ke museum itu.

Horor Pembantaian 134 Muslim Mali, Sebagian Dibakar Hidup-hidup

Horor Pembantaian 134 Muslim Mali, Sebagian Dibakar Hidup-hidup
Aksi sejumlah pria menyamar sebagai pemburu dan membantai setidaknya 134 petani dan penggembala Muslim di Ogossogou, Mali tengah, pada hari Sabtu menyisakan cerita mengerikan. Menurut PBB, wanita yang sedang hamil ikut dibunuh dan beberapa korban dibakar hidup-hidup.
Video terbaru dari kekerasan itu beredar pada hari Minggu. Video menunjukkan para korban berserakan di tanah di tengah sisa-sisa rumah mereka yang terbakar.Milisi etnik Dogon yang telah disalahkan atas sejumlah serangan di Mali tengah selama setahun terakhir dituduh menyerang sebuah desa etnis Peuhl sesaat sebelum fajar pada hari Sabtu.

Menurut Tabital Pulaaku, sebuah kelompok misi antikekerasan Peuhl, di antara para korban di Ogossogou adalah wanita hamil, anak-anak kecil dan orang tua.Menurut laporan ABC, Senin (25/3/2019), sekelompok pria bersenjata menyamar sebagai pemburu tradisional dan menyerang para penggembala Fulani. Kelompok etnis Fulani adalah seminomadik, terutama Muslim dan tinggal di berbagai negara Afrika Barat.

Video grafis yang diperoleh The Associated Press menunjukkan setelah serangan hari Sabtu, banyak korban terbakar di dalam rumah mereka. Tubuh anak kecil terlihat ditutupi dengan selembar kain, dan ada pula kartu ID ditunjukkan warga setempat berlumuran darah.Di Ibu Kota Mali, Bamako, Presiden Dewan Keamanan PBB Francois Delattre yang sedang berkunjung pada Sabtu malam mengecam pembunuhan itu sebagai "serangan tak terkatakan".

Paling tidak 55 orang terluka dan misi PBB di Mali mengatakan bahwa mereka sedang bekerja untuk memastikan orang yang terluka telah dievakuasi. Di New York, Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres mengutuk serangan itu dan menyerukan pemerintah Mali untuk segera menyelidikinya serta membawa para pelaku ke pengadilan.Kelompok ekstremis Islam diusir dari pusat-pusat kota di Mali utara selama operasi militer yang dipimpin Prancis 2013. Para militan, yang tersebar di seluruh daerah pedesaan, berkumpul kembali dan mulai melancarkan berbagai serangan terhadap militer Mali dan misi PBB.

Berhubungan Seks 5 Jam Nonstop Dipicu Narkoba, Wanita Kolombia Tewas

Berhubungan Seks 5 Jam Nonstop Dipicu Narkoba, Wanita Kolombia Tewas
Seorang wanita berusia 32 tahun di Kolombia tewas setelah terlibat dalam hubungan seks lima nonstop dengan kekasihnya. Aksi bercinta secara maraton itu dipicu oleh narkoba.
Laporan surat kabar La Republica yang dikutip Minggu (24/3/2019) mengatakan wanita yang identitasnya tak disebutkan itu dikenal dengan julukan "La Fiera". Korban meninggal setelah mengalami serangan jantung saat berhubungan intim.

Kekasihnya mengatakan La merasa pusing sebelum melakukan hubungan intim lima jam tanpa henti di sebuah hotel di Cali selatan, Kolombia.
Pria tersebut menghubungi layanan darurat, tetapi petugas tak kunjung tiba meski sudah lama ditunggu. Pria itu akhirnya membungkus kekasihnya yang tak sadarkan diri dengan selimut dan naik taksi ke University Hospital of Valle.

Namun ketika mereka tiba di rumah sakit, dokter gagal untuk menyelamatkan wanita itu dan korban dinyatakan sudah meninggal.
Polisi yang menangani kasus itu menyatakan bahwa pasangan kekasih itu mengonsumsi narkoba dalam upaya untuk memperpanjang waktu berhubungan intim.
Penyelidikan atas kematian wanita itu telah diluncurkan untuk menentukan apakah korban memang pecandu narkoba atau bukan dan apakah zat itu memiliki pengaruh pada kematiannya.

10 Menit Interaksi Jokowi - Iriana dengan Difabel di MRT

10 Menit Interaksi Jokowi - Iriana dengan Difabel di MRT
Presiden Joko Widodo atau Jokowi dan Iriana Widodo menjajal moda transportasi baru Mass Rapid Transport untuk kedua kali, Kamis 21 Maret 2019. Pada kesempatan itu menjadi momentum yang berbeda karena Jokowi dan Iriana langsung berinteraksi dengan difabel.
Jokowi dan Iriana Widodo naik MRT dari Stasiun Lebak Bulus sampai Istora Senayan. Setelah menyusuri beberapa gerbong, Jokowi dan Iriana akhirnya sampai di gerbong penyandang disabilitas, tepat ketika MRT berhenti di Stasiun Fatmawati.

Selama sekitar 10 menit, penyandang disabilitas berbincang dengan Presiden Jokowi tentang aksesibilitas di MRT. "Bagaimana rasanya Indonesia punya transportasi nyaman? Saya berterima kasih, teman-teman mau memberikan masukan bagi penyediaan fasilitas yang dapat dijangkau seluruh masyarakat," ujar Jokowi.Setiap penyandang disabilitas yang satu gerbong dengan Jokowi mendapat kesempatan menyampaikan berbagai temuan di lapangan yang aksesnya belum terpenuhi. Penyandang disabilitas yang pertama mendapat kesempatan mempresentasikan temuan di lapangan adalah pengguna kursi roda.

Inisiator Kajian Aksesibilitas dari Jakarta Barrier Free Tourism atau JBFT, Cucu Saidah menyampaikan temuan di lapangan sekitar 3 menit. Salah satu aspirasi yang disampaikan Cucu mengenai bentuk pintu tapping ticket yang masih menghalangi pengguna kursi roda masuk. "Jarak antar pintu tapping masih sempit, sehingga kursi roda tidak dapat masuk," kata Cucu.
Menanggapi laporan ini, Jokowi mengatakan segera memerintahkan dinas dan kementerian terkait untuk terus melakukan perbaikan dan pengembangan fasilitas. "Jangan khawatir, semua ini bisa langsung diperintahkan dan dapat dilaksanakan. Semua terus berjalan," ujar Jokowi.

Selain penyandang disabilitas pengguna kursi roda, kelompok tuli juga menyampaikan aspirasinya mengenai akses yang setara dengan bantuan penerjemah bahasa isyarat. Adalah Annisa Rahmania yang menyampaikan aspirasinya."Kami berharap ada akses yang setara bagi seluruh masyarakat, termasuk kami (insan tuli), terutama dalam mengakses informasi yang tersedia di stasiun MRT, seperti penggunaan bahasa isyarat bagi para petugas pendamping," ujar Annisa yang diterjemahkan juru bahasa isyarat bernama Tamiyang.

Bersama Tamiyang, Jokowi belajar beberapa kata dalam bahasa isyarat. Salah satunya berbunyi "MRT Bisa Akses". "Ini makanya lagi belajar," kata Jokowi ketika diminta wartawan memperagakan bahasa isyarat secara lebih jelas.
Guiding block yang terputus berpotensi menyesatkan tunanetra ke tempat yang ingin dituju. Guiding block yang terputus juga dapat menjadi tempat bebas penumpang umum berdiri di atas lantai penunjuk. Akibatnya, tunanetra bakal tertabrak atau menabrak orang.

Jokowi mengatakan guiding block sudah tersedia. Baru setelah dijelaskan potensi tunanetra tersasar jika guiding block terputus atau tidak tersedia, Jokowi langsung menyadari perbedaan lantai penunjuk yang terputus dan tak tersedia merupakan hal yang berbeda."Iya. Kalau bolong bisa menyasarkan tunanetranya ya? Tapi tenang, pasti akan diatasi. Tinggal diperintahkan. Sampai saat ini semua masih berkembang dan diperbaiki," ujar Jokowi.Jokowi mengenai ketersediaan akses dan fasilitas MRT bagi perempuan dan ibu yang membawa anak. Menurut penilaian Iriana, setelah dua kali menjajal MRT, fasilitasnya sudah cukup baik. "Nyaman, sudah nyaman," ujarnya.
Sebelum turun di Stasiun MRT Istora Senayan, Jokowi kembali berjanji memenuhi aspirasi 10 penyandang disabilitas yang hari itu bersama-sama melakukan uji coba MRT. Ketika pengeras suara di dalam gerbong menyebutkan Stasiun Istora Senayan, Jokowi dan Iriana Widodo berpamitan.

Perusahaan Diminta Lindungi Driver Ojek Online dengan BPJS

Perusahaan Diminta Lindungi Driver Ojek Online dengan BPJS
Seiring dengan terbitnya aturan tarif ojek online, Kementerian Perhubungan, melalui Direktorat Jenderal Perhubungan Darat, mendorong perusahaan aplikasi ojek online untuk melindungi mitra pengemudinya dengan asuransi. Karena itu, aplikator diminta segera menjalin kerja sama dengan Badan Penyelenggara Jaminan Sosial atau BPJS Kesehatan."Kami minta ada perlindungan keselamatan bagi mitra pengemudi," kata Direktur Jenderal Perhubungan Darat Kemenhub Budi Setiyadi di kantornya, Jakarta Pusat, Senin 25 Maret 2019 siang.

Budi Setiyadi menyarankan, pihak perusahaan aplikator sebaiknya segera menjalin kerja sama dengan Badan Penyelenggara Jaminan Sosial atau BPJS Kesehatan untuk mendaftarkan asuransi bagi mitra-mitra pengemudinya. Asuransi kesehatan ini penting lantaran para pengemudi setiap hari bekerja di jalanan dan berhadapan dengan risiko kecelakaan yang tinggi.

Aturan mengenai jaminan kesehatan itu sejatinya termaktub dalam komponen biaya langsung yang diterima pengemudi dari aplikator. Komponen ini disebut dalam tarif anyar ojek online yang dirilis Kementerian.Selain jaminan kesehatan, komponen lainnya adalah biaya penyusutan kendaraan, biaya modal, biaya pajak kendaraan bermotor, biaya BBM. Lalu, biaya ban, biaya pemeliharaan dan perbaikan, biaya penyusutan ponsel, biaya pulsa dan kuota Internet, serta biaya profit mitra.

Tak hanya meminta perusahaan bekerja sama dengan BPJS Kesehatan, Kementerian juga menyarankan perusahaan ojek online bekerja sama dengan pihak BPJS Ketenagakerjaan. Sebelumnya, jaminan tentang keselamatan dan keamanan pengemudi tersebut telah diatur dalam Peraturan Menteri (PM) Nomor 12 Tahun 2019 tentang Perlindungan Keselamatan Pengguna Sepeda Motor yang Digunakan untuk Kepentingan Masyarakat.

Serunya Wisatawan Makan Bareng Ala Sasak di Gili Trawangan

Serunya Wisatawan Makan Bareng Ala Sasak di Gili Trawangan
Ratusan wisatawan mancanegara berkerumun di Sunset Point Gili Trawangan Lombok, Nusa Tenggara Barat, Sabtu siang 23 Maret 2019. Mereka duduk bersila menghadapi Dulang Pesaji atau nampan berisi makanan khas Lombok sebagai acara makan bersama tradisi suku Sasak di Lombok.
Inilah acara makan bersama ala etnis Sasak Lombok yang diadakan para pelaku usaha pariwisata di Gili Trawangan. Ketua Panitia Penyelenggara Gili Megibung (makan bersama) Lalu Kusnawan mengatakan ingin memberikan pengalaman baru kepada wisatawan. "Kami ingin menampilkan atraksi yang mungkin belum pernah diikuti di tempat lain," kata Kusnawan kepada Tempo.

Acara Gili Megibung ini diikuti 250-an wisatawan asing yang membeli tiket masing-masing Rp 200 ribu. Gili Megibung dimulai dari prosesi arak-arakan dari arah timur Gili Trawangan menuju Sunset Point di bagian utara pulau wisata tersebut.
Sejumlah ran (juru masak laki-laki orang Sasak) menyerahkan hasil masakannya kepada penyelenggara. Megibung ini biasanya dilakukan pada penyelenggaraan kegiatan perkawinan. Selanjutnya dilakukan prosesi Njukutin atau mengisi Dulang dengan lauk pauknya. Kemudian dijejerkan.

Tempat duduk perempuan terpisah dengan laki-laki, makan langsung menggunakan tangan, dan menunggu dimulai Gili Megibung oleh tetua adat. "Aturan mainnya, harus cuci tangan sebelum dan sesudah makan didahului tetua adat," ujar Kusnawan yang juga general manager hotel di Gili Trawangan.Satu Dulang disajikan untuk 3 sampai 4 orang. Setiap dulang menggunakan alas daun pisang dan enau. Untuk minumnya tidak menggunakan gelas tetapi ceret tanah liat. Setiap dulang berisi beraneka menu lauk dan sayur lokal seperti Lawar Daging (Oseng-Oseng daging yang dicacah dibumbuin Belimbing), Sate Ikan Tanjung, sayur Ares yang terbuat dari batang pisang, kuah Lebui atau Kedelai Hitam, ada juga kue Cerorot dan Nagasari.

Juru bicara penyelenggara Gili Megibung, Rospati Dening Ayu mengatakan kegiatan ini diadakan untuk menampilkan sesuatu yang baru bagi wisatawan. "Semoga bisa menjadi daya tarik tersendiri saat musim sepi wisatawan ini," ucap Dening Ayu.
Dua wisatawAn asal Inggris, Charles dan Anna tampak antusias mengikuti kegiatan ini meskipun berbayar. Kendati sudah lima kali berkunjung ke Gili Trawangan, baru kali ini mereka mengikuti acara seperti ini. "Ini sangat bagus sekali. Saya akan kembali lagi," katanya.

Diberdayakan oleh Blogger.