Rabu, 27 Februari 2019

Terlalu Sering Bercinta, Awas Infeksi dan 3 Resiko Ini

Terlalu Sering Bercinta, Awas Infeksi dan 3 Resiko Ini
Bagi pasangan yang sudah menikah, bercinta merupakan aktivitas yang tidak hanya menyenangkan tapi juga dapat mempererat hubungan dengan pasangan. Selain itu, hubungan intim juga dapat punya sejumlah manfaat untuk kesehatan, antara lain meredakan stres.
Namun, jika dilakukan berlebihan justru akan berdampak negatif bagi pasangan. Melansir laman Boldsky dan Everyday Health, berikut adalah empat masalah yang dapat terjadi jika Anda terlalu sering melakukan hubungan intim.

1. Kelelahan

Jika Anda sedang berhubungan intim dengan pasangan, tubuh akan melepaskan norepinefrin, adrenalin dan kortisol ke dalam aliran darah. Ia akan menghasilkan peningkatan denyut jantung, metabolisme glukosa, dan tekanan darah. Sehingga, seks merupakan olahraga bagi tubuh dan hal tersebut akan membuat Anda merasa lelah sehabis melakukannya. Jika Anda melakukannya berkali-kali, itu dapat menyebabkan kelelahan sepanjang hari.

2. Kecanduan

Hal lain yang terjadi ketika terlalu banyak bercinta adalah Anda kecanduan. Seseorang dengan kecanduan seks dapat membahayakan hubungannya dengan pasangan. Ini dikarenakan Anda menjadi terobsesi dengan seks atau memiliki dorongan seks yang tidak normal. Bahkan, jika pasangan Anda tidak ingin berhubungan seks, dorongan Anda untuk melakukan bisa tidak terkendali.

3. Mr. P sakit hingga infeksi

Setelah berhubungan seks, banyak pria mungkin akan mengalami rasa sakit yang tajam dan itu normal terjadi untuk beberapa detik. Ketika Anda sering melakukan hubungan seks, hal tersebut dapat menyebabkan Mr P Anda menjadi sakit karena rangsangan manual yang diperpanjang, atau ejakulasi secara paksa, dan seterusnya. Jika rasa sakit berlangsung lebih lama selama beberapa jam atau beberapa hari, maka kemungkinan ada infeksi pada testis, prostat, epididimis, atau mungkin tertular penyakit seksual.

4. Hilangnya mood sebelum mencapai klimaks

Meskipun seks dapat membuat Anda menjadi aktif, melakukannya terlalu sering dapat membuat Anda kehilangan minat sebelum mencapai klimaks. Ini terjadi khususnya ketika Anda melakukan hubungan seks setiap hari sehingga tubuh Anda merasa lelah dan perlu beristirahat.

Menabung Bukan Kunci Membangun Kekayaan, Ini Jawabannya

Menabung Bukan Kunci Membangun Kekayaan, Ini Jawabannya
Menabung merupakan salah satu cara agar Anda bisa menjadi kaya. Namun, menabung bukanlah kunci untuk membangun kekayaan. Sebab, Anda butuh lebih dari menabung agar bisa menjadi kaya.Salah satu hal paling mengejutkan yang tidak disadari orang tentang uang adalah menabung tidaklah cukup," kata penasihat keuangan pribadi Ramit Sethi dilansir CNBC Make It.

Berdasarkan penelitian Allianz Life Generations, generasi milenial sebenarnya cukup bagus dalam menghemat uang. Lebih dari 40 persen dari mereka melaporkan menyisihkan uang setiap bulan. Meski begitu, tabungan Anda bisa baik untuk tujuan jangka pendek, namun belum tentu baik untuk tujuan jangka panjang, seperti pensiun atau membeli rumah.Sebab, inflasi akan terus meningkat seiring waktu, sedangkan tabungan Anda tidak akan sanggup mengejar hal tersebut. Dengan demikian, salah satu cara untuk benar-benar menumbuhkan uang Anda adalah dengan menginvestasikannya.

Sayangnya, banyak generasi milenial yang takut untuk mencoba hal tersebut. Hanya 12 persen dari mereka menggunakan akun broker, menurut studi Bank of the West 2018. Padahal, berinvestasi tidak harus rumit atau menakutkan."Saya masuk ke akun investasi saya sebulan sekali dan saya menghabiskan kurang dari satu jam sebulan untuk berinvestasi," kata Sethi.

Sethi menjelaskan, Anda bisa memulai dengan berinvestasi dengan nilai rendah. Atau Anda bisa mengakses layanan seperti Betterment dan WiseBanyan yang akan memandu Anda melalui proses, sehingga memungkinkan Anda untuk mulai berinvestasi hanya dengan USD 1."Cara sebenarnya untuk menumbuhkan uang Anda bukan hanya menabung. Itu awalnya, tapi saya ingin Anda melangkah lebih jauh dan mulai berinvestas.

Akui Salah, Terdakwa Kasus Meikarta Merasa Terjebak di Tengah Jalan

Akui Salah, Terdakwa Kasus Meikarta Merasa Terjebak di Tengah Jalan
Fitradjaja Purnama mengakui dirinya bersalah melakukan suap untuk mengurus izin pembangunan Meikarta. Namun, ia memberi catatan kepada Majelis Hakim bahwa praktik pemberian uang ini sudah berlangsung sebelum dirinya bergabung mengurus proyek tersebut.Hal itu disampaikan saat sidang lanjutan kasus suap izin Meikarta dengan agenda pembacaan pleidoi di Pengadilan Negeri (PN) Bandung, Rabu (27/2) malam."Saya hanya bisa menyatakan terima salah atas perbuatan yang saya lakukan. Perbuatan saya telah melenceng dari profesionalitas kerja saya. Sehingga, apa yang semula tidak saya niatkan, bahkan sama sekali tidak saya pikirkan, akhirnya harus terjadi dengan saya terlibat di dalamnya," katanya."Saya insyaf sepenuhnya. Saya menyesal telah melakukannya," sambungnya.

Dalam kesempatan itu, dirinya menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya kepada ibu, istri, anak dan semua keluarga serta teman dekatnya.Fitradjaja menegaskan, tidak semua dari satu per satu perbuatan yang didakwakan jaksa, dirinya terlibat. Ia mengaku sama sekali tidak tahu atas pemberian-pemberian atau janji-janji kepada Neneng Hasanah Yasin, EY Taufik, dan Iwa Karniwa."Saya baru tahu di persidangan, bahwa uang yang saya terlibat dalam pemberiannya itu sampai kepada orang-orang tersebut. Pada pengakuannya, saksi Neneng Rahmi Nurlaili menyatakan, hal tersebut sebagai inisiatifnya dalam mengatur penggunaan uang yang ada di tangannya," jelasnya.

Fitradjaja berpendapat, bila ditilik dari rangkaian pemberian yang dipaparkan Jaksa Penuntut Umum sudah berlangsung sejak tahun 2016. Neneng Rahmi Nurlaili sebutkan bahwa dirinya meneruskan janji pemberian dari Edy Dwi Soesianto dan Satriyadi untuk urusan RDTR.Melalui pleidoi ia menegaskan, janji dari Edy Soes dan Satriyadi tersebut justru dari Neneng Rahmi sendiri. Baginya, urusan RDTR itu sudah berlalu dari lingkup Pemkab Bekasi."Urusan yang saya tangani adalah di lingkup Pemprov Jawa Barat.

Pada posisi ini, saya justru membantu kepentingan Pemkab Bekasi," ucapnya."Ternyata (pemberian suap) sudah dimulai sejak tahun 2016. Saya lengah. Saya berada di tengah jalan. Saya memang baru aktif sejak September 2017, sebagaimana juga dinyatakan penuntut umum dalam lembar tuntutannya. Dalam perenungan saya sadari, sedari awal atau di tengah jalan, toh tetap saja saya terlibat. Saya menyadari dengan penuh keinsyafan," lanjutnya Pada serangkaian perbuatan yang Jaksa maksud, ia akui ada yang dirinya terlibat, ada yang tahu betul, ada yang tahu samar-samar, dan ada yang ia tidak tahu sama sekali.Bahwa kemudian dirinya larut dalam suasana dan keadaan suap menyuap, itu karena dirinya tak sanggup menghindari permintaan.

Ia kemudian menandai tuntutan Jaksa Penuntut Umum yang mempersalahkannya atas pemberian terkait pengurusan perijinan Meikarta. Lepas dari itu, ia menyanggah dugaan tentang cara pengurusan yang bisa dianggap bahwa pemberian darinya menggerakkan para pejabat untuk melakukan sesuatu yang seharusnya tak boleh dilakukan dalam memberi atau menandatangani ijin-ijin yang kemudian terbit.Selama mengurusi izin, Fitra mengaku meneliti betul dokumen yang diajukan. Hasil penelitiannya menyatakan bahwa dokumen-dokumen itu layak untuk diperijinkan. Semua itu sudah melalui presentasi, asistensi, revisi hingga kemudian izin diterbitkan."Saya masih berpijak pada aturan untuk profesionalitas kerja saya. Untuk terbitnya produk perizinan Meikarta dalam hal ini. Harus terpenuhi syarat-syaratnya. Bukan dengan uang sesuatu yang tak boleh jadi boleh," jelasnya.
Dengan demikian, ia meminta majelis hakim mempertimbangkan memberikan hukuman yang ringan terhadap dirinya."Saya berharap dapat segera kembali ke kehidupan bebas bersama keluarga dan dapat segera menunaikan kewajiban-kewajiban dan tanggungan saya,"

Memetik Pelajaran Berharga dari Pekan Mode Dunia

Memetik Pelajaran Berharga dari Pekan Mode Dunia
Pekan mode ternama di dunia, New York Fashion Week 2019, baru saja rampung digelar. Indonesia mengirimkan beberapa desainernya, Dian Pelangi dan Itang Yunasz, untuk unjuk gigi di New York.Kedua perancang busana modest itu mengaku banyak belajar dari gelaran New York Fashion Week (NYFW). Keduanya tampil di The Shows Indonesian Diversity pada 7 Februari lalu. Pekan mode itu dinilai jauh lebih baik dan profesional ketimbang ajang serupa di Indonesia.

Dian menyatakan, NYFW digelar dengan persiapan yang matang. Semua keperluan bahkan sudah disiapkan oleh panitia, mulai dari proses fitting, rehearsal, model hingga tetek-bengek di belakang panggung. Hal-hal yang kadang abai di Indonesia.  "Aku datang terlambat satu hari. Aku kira bakal sibuk fitting, tapi ternyata aku bisa tidur karena semua diurus profesional," ungkap Dian membagikan kisahnya di NYFW dalam jumpa media bersama Wardah di Jakarta, Kamis (21/2).

Dian menyebut ada pengarah gaya yang membantu para model untuk mengepaskan baju. Pengarah gaya itu sekaligus memadupadankan 12 tampilan yang bakal dipamerkan NYFW.Tim dari NYFW juga langsung menyusun model yang bakal tampil. Semua disusun dengan rapi."Setelah fitting mereka langsung packing semua look. Sudah tidak mengurus belakang panggung lagi, tahu-tahu sudah rapi," ucap desainer berusia 28 tahun ini.Dian mengaku hanya turun tangan saat memberikan sentuhan akhir, terutama ketika memakaikan hijab pada model. Maklum, orang di New York tak terbiasa mengenakan hijab."Cuma kerudung yang aku sentuh dengan jarum pentul di tangan. Mereka sampai takjub. Mereka teratur dan terstruktur, banyak sekali yang bisa kita terapkan di sini. Banyak sekali yang dipelajari," ujar Dian.

Pendapat yang sama juga diutarakan desainer senior Itang Yunazs. Menurut Public Relation Manager Itang Yunazs Amy Wirabudi, NYFW berjalan tepat waktu, hal yang jarang terjadi di Indonesia.Amy, yang mewakili Itang ke New York karena sang desainer berhalangan hadir lantaran sakit, menyebut bahwa persiapan pekan mode itu berlangsung selama tiga hari."Persiapannya saja tiga hari. Biasanya di tempat lain hanya satu hari. Profesional sekali. Semua berjalan sesuai pekerjaannya seperti industri 4.0," ungkap Amy.Amy bercerita, tim NYFW langsung mengatur model, tampilan, dan urutan. Semua itu tertata dengan rapi jelang peragaan yang dihadiri 666 orang itu.

Sama seperti Dian, Amy hanya memberikan sentuhan akhir memasang turban untuk memastikan model tampil sempurna sebelum berlenggok di catwalk.Hasilnya, peragaan busana Dian dan Itang yang didukung oleh Wardah berjalan dengan lancar dan mendapat sambutan hangat dari penikmat mode di New York. Dian dan Itang mengaku bakal menerapkan pelajaran yang didapat di New York untuk kemajuan industri fesyen, terutama modest, di Indonesia.

Diberdayakan oleh Blogger.