Kamis, 21 Maret 2019

Harus Sama Sama Mau, Ini Dampak jika Suami Paksa Istri Berhubungan

Harus Sama Sama Mau, Ini Dampak jika Suami Paksa Istri Berhubungan
Nama Wasekjen MUI, Tengku Zulkarnain tengah menjadi buah bibir masyarakat lantaran pernyataannya yang kontroversial dalam siaran televisi swasta INews, yang sedang membahas mengenai Rancangan Undang-Undang Penghapusan Kekerasan Seksual (RUU PKS). Dalam perdebatannya dengan Jumisih, Ketua Federasi Buruh Lintas Pabrik, Tengku Zul berpendapat bahwa melakukan hubungan intim antara sepasang suami istri tidak perlu mood, dan suami boleh memaksa istrinya berhubungan intim.Tapi, benarkah demikian? Ternyata, hubungan intim yang dipaksakan bisa memberi dampak negatif bagi kesehatan fisik dan mental seseorang lho. Simak penjelasan lebih lanjut di sini.

K.G Santhya bersama empat orang rekannya pernah melakukan sebuah penelitian yang diberi judul “Consent and Coercion: Examining Unwanted Sex Among Married Young Women in India”. Penelitian tersebut menggunakan metode survey dan wawancara mendalam yang melibatkan 1.664 wanita muda yang sudah menikah di Gujarat dan Benggala Barat India. Ternyata, ditemukan hasil bahwa sebanyak 12 persen wanita yang sudah menikah sering melakukan hubungan intim yang tidak diinginkan, sedangkan 32 persen mengalami kondisi tersebut sesekali.

Kebanyakan hubungan seks yang tidak diinginkan tersebut dilatarbelakangi oleh kondisi pasangan yang belum memiliki anak, pendidikan yang rendah, dan adanya norma yang membenarkan pemukulan istri.Selain itu, berdasarkan wawancara mendalam yang dilakukan oleh Santhya dan kawan-kawannya terhadap 69 wanita, juga ditemukan hasil bahwa para perempuan tersebut memilih untuk tidak melakukan hubungan intim saat mereka sedang tidak menginginkannya. Sebanyak 4 dari 5 respondennya memilih untuk berkata tidak ke sang suami ketika mereka tidak ingin berhubungan intim.Alasan mereka tidak ingin berhubungan intim bermacam-macam, misalnya karena sedang lelah, dalam masa menstruasi, bahkan hanya semata karena mereka memang sedang tidak mood untuk berhubungan intim.
Tapi, tentunya tidak semua pria mau menerima kondisi tersebut. Dari hasil penelitian, tidak sedikit wanita yang menceritakan pengalaman mereka dipaksa untuk memenuhi hasrat seksual suaminya.

Santhya dan kawan-kawannya, kemudian melakukan wawancara lebih lanjut untuk mengetahui pengalaman para wanita ketika melakukan hubungan intim saat mereka tidak menginginkannya. Ternyata, para wanita tersebut mengemukakan bahwa hubungan intim yang tidak diinginkan itu akan menimbulkan rasa sakit pada Miss V.
Seorang wanita bahkan mengatakan, setelah dipaksa suaminya untuk berhubungan intim, ia kerap merasakan sensasi terbakar saat buang air kecil dan juga sakit kepala. Tapi, sayangnya, ketika ia menyampaikan alasan penolakannya tersebut ke sang suami, suaminya justru marah. Itulah sebabnya sang responden terpaksa tetap menuruti hasrat seksual suaminya.

Enggak sedikit juga wanita yang mengaku bahwa mereka mengalami kekerasan ketika menolak berhubungan intim dengan suami mereka. Didapati sebanyak 13 dari 25 wanita yang enggan berhubungan intim mengalami kekerasan fisik dan psikis. Ada wanita yang dipukul suaminya karena menolak berhubungan intim. Tapi, yang paling sering terjadi adalah kekerasan psikis di mana mereka harus bertengkar dengan pasangannya, bahkan sampai sang suami minggat dari rumah.Melakukan seks yang tidak diinginkan tak hanya memberi dampak pada kondisi psikologis korbannya saja, namun juga pada kesehatan fisiknya. Margaret J. Blythe bersama empat rekannya melakukan sebuah studi yang diberi judul “Incidence and Correlate of Unwanted Sex in Relationship of Middle and Late Adolescent Women”.

Tujuan penelitian yang melibatkan 279 orang remaja wanita tersebut adalah untuk mengetahui risiko kesehatan dari seks yang tidak diinginkan. Blythe dan kawan-kawannya menemukan bahwa ternyata seks yang tidak diinginkan sudah merupakan fenomena yang umum terjadi dan itu dilakukan oleh pasangan mereka sendiri. Banyak responden dalam studi tersebut mengaku mereka mengalami tekanan secara psikis jika tidak mengabulkan permintaan pasangannya.

Sedangkan dampak seks tidak diinginkan bagi kesehatan fisik adalah meningkatnya risiko terkena infeksi organ intim. Ini berarti seks yang tidak dikehendaki bisa berdampak buruk bagi kesehatan organ reproduksi.
Shervin Assari, seorang asisten profesor psikiatri dan kesehatan publik dari University of Michigan, mengungkapkan dalam artikel yang ia tulis di The Conversation, bahwa seks yang baik akan mendatangkan kebahagiaan bagi pasangan. Berdasarkan studi yang dilakukan oleh tim lainnya, pasangan yang bisa mengalami orgasme yang menyenangkan dianggap sebagai pasangan yang lebih berbahagia. Sebaliknya, kualitas seks yang buruk atau seks yang dipaksakan justru akan memicu timbulnya perasaan depresi, terutama pada wanita.

Tips Menolak Permintaan Seks dari Pasangan
Banyak orang khawatir jika mereka menolak berhubungan intim, maka akan memicu perdebatan dengan pasangan. Mereka malas mengalami hal tersebut. Itulah sebabnya mereka memilih untuk tetap melayani permintaan seks dari pasangannya.

Padahal, menurut Grant Hilary Brenner, penulis artikel “3 Ways of Saying ‘No’ to Unwanted Sex”, tidak ada salahnya menolak hubungan intim dengan pasangan. Kuncinya adalah komunikasikan alasan penolakan kamu, bukan hanya saat pasangan mengutarakan keinginannya, namun juga saat diskusi santai. Selain itu, kamu juga perlu memaparkan risiko-risiko kesehatan reproduksi dan mental yang bisa terjadi jika dipaksa berhubungan intim.
Jika kamu mengalami stres atau depresi akibat adanya masalah seksual dengan pasangan, jangan ragu untuk menggunakan aplikasi Halodoc. Psikolog yang ahli dan tepercaya dari Halodoc siap membantumu melalui Video/Voice Call dan Chat kapan saja dan di mana saja. Yuk, download Halodoc sekarang juga di App Store dan Google Play.

Berhubungan Seks dengan Sapi, Laki-laki Ini Ditahan

Berhubungan Seks dengan Sapi, Laki-laki Ini Ditahan
Jose Nino, 29 tahun, warga negara Mexico, ditahan dan dituntut dengan tuduhan telah berlaku kejam pada hewan. Nino ketahuan sedang melakukan hubungan seks dengan seekor sapi.
Dia ditahan pada Jumat, 15 Maret 2019 lalu. Kepolisian mengatakan Nino ditahan berdasarkan keterangan sejumlah petugas patroli perbatasan Amerika - Mexico yang melihatnya berhubungan seks degnan seekor sapi.

Dikutip dari mirror.co.uk, Kamis, 21 Maret 2019, petugas dari wilayah Starr mendapat telepon dari patroli perbatasan mengenai dugaan tindak penyiksaan pada hewan dan segera melakukan penyidikan. Lewat hasil investigasi itu, teridentifikasi Nino sebagai pelakunya.

Hakim JP Guillen menetapkan uang jaminan sebesar US$ 1,500 atau sekitar Rp. 21 juta dan Nino pun dibebaskan dari tahanan patroli perbatasan Amerika Serikat. Berhubungan seks dengan hewan masuk kategori kejahatan berat.

Perbuatan asusila yang dilakukan Nino menuai komentar di media sosial Facebook. Pengguna Facebook Lisa Johnson Caples mengungkapkan kekhawatirannya pada hewan-hewan ternak yang hidupnya tak aman.Dunia ini mau jadi apa sih," tulis Rene Guerra, yang geram atas tindakan hubungan seks pada hewan yang dilakukan Nino.

Petani Tewas Tenggelam di Danau Proyek Masjid Terapung Al Jabbar

Petani Tewas Tenggelam di Danau Proyek Masjid Terapung Al Jabbar
Lokasi proyek pembangunan masjid terapung Al Jabbar, Gedebage, Kota Bandung, kembali memakan korban jiwa. Seorang petani ditemukan tewas di area proyek masjid milik Pemprov Jabar itu. Kapolsek Gedebage Kompol Oesman Imam mengatakan pria tersebut ditemukan tak bernyawa di area danau Masjid Al Jabbar pagi tadi. Menurutnya, dari informasi yang diperoleh, lelaki itu diketahui berprofesi sebagai petani.
Usianya sekitar 50 tahunan. Sudah kita evakuasi," ucap Oesman kepada wartawan, Jumat (22/3/2019).

Oesman mengatakan korban tewas tenggelam diduga terpeleset saat berjalan di tepian danau. Korban diperkirakan hendak bertani di area sawahnya yang berdekatan dengan masjid tersebut.
"Dia mau ke sawah jalan kaki lewat pinggiran danau. Terpeleset dan terjatuh ke danau," katanya.

Oesman menjelaskan danau itu berkedalaman sekitar empat meter. Saat terjatuh, korban diduga tak bisa berenang untuk menyelamatkan diri sehingga tenggelam.
"Kedalaman danau kira-kira empat meter, diduga korban tidak bisa berenang," kata Oesman.

Sekadar diketahui, beberapa waktu lalu juga terjadi insiden di proyek tersebut. Korban diketahui bernama Ahmad Sujai warga Purwakarta yang tewas setelah terjatuh dari bagian kubah masjid.   

Mobil Tabrak Kerumunan di China, Enam Orang Tewas

Mobil Tabrak Kerumunan di China, Enam Orang Tewas
Setidaknya enam orang tewas setelah sebuah mobil menabrak kerumunan di Kota Zaoyang, China, pada Jumat (22/3).Lembaga penyiaran China, CCTV, melaporkan bahwa kepolisian langsung terjun ke lokasi dan menembak mati sopir mobil tersebut.
Kepolisian lantas membawa tujuh orang yang terluka dalam insiden itu ke rumah sakit untuk perawatan lebih lanjut.

Video yang dirilis media China, The Paper, menunjukkan satu jasad ditutupi selimut tergeletak di sisi jalan. Sekelompok orang terlihat berupaya mengangkat jasad itu.
Sebagaimana dilansir Reuters, insiden seperti ini sudah beberapa kali terjadi di China dalam beberapa bulan belakangan.

September lalu, 11 orang tewas dan puluhan lainnya terluka ketika sebuah mobil menabrak kerumunan orang di Kota Hengdong, Provinsi Hunan.
Kepolisian langsung menahan sang sopir. Menurut mereka, sopir itu sudah beberapa kali melakukan hal serupa untuk "menyebabkan kerusakan serius."

Pada akhir November, sebuah mobil juga menabrak sekelompok anak yang sedang menyeberang jalan di depan sekolah dasar di Provinsi Liaoning. Tujuh nyawa melayang dan 19 orang lainnya terluka.Berdasarkan penyelidikan kepolisian, sang sopir memang sudah beberapa kali berupaya bunuh diri karena masalah rumah tangga. Ia kemudian menjalankan aksinya "dan memilih korban secara acak."

Menteri PUPR Sebut Minarak Lapindo Belum Bayar Cicilan Utang

Menteri PUPR Sebut Minarak Lapindo Belum Bayar Cicilan Utang
Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono menyebut PT Minarak Lapindo Jaya belum membayar cicilan utangnya tahun ini kepada pemerintah atas dana talangan untuk masyarakat yang terkena genangan lumpur Lapindo.Ini berarti, perusahaan milik keluarga Bakrie tersebut membayarkan cicilan terakhirnya pada pertengahan tahun lalu. "Kelihatannya iya (terakhir pada 2018)," terang Basuki di Jakarta, Jumat (22/3).

Namun demikian, ia tidak menyebut pasti berapa nominal yang sudah dibayarkan oleh Minarak Lapindo Jaya ke pemerintah. Yang pasti, jumlahnya tak lebih dari 10 persen dari total dana talangan yang dikeluarkan pemerintah sebesar Rp827 miliar. "Mereka (Minarak Lapindo Jaya) kan meminta perpanjangan waktu bayar, jadi mereka bayar sedikit. Lalu, minta perpanjangan," ujar Basuki.

Hanya saja, pemerintah sejauh ini belum mengiyakan keinginan Minarak Lapindo Jaya tersebut. Menurutnya, kewenangan itu ada di bawah Kementerian Keuangan. "Saya ikut bertanggung jawab, tapi kewenangan lain lebih ke Kementerian Keuangan," tegas Basuki.

Untuk mengingatkan, pemerintah memutuskan untuk membayarkan lebih dulu ganti rugi yang harusnya ditanggung oleh Minarak Lapindo Jaya ke masyarakat melalui perjanjian Pemberian Pinjaman Dana Antisipasi untuk Melunasi Pembelian Tanah dan Bangunan Warga Korban Luapan Lumpur Sidoarjo dalam Peta Area Terdampak 22 Maret 2007.
Penandatanganan itu dilakukan pada Juli 2015 lalu dengan syarat pengembalian maksimal empat tahun sejak perjanjian ditandatangani. Ini artinya tenggat waktu pembayaran tinggal beberapa bulan lagi, tepatnya Juli 2019. Pemerintah memberikan bunga pinjaman sebesar 4,8 persen per tahun. Bila perusahaan tak bisa melunasi utangnya, aset tanah dan bangunan yang telah dibayar Lapindo senilai Rp2,7 triliun akan beralih secara otomatis menjadi aset negara.

Diberdayakan oleh Blogger.