Rabu, 18 Mei 2016

DEKING KERAS !! FPI Akan Diremukkan Oleh KOSTRAD Jika Berani Coba Serang Ahok


BERITA KOCIK - Habib rizieq Shihab ini mungkin lupa bahwa Ahok ternyata bukan hanya dekat dengan pimpinan polisi di polda metro jaya seperti Tito Karnivan melainkan juga dekat dengan pimpinan kostrad Letnan Jenderal Edy Rachmayadi.

Dikutip Dari Kompas.com, Panglima Komamdo Cadangan Strategis Angkatan Darat (Pangkostrad) Letnan Jenderal Edy Rachmayadi kemarin sore diketahui sempat datang menemui Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama, Selasa (19/4/2016).

Dalam kedatangannya itu, Ahok, sapaan Basuki menyebut Mulyono meminta Pemerintah Provinsi DKI membangun gedung parkir di Markas Kostrad yang berlokasi di Jalan Medan Merdeka Timur, Gambir, Jakarta Pusat. "Di Kostrad itu parkirannya enggak cukup, pada parkir di luar. Sekarang kalau derek dia enggak cukup kuat juga," kata Ahok.

Menurut Ahok, Pemprov DKI bisa saja membangunkan gedung parkir untuk Markas Kostrad. Anggarannya sendiri nantinya akan diambil dari kewajiban pengembang. Pola yang sama sudah diterapkan dalam pembangunan gedung parkir di Mapolda Metro Jaya.

Namun, Ahok mengaku memberi syarat kepada Mulyono jika nantinya sudah jadi, gedung parkirnya bisa digunakan untuk masyarakat umum. "Jadi Pemprov yang bangunin, pakai tanah dia. Pemprov tidak usah beli, tapi gedung parkirnya boleh dipakai umum," ujar dia. Jadi masihkah FPI berani mengerahkan massa untuk membakar kantor ahok? silahkan saja kalau ingin dibikin remuk oleh Kostrad. 

Indonesia Menciptakan Satelit yang Pertama Kalinya , Tepuk Tangan Membahana

BERITA KOCIK - Satelit Lapan A2/Orari telah diluncurkan bersama satelit India, Astrosat. Peluncuran dilakukan dari India dan disaksikan melalui live streaming dari kantor Lapan, Jl Pemuda, Jakarta Timur.
Satelit mulai diluncukan pukul 10.00 waktu India atau 11.30 WIB. Satelit Lapan A2/Orari diluncurkan pada menit ke 1.52. Tampak dari video streaming, satelit Lapan A2/Orari meluncur ke orbit dengan lancar. Tepuk tangan membahana memenuhi ruangan tempat menonton peluncuran tersebut.


Wajah cerah para ilmuwan di India juga terlihat dari video streaming. Mereka juga bertepuk tangan penuh semangat.

“Saat ini ketinggian satelit Lapan sudah 267 km. Kita menuju 650 km,” ujar Kepala Lapan Thomas Djamaluddin di Kantor Lapan, Jl Pemuda, Rawamangun, Jaktim, Senin (28/9/2015), sekitar pukul 12.00 WIB.

Perkembangan posisi satelit dapat disaksikan dalam grafik yang diaksea dari India. Hingga saat ini satelit Lapan A2 masih bergerak menuju orbitnya.

Dikutip dari situs LAPAN, LAPAN-A2 merupakan satelit ekuatorial pertama Indonesia yang sepenuhnya hasil pengembangan para peneliti dan perekayasa LAPAN. Seluruh kegiatan perancangan, pembuatan, dan pengujiannya selesai pada Agustus 2012 di dalam negeri. Keberhasilan pembangunan satelit tersebut membangkitkan kepercayaan diri dan kemandirian bangsa.

Pencapaian kemandirian penguasaan teknologi satelit mikro ini juga merupakan langkah maju setelah sebelumnya berhasil melaksanakan program pembangunan satelit LAPAN-A1/ LAPAN-TUBSAT, hasil kerja sama dengan TU Berlin, Jerman. LAPAN-A1 telah diluncurkan pada 2007 yang saat ini masih berada di orbit pada ketinggian 630 kilometer, namun masa operasionalnya telah berakhir pada 2013.

LAPAN-A2 akan diorbitkan dekat ekuator dengan inklinasi enam derajat pada ketinggian 650 kilometer dari permukaan Bumi. Dengan orbit dekat ekuatorial, LAPAN-A2 akan melintasi wilayah Indonesia 14 kali setiap hari dengan periode orbit 100 menit. Dengan demikian, satelit ini dapat mendukung pemantauan wilayah nusantara dari luar angkasa. Satelit tersebut akan bergerak di cakupan enam derajat Lintang Selatan hingga enam derajat Lintang Utara.

Satelit berbobot 78 kilogram dan berdimensi 500 x 470 x 380 milimeter tersebut membawa misi pemantauan permukaan bumi, identifikasi kapal laut, dan komunikasi radio amatir. Untuk misi pemantauan wilayah RI, satelit LAPAN-A2 membawa kamera video analog dengan resolusi lima meter dan kamera digital dengan resolusi 3,5 meter.

Untuk menjalankan misi pemantauan lalu lintas kapal, operasi keamanan laut, perikanan, dan eksplorasi sumber daya kelautan Indonesia, satelit dilengkapi dengan Automatic Identification System (AIS). Teknologi ini dapat mendeteksi ribuan kapal dengan cakupan area pengamatan mencapai ribuan kilometer. Sementara itu, misi komunikasi amatir pada LAPAN-A2 bertujuan untuk komunikasi pada kondisi darurat bencana dan kegiatan radio amatir dalam mendukung kepentingan nasional.

Dalam berkomunikasi dengan stasiun bumi, LAPAN-A2 menggunakan frekuensi UHF dan S-Band. Untuk sistem kontrol perilaku, satelit ini juga dilengkapi dengan tiga wheel/ fiber optic laser gyros dalam axis orthogonal, dua CCD star sensor, tiga magnetic coils, enam panel surya tunggal untuk sensor matahari, dan 3 axis magnetic fields sensor.

Sinyal pertama LAPAN-A2 akan diterima oleh satelit bumi LAPAN di Rancabungur Bogor pada 28 September 2015 pukul 13.18 WIB hingga 13.32 WIB. Data pertama yang akan diterima oleh LAPAN-A2 yaitu Power Control Unit Telemetry. Data tersebut terdiri dari informasi mengenai konsumsi daya listrik tiap komponen satelit, data sensor matahari pada enam sisi satelit, temperature tiap komponen satelit, dan timer sejak satelit mengalami separasi.

Pembangunan LAPAN-A2 ini merupakan upaya Indonesia melalui LAPAN untuk dapat menguasai teknologi satelit secara mandiri. Selanjutnya, LAPAN juga sedang menyiapkan peluncuran satelit generasi berikutnya, LAPAN-A3, yang akan memiliki fitur dan misi yang lebih baik dari LAPAN-A2. Di masa depan, LAPAN juga sedang menyiapkan diri untuk membangun satelit-satelit operasional melalui konsorsium nasional.

Beberapa Negara ini Hukum Mati Pemerkosa


BERITA KOCIK - Setelah banyak korban berjatuhan, akhirnya pemerintah Indonesia memperberat hukuman bagi pelaku pemerkosa, yakni hukuman kebiri dengan suntik bahan kimia.Aturan hukuman ini belum diberlakukan karena masih menunggu terbitnya Peraturan Pemerintah Penggantu Undang-Undang ( Perppu). Lagi,pula hukuman suntik kebiri itu baru diputuskan dalam rapat terbatas.

Di sejumlah negara, telah sejak lama pelaku pemerkosa dihukum mati, mulai digantung,dirajam hingga ditembak mati. Inilah beberapa negara yang menghukum berat pelaku pemerkosaan.

1. Arab Saudi : Dirajam (dilempar batu sampai mati).
Arab Saudi merupakan negara dengan hukum syariat islam -nya yang paling tegas. Sebagai negara tempat lahirnya Islam tentu hukum Islam selalu diutamakan di negara ini. Salah satunya adalah hukuman bagi pelaku pemerkosaan. Di negara ini, pemerkosa dihukum rajam, yakni dilempar batu oleh petugas atau masyarakat yang melihatnya hingga mati.

2. Iran : Dihukum Cambuk hingga mati
Iran sangat tegas dalam menghukum pelaku kejahatan. Pemerkosa di negeri Mullah ini akan dicambuk hingga mati. Hukuman ini lebih ngeri daripada dihukum gantung atau tembak. Pasalnya pelaku pemerkosa yang dihukum cambuk akan mati secara perlahandan merasakan sakit yang luar biasa.

3. Uni Emirat Arab (UEA) : Tembak Mati
 Di negara kaya minyak ini, pelaku pemerkosa akan dieksekusi mati di depan regu tembak. Pelaku hanya memiliki waktu bernafas selama 7hari setelah vonis dijatukan.

4. Mesir : Hukuman Gantung
Mesor sangat tegas terhadap pelaku pemerkosaan. Setelah dinyatakan bersalah, pelaku akan digiring ke tiang gantungan.Masyarakat pun bisa menyaksikan proses saat pelaku digantung hingga mati.

HASIL OTOPSI : GAGANG CANGKUL DI KELAMIN ENO TEMBUS SAMPAI PARU-PARU


BERITA KOCIK - Hasil otopsi jenazah Eno Parinah (19) korban pemerkosaan dan pembunuhan, menunjukkan bahwa gagang cangkul sepanjang 65 centimeter yang ditusukkan ke kemaluan Eno Parinah tembus hingga merobek bagian hati dan paru-paru.
Eno Parinah baru meregang nyawa setelah mendapat penyiksaan sadis dari pelaku. Sebelum cangkul dimasukkan ke dalam kemaluannya,  gadis berparas cantik itu masih hidup.

“Berdasarkan hasil otopsi, saat cangkul dimasukkan ke dalam kemaluannya, korban (Eno Parinah) masih dalam kondisi hidup tapi sudah sekarat,” ujar Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya, Kombes Krishna Murti, Selasa (17/5/2016).
Menurut Krishna, korban yang tak berdaya karena dipegangi para pelaku menjerit kesakitan dan memohon ampun.

 Namun pelaku RA tak peduli dengan jeritan korban. RA tetap memasukkan gagang cangkul tersebut ke kemaluan Eno. Gagang cangkul panjang 65 centimeter dan diameter 3 cm lebih itu masuk 90 persen ke tubuh Eno Parinah lewat kemaluannya.

Setelah gagang cangkul masuk sedikit, RA mendorong gagang cangkul tersebut dengan cara menendang, sehingga gagang cangkul terdorong masuk ke tubuh korban. Hal itulah yang membuat bagian hati dan paru-paru Eno Parinah rusak.

“Korban mengalami luka robek di bagian hati sampai ke atas paru-paru karena 90 persen gagang cangkul masuk ke tubuh korban. Hal itu mengakibatkan pendarahan rongga dada 200 cc dan rongga perut 300 cc,”

Diberdayakan oleh Blogger.