Minggu, 10 Juli 2016

Terbongkar ! Korea Utara memiliki senjata rahasia ampuh untuk masa yang akan datang !


BERITA KOCIK - Pertikaian di semenanjung Korea mulai memanas lagi. Tepat setelah kasus peretasan Sony Pictures oleh Korea Utara, Korea Selatan menuding negara tetangganya itu mempunyai pasukan militer cyber yang akan menyerang mereka.

Pemerintah Korea Selatan baru-baru ini merevisi perkiraan jumlah pasukan hacker yang dimiliki oleh Kim Jong-un, pemimpin nomor satu Korea Utara. Berdasarkan laporan terbaru mereka, diperkirakan saat ini terdapat 6000 hacker top yang siap melancarkan serangan ke pemerintah dan militer Korea Selatan.

Sebelum kasus peretas Sony mencuat, pemerintah Korea Selatan memang hanya memperkirakan Kim Jong-un hanya memiliki 3000 hacker. Bahkan, Korea Selatan menuding tetangganya itu juga menjadikan organisasi global sebagai target peretasan selanjutnya.

Tudingan itu seakan menjadi kenyataan setelah Korea Selatan mengaku jika reaktor nuklir mereka telah diretas oleh hacker Korea Utara. Akibat serangan hacker itu, beberapa data perusahaan Korea Hydro & Nuclear Power Co dilaporkan dicuri, Daily Mail (06/01).

Untungnya, peretasan tersebut dinyatakan tidak mengancam atau bisa mengambil alih reaktor nuklir Korea Selatan. Data curian hacker pun kemudian diketahui bukan data yang penting.

Selain perkembangan dunia hacking, kemajuan teknologi membuat Korea Utara berhasil mengembangkan roket dan bom radioaktif ke level yang lebih tinggi. Menurut Menteri Pertahanan Korea Selatan, Korea Utara sekarang mampu menghantam tanah Amerika dengan hulu ledak nuklir dengan roket baru mereka.

Apakah pasukan hacker dan roket nuklir akan membuat Amerika melunak saat berhadapan dengan Korea Utara di masa depan?

Korea Utara ancam luncurkan roket nuklir ke Amerika !!!


BERITA KOCIK - Korea Utara hari ini mengumumkan rencana uji coba nuklir dan peluncuran roket. Negara pimpinan Kim Jong-un itu juga mengatakan akan terus mengancam musuh bebuyutannya, Amerika Serikat.Stasiun televisi ABC melaporkan, Sabtu (26/1), langkah itu mengecilkan hati warga yang menginginkan pemimpin mereka bertindak lebih halus ketimbang pendahulu sekaligus ayahnya, Kim Jong-il.

Langkah itu juga dinilai sebagai bentuk tantangan secara terang-terangan kepada Presiden Amerika Barack Hussein Obama dan Presiden Korea Selatan yang baru terpilih Park Geun-hye.

Komisi Pertahanan Korea Utara dalam siaran tertulisnya menyatakan, "Berhadapan dengan Amerika harus dengan cara kekerasan, bukan dengan kata-kata. Hukum rimba berlaku. Yang terkuat yang selamat."

Ancaman itu merupakan reaksi atas dukungan Amerika terhadap penguatan sanksi bagi Korea Utara usai uji coba peluncuran roket bulan lalu.

Ketika itu Korea Utara berkukuh uji coba itu hanya program pengembangan antariksa bersifat damai.

"Kami tak menyangkal fakta banyak satelit dan roket jarak jauh serta uji coba nuklir kami akan menargetkan Amerika Serikat."

Pejabat Korea Selatan pada Desember lalu menganalisa serpihan peluncuran roket saat itu mengisyaratkan Korea Utara telah menguji coba komponen rudal yang bisa meluncur hingga jarak kurang lebih 10 ribu kilometer.

Namun lembaga pengawas internasional tidak yakin Korea Utara telah berhasil mengembangkan rudal yang mampu menjangkau wilayah Amerika atau membuat hulu ledak nuklir pada roket-roket itu.

Diberdayakan oleh Blogger.