Rabu, 29 Juni 2016

Anak SMA Dipaksa Berhubungan Badan Ditonton Teman-temannya


BERITA KOCIK - Sepasang Anak SMA asyik bug!l dan berhubungan badan layak nya suami istri di teman-temannya yang sedang pesta minuman keras (miras) tradisional alias sering disebut "TUAK".
Penggerebekkan perbuatan asusila ini sempat malu melihatnya, dan meminta pelajar yang sedang pesta seks tersebut untuk berpakaian, baru dilakukan penangkapan. 

Peristiwa ini terjadi di sebuah rumah di Dusun Jagerage, Desa Jageraga, Kecamatan Kuripan, Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB). Dari sebuah rumah itu , polisi menangkap 10 pelajar SMA/sederajat yang terdiri dari 4 siswi dan 6 siswa. "Mereka masih pakai seragam sekolah", kata Kapolsek Kuripan, AKP Nuraini, seperti dilansir oleh saksi polisi.

Menurutnya, penangkapan para pelajar ini berawal dari operasi rutin yang di gelar pihaknya. Saat petugas tiba di rumah itu , pesta tuak sedang berlangsung. Ketika petugas masuk ke dalam rumah, mereka langsung terkejut karena menemukan 10 pelajar tengah asik menenggak tuak. "Rumah itu sudah sering kita gerebek. Karena itu petugas terus memantau aktivitasnya,"ungkapnya.

Parahnya lagi, lanjut AKP Nuraini. ada sepasang pelajar yang tengah berbuat adegan layak nya suami istri dan tidak di hiraukan teman temannya. "kami sampai malu masuk. Saya juga malu melihat kelakuan mereka,"ujarnya.

Seluruh pelajar itu lalu di gelandangkan ke mapolsek dan di beri pembinaan. Mereka diperbolehkan pulang setelah di jemput orang tuanya dan menanda tangani surat dengan perjanjian tak mengulangi perbuatannya.

Niat Sembunyikan Uang Dari Istri , Malah Di Bongkar Anjing


BERITA KOCIK - Nasib apes menimpa seorang suami di Liaoning, wilayah di utara China. Niat hati menyembunyikan uang dari sang istri, tapi malah hancur dimakan anjing. Kisah itu bermula saat sang suami ingin menyembunyikan uang 3.800 yuan, atau sekitar Rp 8 juta, dalam pecahan 100 yuan dari sang istri. Gepokan uang itu dimasukkan ke dalam selimut kapas. Aman. Itulah yang ada di benak setelah menyembunyikan uang itu. Dia yakin sang istri tak akan menyangka akan ada uang di selimut itu. Sehingga tak diminta untuk uang belanja.

Tapi akhirnya semua terbongkar. Pada suatu pagi pada pekan lalu, sang istri terkejut saat bangun dari tidur. Setelah menyibah gorden pada jendela, dia melihat kamar itu dalam kondisi acak-acakan. Rasa terkejut kembali datang saat tahu yang berserakan di lantai itu tak hanya selimut kapas mereka. Melainkan banyak sobekan uang kertas pecahan 100 yuan. Sebagian masih utuh. Selidik punya selidik, ternyata selimut berisi uang itu hancur dikunyah-kunyah oleh anjing peliharaan mereka.

 Dan uang yang disembunyikan itu sebagian turut hancur. Sang istri lantas bertanya kepada suami. Dan sang suami pun gelagapan. Tak ada pilihan lain, kecuali berterus terang telah menyembunyikan uang itu.
Mudah-mudahan kejadian ini menjadi pelajaran untuk kita semua, agar tidak menyembunyikan apa pun dari pasangan. Dan... simpan uang kita di tempat yang aman ya.

Tersangka Jakmania Terus bertambah di GBK jadi 10 orang


BERITA KOCIK - Jajaran Polda Metro Jaya terus mengusut kasus kericuhan suporter Jakmania saat pertandingan Persija Jakarta melawan Sriwijaya FC di Stadion Gelora Bung Karno (GBK), Senayan, Jumat malam 24 Juni 2016. Jumlah tersangka pengeroyokan polisi oleh Jakmania terus bertambah.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Awi Setiyono mengatakan, ada empat tersangka baru dalam kasus pengeroyokan polisi dan perusakan kendaraan aparat. Penangkapan keempat simpatisan Jakmania itu merupakan hasil pengembangan dari tersangka J alias Oboi (28), yang pertama kali di‎tangkap.

"Empat tersangka itu berinisial MDN alias Kinoi (25), RZM (20), RS (16), dan SW (18). Masing-masing ditangkap di tempat yang berbeda,"‎ ujar Awi di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Rabu (29/6/2016).

Dua tersangka berinisial MDN dan RZM ditangkap lebih dulu pada Minggu 26 Juni 2016. MDN diduga terlibat pengeroyokan terhadap Brigadir Yudha Wanto di dalam area stadion. Sementara RZM diduga terlibat perusakan ‎kendaraan polisi dan pemukulan petugas yang ada di dalamnya.

Dua lainnya, yakni RS dan SW baru ditangkap oleh aparat Subdit Jatanras Polda Metro Jaya pada Selasa malam 28 Juni 2016. Kedua remaja itu juga diduga terlibat pengeroyokan terhadap Brigadir ‎Yudha Wanto.

"Ditangkapnya sekitar pukul 21.30 WIB semalam di wilayah Pejaten, ‎Pasar Minggu, Jakarta Selatan. Ini merupakan pengembangan dari tersangka Oboi dan Kinoi," ungkap Awi.

Atas perbuatannya, kelima pelaku tersebut dijerat dengan Pasal 170 KUHP tentang Pengeroyokan dengan ancaman hukuman 9 tahun penjara atau Pasal 406 KUHP tentang Perusakan dengan ancaman 5 tahun penjara.

Tersangka 'Selfie'

‎Selain itu, polisi juga masih mendalami pelaku pengeroyokan terhadap Brigadir Hanafi yang mengalami luka paling parah. Namun, polisi kesulitan mencari pelaku pengeroyokan tersebut karena lokasinya gelap dan tak tertangkap kamera.

Namun polisi mendapatkan petunjuk lain dengan adanya sejumlah orang yang diduga Jakmania, mengunggah foto diri atau selfie dengan korban Brigadir Hanafi yang telah berlumuran darah di akun Facebook mereka. Mereka juga menyisipkan tulisan yang berpotensi menimbulkan rasa kebencian.

Atas bukti tersebut, polisi kemudian menetapkan lima tersangka, yakni MR (19), RF (28), I alias MF (23), A (19) dan AF (16). ‎Sementara S yang sebelumnya sempat diberitakan sebagai tersangka, hanya diperiksa sebagai saksi dan sudah dipulangkan.

Kelima tersangka itu dijerat Pasal 27 ayat (3), ayat (4) jo Pasal 45 ayat (1) dan atau Pasal 28 ayat (2) jo Pasal 45 ayat (2) UU Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektornik (ITE), dan Pasal 160 KUHP dengan ancaman hukuman pidana 6 tahun penjara.

"Jadi total semua ada 10 tersangka. Empat orang tersangka penganiayaan terhadap Brigadir Yudha, satu tersangka perusakan, dan lima tersangka hate speech yang ditangani Krimsus," ucap Awi.

Keinginan Jokowi Dari Natuna


BERITA KOCIK - Presiden Jokowi memiliki tiga keinginan terkait pengembangan di Natuna, Kepulauan Riau. Hal itu disampaikan dalam rapat terbatas bersama beberapa menteri Kabinet Kerja, di Kantor Presiden, Rabu (29/6/2016).

"Tiga hal ini yang akan kita detailkan lagi. Terkait pengembangan industri perikanan saya dapat laporan bahwa produksi di sektor kelautan dan perikanan di Natuna hanya sebesar 8,9 persen dari potensi yang kita miliki. Ini perlu didorong dan dipercepat sehingga bisa datangkan manfaat bagi kita," ujar Jokowi.

Hal kedua, Jokowi ingin ada upaya untuk memaksimalkan sektor Migas di Natuna. Ia menjelaskan dari 16 blok migas yang ada, baru lima blok saja yang diproduksi.

"Sementara tujuh blok masih tahap eksplorasi, empat blok dalam proses terminasi. Oleh sebab itu, kita dorong agar proses produksi bisa segera dilakukan," tegas Jokowi.

Hal terakhir terkait dengan pertahanan. Mantan Gubernur DKI Jakarta itu ingin agar Natuna sebagai pulau terdepan memiliki pertahanan yang kuat.

"Natuna sebagai pulau terdepan dalam ratas yang lalu telah saya perintahkan TNI khususnya TNI AU, Bakamla agar tingkatkan patroli penjagaan di kawasan Natuna. Dan beberapa infrastruktur yang mau dibangun, diperbaiki dan segera dimulai," Jokowi menandaskan.

Diberdayakan oleh Blogger.