Sabtu, 06 Agustus 2016

POLDA SULSEL Kirim 105 Personel Brimob Ke Poso Tumpas Pengikut Santoso, Sebab ...


BERITA KOCIK | Berita Terkini - Sebanyak 105 personel Brimob Polda Sulsel dikirim ke Poso, Sulawesi Tengah, dalam rangka menumpas sisa kekuatan jaringan Santoso.

Upacara pelepasan pasukan yang akan bergabung dengan Satgas Tinombala ini digelar di Mapolda Sulsel, Jalan Perintis Kemerdekaan KM 16, Makassar, yang dipimpin Kapolda Sulsel Irjen Anton Charliyan, Sabtu (6/8/2016).

Anton menyebutkan bahwa 1 kompi anggotanya tersebut akan menggantikan tugas 105 anggota Brimob Kelapa Dua yang sudah ditarik lebih dulu ke markasnya di Jakarta. Pasukan Brimob ini akan diterbangkan ke Poso malam ini.

"Pengiriman 1 kompi anggota Brimob untuk menumpas sisa pengikut Santoso, tidak boleh di-under estimate setelah pimpinannya tewas. Apalagi ada WNA asal Uighur yang ikut bergabung dengan mereka. Antar pasukan di sana juga harus saling menjaga kekompakan," ujar mantan Kadiv Humas Polri ini.

Menurut Anton, 105 personel Brimob Polda Sulsel nantinya bertugas selama 6 bulan. Meski demikian, Anton merasa optimis sisa-sisa pengikut Santoso dapat dituntaskan sekitar 3 bulan, pasca tewasnya pimpinan mereka pada 18 Juli lalu.

Upacara pelepasan pasukan ini turut dihadiri Pangkopsau II Marsekal Muda Dody Trisunu, Walikota Makassar Ramdhan Pomanto, Kasatpol PP Sulsel Iqbal Suhaeb dan beberapa perwira menengah Polda Sulsel lainnya.

Terkait Ancaman Hari Kemerdekaan, Kapolri Minta Jajarannya Waspada ! Sebab ...


BERITA KOCIK | Berita Terkini - Kapolri Jenderal Tito Karnavian meminta jajarannya untuk waspada menjelang peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia 17 Agustus mendatang. Dia menyebut ada modus-modus baru yang dilakukan oleh para pelaku teror.

"Kita waspadai saja. Saya sudah ingatkan kepada seluruh wilayah 17 Agustus itu," kata Tito di Hotel Tentrem, Yogyakarta, Sabtu (6/8/2016).

Tito menyebut adanya modus baru yang dilancarkan pelaku teror seperti yang terjadi di Nice, Prancis pada 14 Juli lalu. Saat itu sebuah truk menabrak ratusan orang yang tengah merayakan Bastille Day yang diperingati sebagai hari kemerdekaan Prancis setiap tahunnya.

"Karena ada modus baru yaitu yang di Nice, Prancis itu, pada waktu hari Bastille, hari kebesaran, hari nasionalnya Prancis. Saat orang berkumpul kemudian ditabrak itu. Nah ini saya sudah ingatkan juga kepada seluruh wilayah untuk mewaspadai modus-modus seperti ini," kata Tito.

Meskipun demikian, Tito mengaku belum ada informasi tentang adanya ancaman yang serius. Namun Tito tetap meminta jajarannya siap siaga.

"Kita tetap antisipasi," sebutnya.

Inilah Sebabnya Perbatasan Sulawesi Selatan Diperketat !


BERITA KOCIK | Berita terkini - Sepak terjang pentolan kelompok teroris Mujahidin Indonesia Timur (MIT) Santoso berakhir setelah tewas dalam baku tembak dengan Satgas Tinombala pertengahan Juli 2016. Namun pengejaran terhadap sisa kelompoknya masih berlanjut.

Kapolda Sulsel Irjen Pol Anton Charliyan menginstruksikan anak buahnya memperketat daerah perbatasan sebagai antisipasi sisa kelompok Santoso menyusup masuk wilayah Sulawesi Selatan."Pengawasan daerah-daerah perbatasan seperti Kabupaten Luwu Timur tetap diperkuat jangan sampai ada kelompok Santoso menyusup. 

Kita kedepankan operasi intelijen," kata Anton Charliyan di Mapolda Sulsel, Sabtu (6/8).Anton khawatir sisa kelompok Santoso masuk wilayahnya. Pihaknya sudah meminta bantuan TNI, Pemda dan Ulama."Kita harus tingkatkan kesiagaan. Diantaranya juga terhadap markas-markas kepolisian karena belajar dari beberapa peristiwa termasuk di Solo baru-baru ini," tegasnya.

Diberdayakan oleh Blogger.