Kamis, 14 Maret 2019

Polres Tasikmalaya Tangkap Bandar Ganja Modus Tempel Seberat 5 Kg

Polres Tasikmalaya Tangkap Bandar Ganja Modus Tempel Seberat 5 Kg
Satuan Narkoba Polres Tasikmalaya Kota, berhasil menangkap bandar narkoba dengan peredaran modus tempel jenis ganja dan sabu di Tasikmalaya dan sekitarnya. Dari tersangka petugas mengamankan barang bukti ganja siap edar seberat 5 kilogram dan sabu seberat 34 gram. "Kita berhasil mengungkap bandar narkoba asal Ciamis, yang selama ini menjual narkoba di Tasikmalaya dan sekitarnya dengan modus tempel. Diamankan dua tersangka seorang bandar berinisial RI dan kurirnya berinisial AW," jelas Kepala Polres Tasikmalaya Kota AKBP Febry Maruf, saat pers rilis, Kamis (14/3/2019). Febry menambahkan, penangkapan kedua tersangka berawal dari laporan warga terkait peredaran narkoba di Kota Tasikmalaya. Petugas melakukan penyelidikan dan berpura-pura sebagai pembeli narkoba jenis sabu dan ganja.

Saat seorang kurir berinisial AW, berhasil ditangkap usai mengantarkan barang pesanan dan disimpan sesuai dengan kesepakatan sebelumnya via telepon antara kurir dan pembeli alias modus tempel. "Kita tangkap kurirnya saat melakukan modus tempel dengan petugas yang berpura-pura jadi calon pembeli. Dari kurir AW, kita berhasil menggali keterangan mengarah ke bandar RI asal Sindangkasih, Ciamis," ungkapnya. Saat melakukan penangkapan dan penggeledahan di rumah bandar, petugas menemukan satu bok berisi ganja kering siap edar seberat 5 kilogram. Selain ganja, sabu siap edar seberat 34 gram pun turut diamankan di rumah tersangka. "Tersangka bandar ternyata seorang residivis dengan kasus sama. Sampai sekarang kasus ini masih terus dikembangkan untuk mencari asal muasal narkoba dari tersangka ini," tambahnya.

Sementara itu, Kasat Narkoba Polres Tasikmalaya Kota AKP Hamzah Badaru, mengakui penangkapan bandar narkoba ini sebagai jaringan yang selama ini mengedarkan narkoba di Kota Tasikmalaya bermodus tempel. Kini, kedua tersangka mendekam di sel tahanan mako Polres untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya. "Untuk kurir ancaman hukuman minimal 5 tahun dan tersangka bandar minimal 7 tahun. Dijerat pasal 114 Undang-undang Narkotika," pungkasnya

Rabu, 13 Maret 2019

Biksu 74 Tahun di Thailand Ditangkap karena Perkosa Bocah 4 tahun

Biksu 74 Tahun di Thailand Ditangkap karena Perkosa Bocah 4 tahun
Polisi Thailand menangkap biksu berusia 74 Tahun karena diduga memperkosa balita beberapa kali dalam waktu yang berbeda.Phra Ther Kongkwamdee ditahan di Distrik Muang, Kota Kanchanaburi, Thailand kemarin pagi. Saat itu ia tengah berada di depan Rumah Sakit Paholpolpayuhasena, sebagaimana dikutip dari laman surat kabar Thailand The Nation pada Rabu (13/3).Kasus pemerkosaan dikabarkan terjadi pada 15 November dan 22 Desember 2016 lalu di Biara Deng Khuthu, daerah Tambon Nong Lu, Kota Kanchanaburi Thailand. Meskipun demikian, surat perintah penangkapan baru dikeluarkan pada Mei 2017 dan baru dapat dijalankan kemarin.

Saat penangkapan, biksu menolak memberikan komentar apapun. Dengan segera polisi membawa tersangka ke kuil untuk mengganti jubah biksunya dengan baju sehari-hari, kemudian menyerahkannya ke kepolisian terdekat di Distrik Sangkha Buri.
Biksu yang berjalan dengan bantuan tongkat itu, diketahui sering pergi bermain dengan korban. Sang gadis berusia empat tahun beberapa kali lepas dari pengawasan orangtua yang sibuk bekerja.

Diduga Kongkwamdee telah memanfaatkan kesempatan "bermain berdua" tersebut untuk memperkosa korban. Pihak yang pertama kali mengetahui perkosaan adalah ayah korban, saat itu ia curiga dengan perubahan suasana hati anaknya.
Sang anak mengutarakan apa yang telah dilakukan oleh Biksu Kongkwamdee kepadanya. Merasa tidak terima, sang ayah segera melaporkan Kongkwamdee ke kepolisian terdekat.

Pria sepuh itu kabur dan menjadi buron.

Tim khusus kepolisian Thailand berupaya maksimal untuk mencari Kongkwamdee. Akhirnya, pekan ini mereka mendapatkan lokasi pelaku dan menggelar operasi penangkapan.
Mengutip laman surat kabar Thailand The Nation, Kongkwamdee juga pernah terjerat kasus perkosaan terhadap perempuan berusia 13 tahun dan pencabulan terhadap anak 15 tahun. Saat itu, ia didakwa oleh pengadilan Provinsi Thong Pha Phum.

Saat mencabuli salah satu korban, diduga perempuan yang berusia 15 tahun, pria tua itu membawa lari korbannya dalam kurun waktu tertentu. Tidak dijelaskan berapa lama insiden sejenis "penculikan" tersebut terjadi.
Kasus kekerasan seksual terhadap anak yang dilakukan oleh pemuka agama sudah relatif sering terjadi.

Di Amerika Serikat kasus sejenis menjerat pendeta. Juri Kejaksaan (Grand Jury) di AS, mengutip sejumlah dokumen internal dari enam keuskupan Gereja Katolik di Negara Bagian Pennsylvania, mengajukan tuduhan pada 16 Agustus 2018 bahwa lebih dari 300 pendeta telah menjadi 'predator seksual' dan menimbulkan 1.000 korban yang --pada saat kejadian-- masih berstatus anak-anak."Kami meyakini, jumlah pasti dari anak-anak yang menjadi korban kekerasan seksual, termasuk mereka yang terdata atau yang belum mau mengaku, mencapai lebih dari 1.000," lanjut laporan tersebut, seperti dikutip dari CNN.

Pemuka agama itu memperkosa anak baik laki-laki dan perempuan dan kasusnya tersembunyi selama beberapa dekade, karena orang-orang yang bertanggung jawab tidak melakukan tindakan apapun.
Sebagian pelaku kejahatan justru "terlindungi", dalam kasus AS bahkan beberapa nama pelaku yang tercatat dalam laporan sempat mendapatkan promosi jabatan dalam struktur hierarki karier Gereja Katolik.

Intip Cara Kerja Kontrasepsi Gel, Terobosan Baru Alat Kontrasepsi untuk Pria

Intip Cara Kerja Kontrasepsi Gel, Terobosan Baru Alat Kontrasepsi untuk Pria
Anda mungkin lebih mengenal kondom sebagai alat kontrasepsi untuk pria. Namun, baru-baru ini telah dikembangkan gel kontrasepsi untuk mencegah kehamilan. Seperti apa sih gel kontrasepsi dan bagaimana cara kerjanya? Yuk, cari tahu lebih dalam mengenai terobosan terbaru untuk mencegah kehamilan pada pria berikut ini.

Apa itu gel kontrasepsi?

Wanita bisa memilih minum pil KB, suntik KB, memasang IUD, kondom wanita, menjalani tubektomi, atau memakai gel spermisida untuk mencegah kehamilan. Sangat banyak pilihan, jika dibandingkan dengan pria yang hanya bisa menggunakan kondom atau menjalani prosedur vasektomi.

Namun, baru-baru ini National Institute of Child Health and Human Development (NICHD) mengembangkan alat kontrasepsi baru untuk pria, yaitu gel kontrasepsi. Metode yang dikenal juga dengan NEST ini mengandung progestin sintesis yang disebut segesteron asetat (nestorone), testosteron sintesis, dan hormon estradiol.Umumnya estradiol digunakan untuk kontrasepsi wanita untuk menghentikan produksi sel telur. Namun, Dr. Eilliam Bremmer dari Fakultas Kedokteran University of Washington memaparkan jika hormon ini juga bisa memberikan pengaruh yang sama pada pria sehingga digunakan sebagai kombinasi NEST.

Cara kerjanya, progestin dan estradiol akan memblokir produksi testosteron alami di testis, mengurangi produksi sperma ke level sangat rendah. Meski testosteron diblokir, akan ada testosteron pengganti dari gel yang akan menjaga kadar testosteron dalam darah tetap berfungsi. Salah satunya mempertahankan gairah seks.Diana Blithe, PhD, Kepala Program Pengembangan Kontrasepsi NICHD mengatakan, “Metode kontrasepsi ini cukup aman, efektif, dan dapat membantu menjaga produktivitas dan kesehatan pria.”

Bagaimana cara menggunakan gel kontrasepsi ini?

Ada alasan kenapa nestorone tidak dibuat dalam bentuk pil layaknya pil KB yang diminum wanita. Peneliti menjelaskan jika nestorone tidak diserap dengan baik oleh tubuh ketika dikonsumsi seperti obat. Campuran testosteron buatan dalam nesteron tidak akan bertahan efeknya selama satu hari penuh.Sebaliknya, nesteron dapat bekerja dengan baik dan bertahan lebih lama jika dioleskan ke kulit. Itulah sebabnya nesteron dibuat dalam bentuk gel sama seperti pelumas seks. Meski bentuknya sama, cara penggunaanya tidak dioleskan pada penis. Jadi, jangan sembarangan menggunakan alat kontrasepsi pria ini.

Cara mengaplikasikan gel dengan benar, antara lain:

Pastikan Anda mencuci tangan dulu sebelum menggunakan gel ini.
Keluarkan gel dari wadahnya sebanyak setengah sendok teh dan oleskan pada bahu dan punggung secara merata.Mengoleskan gel sebaiknya tidak perlu dibantu dengan pasangan wanita. Pasalnya, dikhawatirkan paparan hormon-hormon dalam gel juga akan meresap ke kulit pasangan.
Jika terlanjur terkena gel, wanita harus segera mencuci tangan hingga bersih untuk menghindari paparan yang lebih besar.Gel dapat menekan jumlah sperma hingga 72 jam saja. Jika di hari ketiga, keempat, dan seterusnya gel tidak digunakan, maka fungsi gel tidak akan efektif.
Meski sudah diuji sebelumnya, masih diperlukan penelitian lebih dalam mengenai alat kontrasepsi untuk pria ini. Untuk mengetahui efek samping yang mungkin terjadi. Mungkin butuh waktu beberapa tahun ke depan menunggu alat kontrasepsi ini dipasarkan ke masyarakat secara luas.

Apakah bisa menggantikan kondom nantinya?

Selain belum dipasarkan, peneliti juga belum menyarankan penggunaan gel kontrasepsi sebagai pengganti kondom. Pasalnya, selain mencegah kehamilan, kondom juga mampu mencegahan penyakit menular seksual. Untuk itu, perlu juga penelitian lebih mendalam untuk membandingkan efektivitas gel dan kondom dalam mencegahan penyakit menular seksual.

Noda di Wajah Tidak Juga Hilang? Mungkin Ini 3 Penyebabnya

Noda di Wajah Tidak Juga Hilang? Mungkin Ini 3 Penyebabnya
Punya noda di wajah membuat sebagian besar orang tidak percaya diri, entah itu nodah hitam, merah, atau lainnya. Sayangnya masalah pada wajah ini lebih sulit dihilangkan, bahkan tidak juga hilang meski sudah diobati. Sebenarnya, apa yang menyebabkan noda ini sangat sulit dihilangkan dari wajah Anda? Cari tahu jawabannya berikut ini.

Penyebab noda di wajah sulit dihilangkan

Noda pada wajah menandakan adanya bercak, perubahan warna, atau cacat pada kulit, seperti jerawat, bintik hitam, atau bekas luka. Masalah yang mengurangi estetika wajah ini sebagian besar tidak berbahaya. Namun, bisa juga mengancam jiwa jika memang menandakan pertumbuhan kanker kulit.
Supaya kulit halus dan terbebas dari kondisi ini, Anda pasti sudah mencoba berbagai perawatan. Sayangnya, tanpa Anda sadari ada beberapa hal yang membuat noda di wajah ini jadi sangat sulit diatasi, di antaranya:

1. Perubahan hormon

Jerawat terjadi ketika produksi minyak dari kelenjar sebaceous yang terhubung ke folikel rambut menumpuk dan menyebabkan sumbatan di kulit. Dinding folikel ini akan membengkak berisikan komedo, yaitu tumpukan sel kulit mati serta minyak yang berlebih.
Kondisi ini dapat diobati dengan obat jerawat tanpa resep. Namun, noda di wajah ini dapat muncul kembali akibat perubahan hormon. Selain pubertas, menstruasi pada wanita juga memicu jerawat muncul kembali. Hal ini terjadi karena adanya perubahan hormon dalam tubuh. Salah satu hormon, yaitu androgen dapat merangsang produksi minyak pada kelenjar sebaceous jadi lebih banyak.Selain menstruasi dan pubertas, masalah kesehatan yang memengaruhi keseimbangan hormon, seperti sindrom ovarium polikistik juga bisa jadi penyebabnya.

2. Adanya bakteri

Tahukah Anda bahwa bakteri ada di mana-mana? Bakteri yang menempel dapat menyebabkan noda di wajah kembali muncul. Salah satunya Propionibacterium acnes, yaitu jenis bakteri yang bertanggung jawab dalam pembentukan jerawat. Bakteri tersebut mungkin ada di bantal, selimut, atau bahkan menempel pada alat kosmetik Anda tanpa disadari Selain itu, jenis bakteri yang berbeda pun bisa menyebabkan infeksi pada kulit. Kulit akan terasa gatal, membengkak, dan menimbulkan luka terbuka pada kulit Anda.
Kemudian, dalam beberapa hari luka akan mengering meninggalkan noda di wajah dan tubuh Anda. Jika Anda masih saja tidak menjaga kebersihan diri dan lingkungan, terutama kamar, infeksi kulit maupun jerawat akan terus muncul.

3. Paparan sinar matahari berlebihan

Paparan bintik penuaan di wajah memang tidak berbahaya, namun membuat wajah jadi tidak sedap dipandang. Penyebab terbentuknya flek hitam ini adalah paparan sinar matahari.
Meski Anda butuh sinar matahari agar tubuh tetap sehat, terlalu banyak terpapar sinar ini dapat merusak kesehatan kulit. Selain itu, area kulit tertentu juga bisa berubah warna menjadi lebih gelap bahkan merah karena terbakar (sunburn).
Pada kasus yang parah, sinar matahari yang berlebihan bisa menyebabkan sel-sel kulit jadi tidak abnormal. Membentuk benjolan kecil dengan luka terbuka yang semakin lama akan terus bertambah buruk kondisinya jika Anda terus terpapar sinar matahari.

Lantas, harus bagaimana?

Noda di wajah ada beragam macam. Penyebab sekaligus pemicunya pun berbeda-beda. Jika Anda memiliki masalah seperti ini dan kesulitan untuk menanganinya, segera lakukan pemeriksaan ke dokter. Dokter akan mengevaluasi beragam pemicu dan memberikan perawatan yang lebih tepat supaya Anda terbebas dari masalah kulit ini.

Pelanggan Caleg Germo Dijerat UU Perlindungan Anak

Pelanggan Caleg Germo Dijerat UU Perlindungan Anak
Selain menetapkan caleg germo dari Perindo jadi tersangka kasus perdagangan orang, polisi juga menetapkan tersangka pelanggannya, RW (45). Ia ditetapkan tersangka lantaran menggauli anak di bawah umur.

Penetapan tersangka RW dilakukan berdasarkan alat bukti yang ditemukan di lokasi penggegerbekan di salon RF milik caleg germo. Saat penggerebekan, polisi mendapati RW tengah berhubungan badan dengan ABG dagangan caleg NH."Ketika penggerebekan kita dapati di sekatan lantai dua itu RW sedang berhubungan badan dengan anak di bawah umur," kata Kasatreskrim Polres Cilegon, AKP Dadi Perdana Putra,

Oleh karena RW kedapatan berhubungan intim dengan anak di bawah umur, maka polisi menetapkan dia sebagai tersangka. Alasannya, pelanggan itu telah melanggar UU Perlindungan Anak."Anak di bawah umur itu kan dilindungi UU, kita periksa dan selidiki, ditetapkan lah jadi tersangka," ujarnya.
Caleg Perindo Kabupaten Serang Dapil V itu ditangkap saat polisi menggerebek salon esek-esek pada 6 Maret 2019 kemarin. Pelanggan yang berhubungan badan dengan ABG itu juga ikut diamankan saat penggerebekan.

Ia didapati tengah melakukan transaksi seks dengan ABG. Polisi akhirnya menetapkan tersangka dengan menyangkakan Pasal 83 UU Perlindungan Anak dengan ancaman manimal 3 tahun penjara.   

Diberdayakan oleh Blogger.