Jumat, 22 Februari 2019

Permainan Seks Yang Sangat Luar Biasa

Permainan Seks Yang Sangat Luar Biasa
Kehidupan pasangan Ardi dan Emma boleh dikatakan bahagia. Melewati usia lima tahun pernikahan, mereka tetap rukun, serba kecukupan, dan telah pula dikarunia dua orang anak yang sehat. Hanya saja, hampir dua bulan belakangan mereka merasa adanya kemunduran dalam kehidupan seksual. Mereka sering merasa cepat lelah dan stamina merosot, sehingga gairah pun hilang.

Untuk mendapatkan kehidupan seksual yang luar biasa, tak cukup hanya dengan menjaga kebugaran atau kesehatan tubuh secara umum. Pasangan juga harus mampu berkreasi dalam banyak hal, mulai dari komunikasi, kesamaan persepsi dalam hal mencapai kepuasan seksual, serta perlu kecerdasan dalam memaknai hubungan tersebut.“Seperti halnya pengetahuan lainnya, masalah seks juga harus dipelajari, baik itu dari kasus dan pengalaman orang lain, melalui buku atau pendapat dokter ahli. Itu membuat orang akan paham, termasuk dalam mencari solusi atas berbagai hambatan dalam hubungan seksual,” ungkap Dr. Nugroho Setiawan, Sp.And., androlog dari Klinik Grasia, Jakarta.Sebuah penelitian tentang perilaku seksual menunjukkan, hubungan seksual yang benar dan berlangsung harmonis tidak dapat dicapai secara alamiah. Hal itu harus dipelajari dan dibina bersama oleh pasangan. Tanpa usaha itu, seks hanya sekadar aktivitas di atas ranjang.

Selanjutnya hubungan itu pun rentan menjadi sebab terjadinya perselingkuhan dan perceraian. Karena itu, kreasi dan kecerdasan dalam hal seksual diperlukan untuk menekan risiko hubungan pasangan yang meluncur ke arah ketidakharmonisan.Kecerdasan tak bisa dipisahkan dengan persepsi positif. Dalam hal ini pasangan dituntut untuk memiliki persepsi yang baik atas kehidupan seksual. Anggapan bahwa seks merupakan hal tabu harus dibuang jauh-jauh. Dengan pemikiran ini, baik perempuan maupun laki-laki dapat secara terbuka mengungkapkan hambatan atau ketidakpuasan dalam kegiatan intim mereka.

Kecerdasan dan kebugaran mental akan membawa mereka pada sikap tenang atau rileks saat mengomunikasikan gangguan tersebut. Sering kita dengar tentang letupan emosi atau kemarahan yang meledak, gara-gara kegagalan berhubungan seks. Cara seperti ini jelas tidak menawarkan solusi apa pun. Sebaliknya, cenderung mudah menimbulkan rasa bersalah pada salah satu pihak dan menyisakan konflik yang menganga.

Juga harus disadari bahwa perempuan boleh bersikap aktif dalam berhubungan seks. Tak cuma suami yang harus selalu memegang kendali atas kegiatan tersebut, sementara sang istri menjadi “patung”.“Interaksi ini akan lebih baik jika dibangun atas keaktifan kedua belah pihak. Sikap aktif dan kenikmatan seksual atau orgasme bagi perempuan sama sekali bukan dosa. Jadi nikmatilah sesering Anda mampu,” ujar Dr. Nugroho.

Bila kenikmatan seksual hanya dirasakan oleh salah satu pihak, akan cepat menimbulkan kejenuhan. Tak hanya bagi pasangan yang telah lama menikah, tapi juga berisiko bagi pasangan baru.“Pada pasangan lama, kejenuhan seksual terutama disebabkan oleh monotoni, baik dalam hal suasana maupun perilaku seksual,” tutur Prof. DR. Wimpie Pangkahila, Sp.And., FAACS., Guru Besar Fakultas Kedokteran Universitas Udayana, Denpasar, Bali ini. Supaya kontak seksual dapat terus dipertahankan, bahkan ditingkatkan, perlu adanya kreativitas dari masing-masing pasangan ini.

Keluhan menyangkut kehidupan seksual pasangan suami-istri (pasutri) merupakan persoalan klasik. Di tengah kehidupan modern saat ini, solusi untuk masalah itu tentu lebih beragam. Dalam memutuskan pemecahan masalah sebaiknya harus mempertimbangkan kebahagiaan kedua belah pihak.Menurut Prof. Wimpie, seksualitas dalam perkawinan mempunyai empat dimensi, yaitu prokreasi, rekreasi, relasi, dan institusi. Prokreasi artinya menghasilkan keturunan atau generasi sebagai penerus. Rekreasi mengandung pengertian kesenangan, yang berhubungan dengan kenikmatan dan kepuasan seksual. Dan itu harus diusahakan bersama-sama.

Dimensi relasi berarti kehidupan seksual berfungsi sebagai pengikat yang akan lebih mempererat hubungan batin suami dan istri di dalam suatu institusi, yaitu lembaga perkawinan. Keempat dimensi ini dapat dicapai, jika tidak ada gangguan seksual dan reproduksi, baik di pihak laki-laki maupun perempuan.Di dalam perkawinan, kehidupan seksual seseorang mengalami penyesuaian karena hadirnya orang lain, yaitu suami atau istri. “Suami atau istri tidak lagi hanya berkepentingan dengan seksualitas dirinya, tapi juga dengan pasangannya. Maka dia harus melakukan penyesuaian dengan seksualitas pasangannya. Tanpa itu, akan timbul masalah seksual,” sebut Prof. Wimpie.

Beberapa masalah yang dapat dialami pasutri antara lain, faktor fisik yang secara umum menjadi penyebab mayoritas penurunan kualitas hubungan seksual. Stamina dan kebugaran fisik memberikan efek langsung terhadap kesehatan tubuh secara utuh.Masalah kebugaran fisik ini sering dipengaruhi oleh pertambahan usia, yang menyebabkan respon faali organ seks menurun. Sensitivitas susunan saraf melorot, dan kecepatan terangsang terhadap stimulasi (rangsangan) seksual pun menjadi lambat. Kondisi ini pada setiap orang tentu berbeda tingkatannya.

Di usia muda, orang yang sehat tidak butuh waktu lama untuk terangsang dan siap berhubungan seks. Setelah usia menua, waktu yang diperlukan untuk terangsang menjadi lebih lama. Berkurangnya kadar hormon testosteron pada pria dan estrogen pada perempuan, sering dinyatakan sebagai penyebab menurunnya gairah. Padahal, soal itu tidak berpengaruh negatif terhadap dorongan seks.

Pada perempuan, penurunan seks cenderung disebabkan oleh sindrom pasca menopause. Gejalanya, sering mengalami rasa gerah (hot flush), kulit dan vagina mengering, sulit tidur, kelelahan yang amat sangat, berkeringat di malam hari, dan cepat emosi.Masalah lainnya yang mempengaruhi kehidupan seksual adalah perubahan mental, seperti menurunnya kepercayaan diri, depresi, gairah kerja merosot, vitalitas hidup menurun, putus asa, dan stres.

Kondisi ini dapat berasal dari lingkungan keluarga, masyarakat, atau lingkungan kerja. Ditambah lagi kondisi fisik yang semakin menurun, sehingga daya tahan terhadap kemampuan menanggulangi stres dan gangguan jiwa juga menurun.Agar hal ini tidak terjadi, perlu dilakukan usaha secara terus-menerus. Di antaranya berolahraga teratur, istirahat cukup, dan mengonsumsi makanan bergizi seimbang.

Olahraga secara teratur akan memperlancar peredaran darah dan membantu mengembalikan fungsi organ-organ seksual. Lebih dari itu,film bokep klik olahraga juga dapat mencegah berbagai penyakit yang mungkin akan mengganggu fungsi seksual.Jika tubuh mulai merasa letih karena aktivitas atau pekerjaan, berikan waktu yang cukup untuk beristirahat. Sekaligus memberikan kesempatan tubuh untuk rileks dan membantu proses pengembalian stamina. Konsumsi makanan sehat dengan gizi seimbang akan memastikan kecukupan pasokan protein, vitamin, mineral, dan sebagainya. film semi klik disiniKeindahan kehidupan seksual memang sangat tergantung pada kesehatan fisik dan mental yang prima. Langkah yang perlu diambil adalah melatih mental, sosial, fisik, dan spiritual secara menyeluruh.

Polisi Amankan Pria Terduga Pemeran Video Mesum SMK Samarinda

Polisi Amankan Pria Terduga Pemeran Video Mesum SMK Samarinda
Polisi akhirnya mengamankan Tu, pria terduga pemeran dalam video mesum sejoli SMK di Samarinda, Kalimantan Timur. Pasangan wanita, An, yang masih berusia di bawah umur, juga masih dimintai keterangan. Diduga, penyebaran video mesum itu bermotif sakit hati.

Tu diamankan sejak Kamis (21/2) kemarin. Selain Tu dan An, polisi juga telah meminta keterangan 4 saksi lainnya. Video mesum itu, jadi salah satu barang bukti penyidik."Iya, diamankan 1 orang, supaya penanganan lebih cepat," kata Kapolresta Samarinda, Kombes Pol Vendra Riviyanto, ditemui merdeka.com di kantornya, Jumat (22/2).

Keterangan diperoleh merdeka.com, Tu diamankan lantaran dia sudah berusia dewasa. Sementara An, masih berusia di bawah umur, meski sekarang tidak lagi berstatus sebagai siswi SMK.Pasca tersebarnya video itu, An mengundurkan diri, lantaran teman-temannya tahu, An sebagai pemeran wanita dalam video asusila itu. Penyebaran video itu, diduga bermotif sakit hati teman-teman An. Dikonfirmasi, Vendra mengaku belum tahu kebenaran kabar motif itu."Belum, belum diketahui motifnya. Masih penyelidikan, dan penyidikan ya," ujar Vendra.

Sampai sore tadi, Tu dan An, menjalani pemeriksaan di 2 ruang berbeda di ruang unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA), dan ruang Ekonomi Khusus (Eksus) Satreskrim Polresta Samarinda.Vendra kembali memastikan,Tu yang diamankan, adalah terduga pemeran pria. "Iya, pemeran. Belum ada penetapan tersangka. Tapj segera kita selesaikan kasus ini," demikian Vendra.Diketahui, beredar video mesum sejoli, yang sempat dikabarkan siswa dan siswi SMK di Samarinda, beredar sejak Senin (18/2). Belakangan, hanya pemeran wanita saat perekaman video itu, berstatus siswi SMK. Ada 2 video berformat mp4 masing-masing berdurasi 2 menit 12 detik dan 43 detik, diduga berada di dalam kamar tidur.

DPR Akan Panggil Menkes soal Penghapusan Obat Kanker di BPJS

DPR Akan Panggil Menkes soal Penghapusan Obat Kanker di BPJS
Ketua Komisi XI DPR Dede Yusuf Macan Effendi berencana segera memanggil Kementerian Kesehatan untuk meminta keterangan soal penghapusan obat kanker usus besar atau kolorektal dari daftar obat yang ditanggung layanan BPJS Kesehatan. "Kami akan rencanakan atur waktunya untuk memanggil Kemenkes, untuk kita minta keterangannya usai reses ya,"

Dalam keputusan itu ada dua jenis obat kanker yang dihilangkan dari layanan BPJS Kesehatan. Pertama, obat bevasizumab yang digunakan untuk menghambat pertumbuhan kanker. Kedua, cetuximab yang digunakan untuk pengobatan kanker kolorektal (kanker usus besar).
Untuk jenis obat bevasizumab, dalam keputusan menteri tersebut, sudah tidak masuk dalam formularium nasional obat yang ditanggung BPJS Kesehatan.

Lebih lanjut, Dede menyayangkan pemerintah menghapus dua obat kanker itu. Sebab, kata dia, hal itu akan memberatkan para penyintas kanker usus besar karena harus menanggung sendiri biaya kedua obat tersebut."Alasannya apa mereka mau mencabut obat itu? apa karena pertimbangan biaya atau karena pertimbangan BPJS-nya. Sebab, dalam peraturan disebutkan pembayaran premi iuran yang dilakukan oleh peserta sudah harus mendapatkan semua jenis pelayanan kesehatan,"
Lebih lanjut, Dede menyangsikan pemerintah sedang melakukan penghematan untuk mencabut kedua obat kanker tersebut dari BPJS.

Bila alasan penghematan, Dede menyarankan pemerintah bisa mengeluarkan kebijakan pembiayaan obat melalui cara urun biaya atau Coordination of Benefit (CoB) untuk menekan biaya."Mungkin seharusnya Kemenkes menerapkan alternatif cara lain bila dirasa ingin menghemat, misalnya dengan CoB atau misalnya dengan bekerjasama dengan asuransi lainnya," kata dia.

Selain itu, Dede menyatakan seharusnya pemerintah bisa mengeluarkan strategi alternatif sebagai pengganti obat tersebut ketimbang menghapuskannya dari Formularium Nasional."Komisi IX memandang bahwa penghapusan obat itu harus jelas mekanismenya, apabila obat itu dirasakan tak bermanfaat lagi, maka harus ada alternatif pengganti obat lainnya," kata dia.Tapi, kata Dede, kalau kemudian obat itu masih bermanfaat bagi para penderita kanker, terutama kanker kolorektal, itu harus tetap diadakan dan tak boleh dicabut.

Ilmuwan Asing Temukan Lebah Raksasa di Indonesia

Ilmuwan Asing Temukan Lebah Raksasa di Indonesia
Tim peneliti yang terdiri dari ahli ilmu burung, ahli ilmu serangga, dan ahli ekologi perilaku menemukan lebah terbesar di dunia yang ada di Maluku Utara. Lebah yang memiliki ukuran sebesar ibu jari orang dewasa ini sempat dinyatakan punah.Clay Bolt, Eli Wyman, dan Glenn Chilton menghabiskan waktu selama bertahun-tahun mempelajari dan mengumpulkan informasi soal lebah raksasa Wallace dari penelitian Adam Messer sebelum menyambangi Maluku Utara.

Mereka juga mengumpulkan informasi tentang habitat dan perilaku lebah lewat citra satelit sebelum turun ke lapangan.Dilaporkan CNN, temuan ini memperbesar harapan spesies penghuni hutan liat yang berada di ambang kepunahan. International Union for Conservation of Nature mengklasifikasikan lebah ini dalam kelompok rentan akibat adanya penambangan dan penggalian di hutan.
Tercatat hanya ada dua peneliti beruntung yang pernah berjumpa sebelumnya dengan lebah raksasa bernama latin Megachile Pluto ini. Pertama, adalah naturalis Inggris Alfred Russel Wallace pada 1958 saat mengeksplor pulau Bacan, Maluku Utara. Kedua, adalah ahli entomologi Adam Messer pada 38 tahun lalu, tepatnya pada 1981.

Proses pencarian

Tim mencari dari satu sarang ke sarang lainnya di hutan dan pulau-pulau terpencil di Maluku Utara. Dibantu pemandu lokal, para peneliti berhasil menemukan lebah raksasa ini di dalam gundukan di tengah hutan setelah melakukan pencarian selama lima hari.

Bolt yang sempat naik ke pohon dan melihat lebih dekat sarang lebah mendapati seekor lebah raksasa. Ia kemudian memastikan telah melihat seekor lebah raksasa di dalam sarang tersebut."Itu adalah momen yang luar biasa," imbuh Bolt yang mengatakan timnya kemudian mengabadikan lebah itu.Kendati terdengar menakutkan bagi orang awam, namun tim peneliti justru butuh waktu beberapa jam lantaran lebah jenis ini tergolong pemaluSimon Robson, ahli ekologi yang terlibat dalam misi mengatakan lebah raksasa ini tidak terlalu agresif.

MUI Soal Pose Dua Jari di Munajat 212: Itu 'Lost Control'

MUI Soal Pose Dua Jari di Munajat 212: Itu 'Lost Control'
Sekretaris Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) DKI Jakarta Yusuf Aman menyatakan bahwa penyelenggaraan acara Malam Munajat 212 tergolong tak sesuai rencana atau di luar kendali.Gestur bernuansa kampanye capres nomor urut 2, Prabowo-Sandi marak dalam acara yang diinisiasi MUI DKI Jakarta di Monas, Kamis (21/2) malam itu. Acara yang diagendakan untuk doa bersama demi keselamatan bangsa pun jadi sarat pemandangan bernuansa politis."Ini sudah lost control. Maaf, hal tersebut bukan yang dikehendaki oleh MUI,"

Sebelumnya, Wakil Ketua Umum MUI Pusat Zainut Tauhid Sa'adi sudah mewanti-wanti. Dia mengimbau kepada MUI DKI Jakarta selaku penyelenggara agar tidak ada nuansa politis yang terselip selama acara berjalan. Namun, hingga saat ini dia belum mau memberi tanggapan.Sekjen MUI Anwar Abbas juga belum mau memberi tanggapan atas maraknya nuansa kampanye Pilpres di acara Malam Munajat 212. Dia mengaku sedang tidak sehat.

Diketahui, MUI DKI Jakarta menggelar Malam Munajat 212 di Monas pada Kamis malam (21/2). Kerja sama dijalin dengan majelis taklim se-Jabodetabek demi mensukseskan acara. Acara dimulai dengan salat Magrib, lalu doa bersama meminta keselamatan bangsa dan negara.Selama rangkaian acara berjalan, begitu banyak nuansa kampanye yang tampak di Monas. Gestur ditunjukkan oleh tokoh politik maupun ribuan peserta yang hadir.

Ada sejumlah tokoh politik yang tak ragu menunjukkan pose dua jari ala pendukung Paslon nomor urut 02 Prabowo-Sandi. Bahkan, beberapa di antara mereka bermain retorika menyinggung pergantian presiden saat memberi sambutan dari atas panggung. Mereka antara lain Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Fadli Zon dan Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan. Malam Munajat 212 juga diwarnai kericuhan. Dua orang wartawan mengalami persekusi diduga oleh anggota Laskar Pembela Islam (LPI) yang menjadi satuan keamanan.

Diberdayakan oleh Blogger.