Jumat, 08 Februari 2019

Golkar Target Jokowi-Ma'ruf Menang 70 Persen di Maluku

Golkar Target Jokowi-Ma'ruf Menang 70 Persen di Maluku
Ketua Umum (Ketum) DPP Partai Golkar Airlangga Hartarto melakukan tatap muka dengan ribuan kader Partai Golkar Maluku di Maluku City Mall (MCM) Ambon, Jumat (8/2) malam.
Tatap muka tersebut dihadiri seluruh pimpinan Partai Golkar Maluku, calon anggota legislatif dari DPR dan Kabupaten/kota, pimpinan Ormas dan seluruh pengurus Partai Golkar se-Maluku.

Kunjungan ini sekaligus konsolidasi untuk menghadapi pemilihan legislatif dan pemilihan presiden yang akan digelar serentak pada 17 April mendatang.
Airlangga dalam pidatonya mengajak seluruh pengurus dan kader Golkar Maluku untuk solid memenangkan Partai Golkar dan pasangan Joko Widodo- Ma'ruf Amin.

"Yang paling penting tentu secara internal konsolidasi arahan DPP memperjuangkan kepentingan Partai Golkar di provinsi Maluku dalam rangka sukses Pileg dan Pilpres 2019 nanti," ujar Airlangga.
Airlangga mengatakan, Partai Golkar di Maluku sudah menetapkan target perolehan kursi di seluruh kabupaten/kota. Sesuai dengan target untuk Maluku, Ketum Golkar meminta kader mampu meraih 2 kursi DPR RI dan 9 kursi untuk DPRD Provinsi.

"Saya juga menantang Golkar Maluku bisa menang 20% jadi bisa menentukan kepala daerah sendiri di pilkada tanpa yang lain," ujar Airlangga.
Selain harus memenangkan Pileg, Airlangga tegaskan Partai Golkar wajib memenangkan Pasangan Jokowi dan Ma'ruf Amin saat Pilpres nanti. "Golkar harga mati, maka Jokowi juga harga mati, Jokowi sudah 70% di Maluku," tegas Airlangga.
Menteri Perindustrian ini menyampaikan bahwa Presiden Jokowi sangat mendukung pembangunan di Maluku. Dan Partai Golkar jadi penopang mengawal pembangunan sesuai Program visi kesejahteraan 2030 Presiden Jokowi.

"Sebagai Partai pengusung, hanya Partai Golkar yang memiliki kesamaan visi yakni peta Visi Kesejahteraan Tahun 2045, Golkar harus menang mutlak di Maluku," kata Airlangga
Dalam kesempatan tatap muka tersebut Airlangga didampingi oleh Sekjen Lodewijk Paulus, Ketua DPD Golkar Maluku Said Assegaf, Melchias Marcus Mekeng (Ketua Korbid PP Wilayah Timur), Yahya Zaini (Sekretaris Bappilu), Dito Ganinduto, Rizal Malarangeng, Agus Silaban dan sejumlah pengurus DPP yang lain.

Warga Empat Lawang Temukan Emas Batangan Bergambar Presiden Soekarno

Warga Empat Lawang Temukan Emas Batangan Bergambar Presiden Soekarno
Warga Desa Sukarame, Kecamatan Lintang, Kabupaten Empat Lawang, Sumatera Selatan, heboh dengan penemuan emas batangan bergambar Presiden pertama Indonesia Soekarno. Harta karun ini pun menjadi buruan warga untuk menyaksikan langsung.

Emas tersebut ditemukan oleh seorang ibu-ibu, SA (36) ketika menggali tanah rumahnya yang terbakar beberapa hari lalu. SA dan keluarganya bermaksud membangun kembali rumahnya.
SA kaget bukan kepalang menemukan sebatang emas bertuliskan Proklamator Soekarno dan di bawahnya tertulis 1818. Lalu di sampingnya tertulis Gold dan bagian sisi lain tertulis 24 K.

Tak hanya itu, ditemukan juga liontin emas berbentuk mustika naga dan keras dengan tulisan Jawa. Barang-barang antik ini masih disimpan keluarga SA.
Kepala Desa Sukarame, Rosihan membenarkan penemuan tersebut. Rumah penemu sebelumnya hangus terbakar dan berencana membangun kembali.

"Benar, penemuannya Kamis kemarin waktu gali pondasi. Ada tiga barang, semuanya asing bagi kami," ungkap Rosihan, Sabtu (9/2).
Hanya saja, Rosihan belum mengetahui pasti apakah barang-barang antik tersebut benar berbahan emas. Dirinya tengah meminta pihak terkait memeriksa langsung termasuk mengetahui tahun pembuatannya.

"Kita tunggu hasil cek nanti, kami juga bingung mengapa ada barang-barang seperti itu ada di kampung," pungkasnya.

Kisah Penjual Keliling Kopiah Khas Bangka, Dibeli Bupati hingga Gubernur Tanpa Ditawar

Kisah Penjual Keliling Kopiah Khas Bangka, Dibeli Bupati hingga Gubernur Tanpa Ditawar
Warnanya merah kecokelatan. Berfungsi sebagai penutup kepala. Ada yang kaku, ada juga yang elastis. Itulah kopiah resam. Kopiah khas Bangka, Kepulauan Bangka Belitung yang terbuat dari serat pohon resam. "Sekilas orang menyangka ini dari plastik. Padahal tidak, ini murni dari serat kayu," kata pedagang keliling Kopiah Resam, Syamsudin (43)
Bapak satu anak ini menuturkan, kopiah resam merupakan produk asli Pulau Bangka. Keahlian membuat kopiah tersebut diwariskan secara turun temurun. Kopiah kualitas biasa dibutuhkan waktu dua sampai tiga hari untuk membuatnya. Sementara kopiah kualitas bagus yang elastis dan bisa dilipat membutuhkan waktu hampir satu bulan.

"Harganya tergantung kualitas tadi. Mulai Rp 50.000 sampai Rp 1,5 juta," kata Syamsudin. Pohon resam banyak tumbuh di daerah rawa. Pohonnya mirip pakis, namun batangnya lebih tinggi dan keras. Kulit pohon resam terdiri dari beberapa lapis. Serat bagian tengahnya diambil yang kemudian diraut. Untuk menghaluskannya digunakan kaleng yang telah dilubangi.Serat resam yang telah dihaluskan akan berbentuk benang atau nilon plastik. Kemudian dibentuk menjadi kopiah. Untuk pewarnaan serta pengawet menggunakan getah pohon. Masyarakat setempat menyebutnya sulur untuk getah warna putih dan lilit untuh getah berwarna kecokelatan.

Desain kopiah resam pun dibuat bervariasi. Ada yang berbentuk bulat, ada juga yang memanjang. Perajin juga bisa membuat kopiah sesuai bentuk yang diinginkan pembeli.  Syamsudin mengaku telah berjualan kopiah resam selama hampir delapan tahun. Ia pertama kali menjadi perajin resam. Belakangan pembuatan kopiah resam lebih banyak dilakoni kaum ibu-ibu.  "Sentra produksi di daerah Bangka Barat. Seperti Desa Kelapa, Kacung, Dendang, Payak Air Bulih dan Juruh," katanya. Dari berjualan kopiah resam, Syamsudin mengaku bisa membangun rumah serta membiayai kehidupan keluarganya. Ia memasarkan kopiah resam ke masjid-masjid, tempat pameran dan pusat keramaian.

Banyak pejabat yang menggunakan kopiah resam dan membeli tanpa menawar. Mulai dari pegawai biasa, kepala dinas, bupati hingga gubernur pernah membeli kopiah resam dari Syamsudin. "Pemkab Bangka Tengah bahkan pernah mewajibkan pegawai menggunakan kopiah resam setiap hari Jumat. Ini kan produk asli daerah," ucapnya. 

Menurut Syamsudin, kopiah resam khas Bangka yang elastis menjadi pembeda dengan kopiah asal Gorontalo yang sedikit kaku karena terbuat dari serat rotan. Salah seorang pengguna kopiah resam, Tarmizi, mengatakan, kopiah resam terasa nyaman di kepala karena terbuat dari serat kayu. Selain itu, kopiah resam bisa tahan dan tidak mudah terkelupas. "Bagus. Dipakai untuk semua generasi cocok," ujar komisioner Komisi Informasi Daerah Bangka Belitung itu.

Diberdayakan oleh Blogger.