Kamis, 28 Februari 2019

Kandang Ayam Jadi Saksi Cinta Terlarang Pria Paruh Baya dan Gadis Remaja

Kandang Ayam Jadi Saksi Cinta Terlarang Pria Paruh Baya dan Gadis Remaja
Menginjak usia nyaris kepala lima tak membuat seorang pria paruh baya asal Jember Jawa Timur, kekurangan akal menaklukkan gadis yang masih di bawah umur. Terlebih beberapa tahun kesepian, karena ditinggal isteri yang menjadi TKI ke luar negeri.Dia adalah Agus Rohmad (46), warga Desa Pontang, Kecamatan Ambulu, Kabupaten Jember. Untuk mengusir kesepian, dia melirik anak gadis tetangganya yang sudah menginjak usia 17 tahun.

Sikap ramah dan senyum selalu ditampilkan, saat bertemu dengan korban dan keluarganya. Bahkan, Agus sering mendatangi rumah korban, hanya untuk tebar pesona, sehingga korban pun masuk dalam jebakan asmaranya."Sekitar bulan Maret 2018, saat suasana rumah korban sepi, dia menemui korban. Dia merayu korban, hingga korban mau berhubungan badan dengan tersangka," kata Jaksa Penuntut Umum, Dedi Johansyah, di Pengadilan Negeri Jember, Kamis, 28 Februari 2019.

Sejak itu, mulai Maret hingga Oktober 2018, korban menjadi pemuas nafsu terdakwa. Hubungan itu dilakukan lebih sering, kadang berapa hari sekali atau seminggu dua kali. Usai melakukan perbuatan itu, baru terdakwa memberi uang antara 20 ribu hingga 50 ribu rupiah.Salah satu pemungkas dari rayuan Agus sehingga korban mau melakukan badan, yakni dengan memuji korban.Perbuatan itu dilakukan di rumah korban dan di kandang ayam, secara bergantian. Kasus tersebut terbongkar setelah korban hamil 7 bulan.

Atas perbuatannya itu, Agus Rohmad, terbukti melakukan serangkaian kebohongan dan tipu muslihat, sehingga melakukan hubungan badan dengan anak yang masih di bawah umur. Melanggar pasal 81 ayat 2 Undang-undang perlindungan anak nomor 35 tahun 2014 perubahan atas undang-undang nomor 23 tahun 2002," kata dia."Dia dituntut hukum 9 tahun penjara. Denda 1 miliar rupiah, subsider 6 bulan kurungan," imbuhnya.

Sementara, kuasa hukum terdakwa Agus Rohman, Naniek Sugiarti saat dikonfirmasi membenarkan tuntutan tersebut. Namun, menurut Naniek, perbuatan yang dilakukan klien, terjadi suka sama suka. Tidak ada bujuk rayu, korban memang menyukai terdakwa."Kami keberatan atas tuntutan tersebut. Kami masih akan mengajukan pleidoi atau nota pembelaan dalam sidang berikutnya," ujar Naniek.

Cerita Jokowi Siap Didongkel Sebagai Presiden Jika Gagal Negosiasi Freeport

Cerita Jokowi Siap Didongkel Sebagai Presiden Jika Gagal Negosiasi Freeport
Calon presiden nomor urut 01, Joko Widodo memberikan arahan kepada Tim Kampanye Daerah (TKD) Provinsi Gorontalo di Hotel Maqna Gorontalo, Kamis (28/2) malam. Di sela-sela pengarahan, Jokowi menceritakan proses negosiasi divestasi 51 persen saham PT Freeport Indonesia.Jokowi menyebut, negosiasi yang dilakukan antara pemerintah dengan PT Freeport Indonesia dimulai sejak 2014 lalu. Jokowi mengaku mempertaruhkan jabatannya sebagai Presiden jika gagal merebut 51 persen saham dari tangan perusahaan tambang asal Amerika Serikat itu."Kalau saat nego itu kita kalah, ya sudah itu resiko saya. Sebuah resiko itu keputusan yang saya hadapi sudah saya hitung. Paling-paling didongkel dari Presiden, iya kan," ucapnya.

Saat proses negosiasi berjalan, lanjut Jokowi, tekanan politik baik nasional maupun internasional berdatangan. Namun, Jokowi tak patah arang dan justru terus mendorong para pembantunya untuk merebut sebagian besar saham Freeport.Jokowi optimistis 51 persen saham Freeport bisa kembali ke pangkuan Ibu Pertiwi."Dipikir tidak ada intrik-intrik politik nasional maupun internasional, dipikir mudah. Freeport itu hampir 4 tahun kita nego, alot sekali, ramai sekali. Tapi saya enggak pernah mau longgar, menteri-menteri saya sampaikan terus 'Pak ini ada problem-problem ini'. Terus lapor lagi 'Pak ada masalah seperti ini. Apakah lanjut, diteruskan atau enggak?," beber Jokowi."Saya sampaikan (kepada para menteri) resiko-resiko yang ada itu secara politik sudah saya hitung! Kita harus mencoba apakah ini benar-benar bisa kita dapatkan atau tidak, akhirnya bisa kan," sambungnya.

Selain negosiasi Freeport, Jokowi juga menyinggung perebutan pengelolaan Blok Rokan dari tangan PT Chevron Pacific Indonesia. Saat ini, pengelolaan Blok Rokan 100 persen diambil alih oleh PT Pertamina."Namanya Blok minyak Rokan di Riau itu dikelola lebih dari 90 tahun oleh Chevron namanya dari Amerika. 2018 Kemarin sudah dimenangkan 100 persen oleh Pertamina," ujar dia.

Jokowi menuturkan, perebutan pengelolaan Blok Rokan dan saham Freeport Indonesia ini merupakan bentuk komitmen pemerintah untuk menjaga aset Indonesia. Jokowi juga menegaskan upaya tersebut sebagai buktinya tak pernah berpihak pada perusahaan asing."Saya ini terlalu lama diam. Tapi begitu dituding antek asing saya harus mulai bersuara. Sekarang bapak ibu sekalian bisa ceritakan kepada masyarakat," pungkas capres petahana ini.

Indomaret dan Alfamidi Masih Gratiskan Kantong Plastik

Indomaret dan Alfamidi Masih Gratiskan Kantong Plastik
Sejumlah toko ritel di kawasan Bekasi dan Depok belum memberlakukan plastik berbayar kepada konsumen hingga awal Maret ini. Namun demikian, masing-masing kasir sudah memberitahukan kepada konsumen perihal rencana perusahaan untuk mengenakan harga terhadap kantong plastik yang dibawa pulang oleh pembeli.Sebelumnya, Ketua Asosiasi Pengusaha Ritel (Aprindo) Roy Mandey mengatakan seluruh gerai ritel yang menjadi anggota di asosiasi tersebut akan mulai menerapkan kebijakan kantong plastik berbayar pada 1 Maret 2019. Harga yang harus dibayar konsumen untuk satu kantong plastik ditetapkan sebesar Rp200 per lembar.

Karyawan Alfamidi di Bekasi menyebut belum ada arahan untuk mengimplementasikan kebijakan kantong plastik berbayar. Biasanya, bila memang sudah diberlakukan, maka akan tertera langsung pada layar komputer kasir. "Ini lihat saja, pas transaksi masih gratis kok, belum berbayar. Biasanya, kalau sudah berbayar nanti tertulis harga, kalau ini tidak,"

Kendati begitu, manajemen sejak lama sudah berupaya mengurangi penggunaan kantong plastik dengan menjual tas belanja yang lebih ramah lingkungan dengan harga bervariasi mulai dari Rp3 ribu. Namun, ia mengakui masyarakat masih terbiasa menggunakan kantong plastik yang dibagikan gratis. "Kami kan jual juga tas belanja atau mereka (konsumen) sebenarnya bisa bawa tas belanja sendiri. Tapi jarang," ucap karyawan itu.

Sayang, ia tak menyebut pasti jumlah kantong plastik yang biasanya digunakan per hari. Yang pasti, plastik berukuran paling besar yang biasanya paling sering digunakan. "Lalu kalau belinya banyak sekali kan juga plastik sampai di double, tapi kalau pembelian yang kecil-kecil biasanya konsumen tidak mau pakai plastik," imbuh dia.

Hal yang sama juga terjadi di Indomaret yang terletak di Depok. Karyawan Indomaret yang tak mau disebut identitasnya tersebut menuturkan konsumen masih bebas membawa pulang plastik dengan gratis. Sejauh ini, ia belum mendapatkan informasi kapan tepatnya toko ritel itu akan memberlakukan plastik berbayar. "Tadi di grup kantor yang area juga pada bertanya apakah di komputer sudah tertera harga untuk plastik, tapi ternyata belum, masih gratis. Semua kan otomatis di komputer," tutur karyawan itu.

Jika memang sudah berlaku, lanjut dia, tiap kasir akan memberitahukan dulu kepada konsumen bahwa plastik dikenakan biaya. Dengan begitu, konsumen bisa memutuskan sendiri apakah tetap mau menggunakan kantong plastik atau tidak. "Karena takutnya kan justru karena bayar jadi tidak mau," jelasnya.

Terkait jumlah penggunaannya sendiri, jumlah kantong plastik berukuran besar rata-rata keluar sebanyak 200 lembar atau dua bungkus per hari. Kemudian, kantong plastik berukuran sedang sebanyak 100 lembar, dan kecil hanya 50 lembar per hari. "Karena kalau beli satu atau dua barang konsumen juga tidak mau pakai plastik, misalnya beli rokok tidak gunakan plastik," jelas karyawan tersebut.

Bukan Cari Untung

Secara terpisah, Direktur Pemasaran PT Indomarco Prismatama Wiwiek Yusuf mengakui bahwa Indomaret memang belum menerapkan plastik berbayar kepada konsumen. Saat ini, perusahaan masih melakukan sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat. "Kami masih menyediakan plastik (gratis) sambil mengedukasi dengan menyediakan tas belanja ramah lingkungan," kata Wiwiek.

Namun, perusahaan juga akan menyesuaikan dengan peraturan di masing-masing daerah tempat Indomaret berada. Sebab, beberapa daerah sudah memiliki peraturan daerah (perda) terkait pelarangan plastik. "Kami mengikuti perda, bila ada larangan, kami tidak menyediakan kantong plastik. Ada beberapa daerah (yang menetapkan pelarangan kantong plastik), seperti Bogor, Bali, dan Banjarmasin," papar Wiwiek.
Sejauh ini, Wiwiek belum dapat memberi kepastian kapan perusahaan menerapkan plastik berbayar kepada konsumen. Perusahaan akan terus melakukan evaluasi penggunaan kantong plastik.

Senada, Direktur PT Midi Utama Indonesia Tbk (MIDI) Solihin mengungkap perusahaan sedang menghitung jumlah stok plastik di seluruh gerai. Nantinya, laporan itu akan dikumpulkan dan dievaluasi pada Senin (4/3) besok. "Karena kalau mau dijadikan transaksi penjualan kan dimasukkan dulu sebagai stok, ini lagi dihitung," tutur Solihin.
Walau masuk sebagai stok penjualan, tetapi penetapan plastik berbayar bukan ditujukan sebagai pencarian keuntungan lain perusahaan ritel. Masing-masing manajemen ritel, diakui Solihin, sudah sadar betul untuk mengurangi penggunaan plastik. "Kami kan memberlakukan ini nanti tujuannya agar tidak dibeli masyarakat, bukan untuk keuntungan, ingat ya," tegas Solihin. Makanya, perusahaan menyediakan kantong belanja di tiap ritel agar konsumen tak lagi bergantung dengan kantong plastik. Harga kantong belanja itu beragam dari Rp3 ribu sampai Rp20 ribu.

Jokowi: Logikanya Keluarga Uno Itu Dukungnya ke Pak Sandi

Jokowi: Logikanya Keluarga Uno Itu Dukungnya ke Pak Sandi
Calon presiden nomor urut 01, Joko Widodo menyampaikan apresiasi atas dukungan yang diberikan oleh keluarga Uno.Uno merupakan salah satu marga di Gorontalo. Nama itu juga merupakan nama belakang cawapres nomor urut 02, Sandiaga Uno yang juga berasal dari Gorontalo."Ya, logikanya kan harusnya keluarga Sandiaga Uno itu dukungnya ke Pak Sandi. Ya kalau ke saya, ya sangat terima kasih," kata Jokowi kepada media di Desa Motilango, Kabupaten Gorontalo, Jumat (1/3).

Mantan Gubernur DKI Jakarta itu mengaku tidak tahu penyebab dukungan dari keluarga cawapres nomor urut 02, Sandiaga Uno, kepada dirinya.Meski demikian Jokowi tak mengelak bahwa dukungan tersebut dapat memberikan persepsi politik yang positif bagi dirinya dan Ma'ruf Amin."Ya tentu saja akan timbul sebuah persepsi yang baik saudara-saudara Pak Sandi malah dukung kita," kata Jokowi terkait keuntungan dari dukungan itu.

Sebelumnya saat silaturahim Tim Kampanye Daerah dengan Jokowi pada Kamis malam (28/2) kerabat Cawapres 02 Sandiaga Uno, Rudi Hartono Uno, menyampaikan dukungannya kepada Jokowi.Ia mengapresiasi kinerja Presiden petahana itu saat memimpin Indonesia selama hampir lima tahun.

Indonesia akan menyenggarakan Pemilu pada 17 April 2019, antara lain memilih anggota legislatif dan presiden.Terdapat dua capres dan cawapres yakni nomor urut 01 Joko Widodo dan Ma'ruf Amin, serta nomor urut 02 Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno

Diprotes Kartu SIM Hangus, Operator Sebut Ikuti Aturan

Diprotes Kartu SIM Hangus, Operator Sebut Ikuti Aturan
Dua operator telekomunikasi XL Axiata dan Telkomsel memberikan klarifikasi mengenai hangusnya kartu SIM. Kedua operator mengatakan penonaktifan kartu dilakukan sesuai dengan amanat dari badan Regulasi Telekomunikasi Indonesia (BRTI) yang melarang terjadinya registrasi Mobile Subscriber Services Digital Network Number (MSISDN) dengan jumlah yang tak terbatas.

Satu identitas dalam Nomor Induk Kependudukan dan Nomor Kartu Keluarga hanya bisa memiliki tiga nomor ponsel. Amanat BRTI tercantum dalam Surat Edaran BRTI Nomor 1 tahun 2018 dan TAP BRTI Nomor 3 tahun 2018, yang diperjelas dengan surat edaran BRTI No.22/BRTI/I/2019."Semua operator diberikan waktu pemblokiran atau penonaktifan kartu-kartu yang tidak sesuai dengan aturan harus dilakukan sampai dengan 21 Februari 2019. Pada tanggal itu semua operator wajib melaporkan "pembaharuan data" dari seluruh jumlah pelanggan aktif berikut seluruh kartu-kartu yang dinonaktifkan,"
Tri menegaskan definisi nonaktif adalah nomor tersebut tidak dapat digunakan lagi atau hangus. Sebagaimana yang diatur dalam TAP BRTI Nomor 3 tahun 2018, nomor tersebut tidak dapat digunakan lagi untuk melakukan registrasi ulang.

Dihubungi terpisah, GM External Corporate Communications Telkomsel Denny Abidin mengatakan Telkomsel tetap patuh pada regulasi dan amanat dari BRTI. Telkomsel mendapat protes keras dari pedagang pulsa di seluruh Indonesia. Beberapa waktu lalu, Kesatuan Niaga Celular Indonesia (KNCI), asosiasi para pedagang pulsa, menggeruduk gerai Telkomsel di daerah Jawa Timur, Sumatera Barat, Jabodetabek, Bali, Aceh, Banten."Terkait dengan demo KNCI, Telkomsel selalu berupaya untuk memenuhi kepatuhan terhadap regulasi dan melaksanakan amanat regulasi BRTI. Kami juga aktif melakukan sosialisasi kepada unit-unit di internal Telkomsel dan mitra dealer Telkomsel untuk mengimplementasikan kebijakan tersebut," kata Denny.

Kedua operator juga berpendapat bahwa aturan ini dalam jangka panjang akan berdampak positif bagi Indonesia. Tri mengatakan registrasi kartu SIM ini akan mendorong industri yang lebih sehat di masa depan. Akan tetapi Tri mengakui dalam prosesnya memang ada dampak jangka pendek yang dialami oleh beberapa pemangku kepentingan. Tri mengatakan pihaknya masih melakukan rekonsiliasi terkait jumlah kartu SIM yang hangus. "Namun kami meyakini bahwa dalam jangka panjang ketentuan ini akan membawa manfaat yang lebih baik bagi penjual dan masyarakat, karena data-data pelanggan menjadi lebih valid, mengurangi kemungkinan penyalahgunaan nomor oleh pihak yang tidak bertanggung jawab," ujar Tri.

Di sisi lain, Denny mengatakan pihaknya siap mendukung pemerintah untuk melakukan fungsi pengawasan dan pengendalian dalam regulasi registrasi kartu SIM ini. "Telkomsel dan mitra dealer kami secara bersama-sama berkomitmen mendukung dan mengimplementasikan kebijakan tersebut sebagai upaya untuk memenuhi ketaatan terhadap regulasi dan dalam rangka menciptakan industri telekomunikasi yang lebih sehat melalui registrasi pelanggan," tutur Denny.

Gojek Masuk Thailand, Berkat Cinta Pandang Pertama Nadiem Makarim

Gojek Masuk Thailand, Berkat Cinta Pandang Pertama Nadiem Makarim
Salah satu unicorn Indonesia, Gojek, memperluas layanannya ke Thailand dengan meluncurkan aplikasi Get. Aplikasi ini merupakan hasil kolaborasi antara Gojek dengan mitra lokal.  Komunikasi antara Gojek dan Get telah terjalin sejak setahun yang lalu. Bagaimana awal mula kolaborasi ini terbentuk?

Pinya Nittayakasetwat, Co-Founder dan Chief Executive Officer Get, bercerita pada awalnya pihaknya ingin membuat sesuatu yang berdampak pada aspek sosial di Thailand dan keinginan tersebut membawanya bertemu dengan Gojek."Saya ke Indonesia dan mendapatkan pengalaman apa yang telah dilakukan Gojek di sana, seperti menyediakan pekerjaan dan menyediakan apa yg dibutuhkan konsumen. Saya terkesima dengan apa yang bisa dilakukan Gojek di Indonesia," ujarnya dalam konferensi pers peluncuran Get di Bangkok, Rabu, 27 Februari 2019.

Dalam kolaborasi ini, Gojek mendukung Get dari sisi pendanaan dan teknologi. Pinya menyatakan dirinya memastikan teknologi yang dimiliki Gojek relevan untuk diterapkan di Thailand. "Kami juga diberikan izin untuk melokalisasi aplikasi. Ini yang membuat kami memilih Gojek," jelasnya.Terkait dengan nilai pendanaan yang digelontorkan Gojek, Pinya enggan menyebutkan. Kendati demikian, dia menyatakan nilai funding dari Gojek lebih dari cukup untuk mendukung operasi Get di Thailand.

Sementara itu, Nadiem Makarim, Founder dan CEO Grup Gojek, mengatakan kolaborasi dengan Get diumpamakan sebagai cinta pada pandangan pertama. Pada awalnya, pihaknya belum memiliki pandangan apakah akan memperluas layanan ke Negara Gajah Putih tersebut setelah merambah ke Singapura, Vietnam, dan Filipina.Namun, setelah bertemu dengan tim Get, pihaknya mendapatkan pandangan yang jernih mengenai ekspansi ke Thailand. "Mereka sangat optimistis dan berhasil menarik kami, akhirnya kami putuskan untuk kolaborasi," katanya.

Pada Rabu (27 Februari 2019), Get secara resmi diluncurkan di Bangkok dan dihadiri oleh Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara beserta Duta Besar Indonesia untuk Kerajaan Thailand Ahmad Rusdi.Setelah fase beta dimulai pada Desember 2018 di 3 distrik, Get telah memperluas jangkauan layanan hingga menjangkau 80% atau 41 distrik di Bangkok. Aplikasi Get tercatat telah diunduh lebih dari 200.000 kali sejak diluncurkan. Di Thailand, layanan yang ditawarkan Get tidak hanya terkait layanan transportasi roda dua, Get Win, tetapi juga layanan kiriman barang Get Delivery dan layanan antar makanan atau Get Food.

Diberdayakan oleh Blogger.