Senin, 01 Agustus 2016

DiniHari TNI Siaga, Delegasi Dari 100 lebih Negara Akan Padati Jakarta Besok - Comando


BERITA KOCIK | Berita Terkini - Jakarta, TNI Siaga Delegasi Dari 100 lebih Negara Akan Padati Jakarta Besok - Commando. World Islamic Economic Forum (WIEF) ke- 12 Tahun 2016 akan di lehat mulai dini hari Selasa (2/8) hingga Kamis (4/8). Sebanyak 2.500 delegasi dan 60 tokoh penting, yang berasal lebih dari 100 negara akan menghadiri forum internasional tersebut.

Untuk mengamankan jalannya forum tersebut, Tentara Nasional Indonesia (TNI) yang tergabung dalam Satuan Tugas Operasi Pengamanan VVIP WIEF Ke-12 Tahun 2016 sudah siaga. Salah satunya personel dan alat utama sistem persenjataan (Alutsista) dari Komando Armada RI Kawasan Barat (Koarmabar). Koamabar yang tergabung dalam Satgas Operasi Pengamanan Laut itu mengerahkan tiga tim Satuan Komando Pasukan Katak (Satpaska), tiga Kapal Perang Republik Indonesia (KRI), dan dua Heli Bell. Total personel dari unsur Koamabar berjumlah 600 orang.

Kepala Staf Komando Armada RI Kawasan Barat (Kasarmabar) Laksamana Pertama TNI Yudo Margono, mewakili Panglima Komando Armada RI Kawasan Barat (Pangarmabar) Laksamana Muda TNI Siwi Sukma Adji, Jumat (29/7) lalu, telah memberangkatkan Satgas Operasi Pengamanan WIP 
tersebut dalam suatu upacara pelepasan di dermaga Jakarta Internasional Continer Terminal (JICT), Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara.

Satgas Operasi Pengamanan Laut ini dipimpin Laksamana Pertama TNI  T.S.N.B Hutabarat, yang sehari-hari menjabat sebagai Komandan Gugus Tempur Laut Koarmabar (Danguspurlaarmabar). 

Dalam amanat tertulis Pangarmabar Laksda TNI Siwi Sukma Adji , yang di bacakan Kasarmabar mengatakan Operasi WIP merupakan bagian dari tugas TNI dalam melaksanakan operasi militer selain perang. Hal itu sesuai amanat UU Nomor 34 Tahun 2014 tentang TNI.

Koarmabar selaku Komando Utama (Kotama) Operasi TNI, telah mendapatkan kepercayaan dan tugas mulia dari pimpinan TNI , untuk turut ambil bagian dalam mengamankan event internasional ini. Oleh karena itu , Pangarmabar meminta Satgas Koarmabar, sesuai area operasi yang telah di tentukan, harus mampu menciptakan kondisi keamanan yang kondusif.

"Area operasi yang harus aman dari ancaman dan gangguan, khususnya dari sektor laut, yang dapat mengganggu kesuksesan forum internasional ini,"tegas Pangamabar.

Jendral Kapolri Tito Karvanian Bersumpah Untuk Mencari Dalang Penyebar Isu Di SOSMED


BERITA KOCIK | Berita Terkini - Kapolri Jenderal KePolisian Tito Karnavian telah bersumpah untuk mencari dan menangkap penyebar isu negatif di media sosial (medsos) yang menjadi penyebab terjadinya kerusuhan yang berbau SARA di Tanjungbalai, Sumut. Tito juga menghimbau seluruh masyarakat untuk mewaspadai kabar negatif melalui sosial media yang bisa memancing kericuhan sosial serupa dengan yang telah terjadi di Tanjungbalai.


“Kerusuhan di Tanjungbalai itu ialah adanya kesalahpahaman antara tetangga semata,” sambung Tito usai berdialog dengan tokoh agama dan Forum Kerukunan Umat Beragama di Mapolda Sumut di Medan, Sabtu.

Kapolri Jenderal Polisi Tito Karnavian juga menyatakan kerusuhan massa di Tanjungbalai, Sumatera Utara diduga berlatar belakang persoalan individu dalam kehidupan bertetangga. Tito menekankan seluruh lapisan masyarakat harus mempertahankan Sumatera Utara sebagai tempat toleransi umat beragama di Indonesia.

Guna mencegah dan langkah antipasi agar bentrokan tidak meluas, Kapolri bertemu dengan sejumlah tokoh masyarakat dan pemuka agama bertempat di Markas Polda Sumatera Utara. “Agar masyarakat tidak terprovokasi karena ini persoalan individu, serta diminta berpikiran jernih dalam menyikapi masalah ini,” kata Tito Karnavian melalui keterangan tertulis di Jakarta.

TNI POLRI Mengkerahkan Seribu Personil Untuk Pengamanan Dan Kerja Bakti Bersihkan Vihara Tanjung Balai


BERITA KOCIK | Berita Terkini - MEDAN - Kabid Humas Polda Sumut Kombes Rina Sari Ginting mengatakan ratusan masyarakat dan anggota TNI Polri melakukan kerja bakti untuk membersihkan Vihara di Tanjungbalai, Senin (1/8/2016). Kerja bakti diikuti hampir seribuan anggota TNI Polri.

"Situasi terakhir di Tanjung Balai sudah kondusif dan dilakukan kerja bakti berbagai komponen masyarakat dan TNI Polri ke tempat ibadah vihara," katanya.

Menurutnya saat ini ada ratusan anggota TNI Polri yang melakukan pengamanan sekaligus kerja bakti di Tanjung Balai yang berasal dari kesatuan di tubuh Polri dan TNI yakni Brimob sebanyak 500, Polres 200 personil, TNI Angkatan Darat mengerahkan sebayak 100 personil dan 100 personil dari TNI Angkatan Laut.


Rina mengatakan seluruh Police Line yang sebelumnya dipasang di 15 TKP telah dibuka dan hingga saat penyidik reskrim sudah meminta keteranan 39 orang saksi.

"12 orang tersangka yang terdiri dari delapan orang tersangka terkait kasus penjarahan dan empat orang terkait kasus pengrusakan," katanya.

Sebelumnya, terjadi perselisihan antara seorang warga dan pengurus masjid. Kepolisian sebenarnya sempat memediasi warga dan pengurus masjid bersama pihak kelurahan, namun derasnya provokasi di media sosial yang mengatakan masjid tersebut dilarang memperdengarkan azan berujung pada pengerusakan Vihara dan Klenteng.

Minggu, 31 Juli 2016

Penyebab Meninggalnya Penyanyi Mike Mohede, Inilah Sebabnya ...


BERITA KOCIK - Penyanyi bersuara merdu, Mike Mohede, meninggal dunia dalam usia 32 tahun, Minggu (31/7). Rencananya, jenazah Mike akan dimakamkan di TPU Tanah Kusir.Ucapan belasungkawa mengalir deras di media sosial dari berbagai kalangan. Banyak yang tak menyangka kepergian Mike begitu mendadak, padahal semalam dia masih manggung di acara ulang tahun pernikahan mantan presiden SBY dan Ani Yudhoyono.

Menurut manajernya, Indra Djamal, pelantun 'Semua Untuk Cinta' itu sebelumnya dalam kondisi sehat. Mike juga sempat main game dengan temannya di rumah, Minggu (31/7) siang, sebelum kemudian tidur. Saat tidur itu Mike mengalami serangan jantung. Dia sempat dilarikan ke rumah sakit, tetapi meninggal dalam perjalanan.

"Kondisi Mike tidak ada keluhan apa-apa, cuma menjaga makan saja untuk menjaga penampilan," katanya saat ditemui di RS. Premiere Bintaro, Tangerang, Minggu, (31/7/2016) malam.


Banyak selebriti dan musisi yang berdatangan ke rumah sakit, termasuk Mulan Jameela. Dia terakhir kali bertemu Mike tahun lalu di Bali. Waktu itu, Mulan sedang liburan bersama keluarganya.

"Saya respect sama dia. Dia itu pemilik suara surga yang bagus banget," puji istri Ahmad Dhani itu.

Sampai Sekarang Sebagian Mesjid Tidak Mematuhi Aturan Pengeras Suara, Apa sebabnya ...


BERITA KOCIK - "Peraturannya sudah ada, tapi seperti tidak ada, karena tidak diindahkan oleh pengelola (sebagian) masjid," kata Dirjen Bimbingan Masyarakat Islam, Kementerian Agama, Machasin, kepada BBC Indonesia.Menurutnya, tata cara pengeras suara di masjid telah diatur melalui keputusan Dirjen Bimas Islam pada 17 Juli 1978 dan pernah diperbaharui sekian tahun kemudian.

Masalah pengeras suara masjid yang dianggap tidak tepat waktu dan volumenya terlalu tinggi telah berulang kali dikritik oleh berbagai kalangan, tetapi dianggap tidak digubris oleh pengelola masjid.
Terakhir Wakil Presiden Jusuf Kalla, dalam kapasitas sebagai Ketua Dewan Masjid Indonesia, telah meminta agar Majelis Ulama Indonesia, MUI agar ikut terlibat membahas masalah ini.
Pada 2012 lalu, Wakil Presiden Boediono juga meminta agar masjid mengatur volume pengeras suaranya.

Ditanya kenapa peraturan ini tidak diindahkan oleh sebagian pengurus masjid di Indonesia, Machasin mengatakan: "Saya kira sosialisasinya memang kurang."


Machasin mengaku saat ini pihaknya "harus bersikap hati-hati" dalam mensosialisasikan tata cara penggunaan pengeras suara kepada para pengelola masjid, agar "tidak menimbulkan reaksi yang terlalu besar". 

"Kita sedang mencari waktu (untuk melakukan sosialisasi), dan membicarakan lebih jauh untung ruginya, baru kita perbuat," ungkap Machasin, ketika ditanya apakah sosialisasi baru akan dilakukan setelah bulan Ramadhan berakhir.

Dia mengaku, saat Ramadhan ini masih ada sebagian pengelola masjid yang sudah membunyikan kaset pengajian sekitar pukul dua dini hari sebelum waktu sahur.
"Itu tidak pas, bikin orang terbangun. Belum waktunya sahur sudah dibangunkan," katanya memberi contoh.

Tidak ada sanksi

Menurutnya, praktik seperti ini jelas tidak sesuai aturan Kementerian Agama yang pertama kali dibuat pada 1978 lalu."Intinya, yang boleh lewat pengeras suara yang keluar itu hanya adzan dan pengajian sebelum atau sesudah adzan yang waktunya hanya sekitar 5 sampai 10 menit," kata Machasin.


Dia juga menekankan, masjid disarankan mengeraskan volume pengajian hanya untuk ke dalam dan bukan ke luar masjid."Untuk orang yang ingin mendengarnya, bukan sembarang orang yang merasa terganggu oleh suara itu," katanya.Ditanya sanksi seperti apa yang akan diberikan kepada pengelola masjid yang tidak mematuhi aturan, Michsan mengatakan "tidak ada, karena ini memang cuma anjuran."

Wapres Kalla terus memantau

Dewan Masjid Indonesia (DMI) dibawah pimpinan Wakil Presiden Jusuf Kalla telah melakukan pemantauan secara acak di sejumlah kota besar untuk mengetahui secara persis "polusi suara" akibat penggunaan pengeras suara sejumlah masjid.

Juru bicara Wakil Presiden Jusuf Kalla, Husain Abdullah mengatakan, pemantauan ini digelar di Medan, Surabaya, Jakarta, Bandung, Malang, Pasuruan, Makasar, Yogyakarta, serta Ambon."Dari daerah masing-masing, tim itu memberi laporan tentang audio (dari sejumlah masjid) dari kawasan tertentu yang padat pemukiman dan terdapat sejumlah masjid," kata Husain kepada wartawan BBC Alice Budiharjo, Jumat (26/06) siang.


Ditanya kenapa baru sekarang DMI memberi perhatian kepada persoalan ini, Husain mengatakan, DMI sebelumnya sudah menggelar program melatih teknisi masjid dalam "mengatur" alat pengeras suaranya.

'Tingkatkan kualitas ibadah'

"Supaya kedengarannya nyaman, tidak saling tabrakan dan mengaum, karena kadang-kadang alat pengeras suara (loudspeaker) berhadap-hadapan, tidak sesuai aturan akustik, sehingga suara khatib tidak tersampaikan dengan baik," ungkapnya.

Menurutnya, apabila masalah ini sudah tertangani dengan baik, "otomatis akan mengurangi polusi suara."

Dimintai tanggapan atas pendapat sebagian kalangan yang berpandangan upaya penataan pengeras suara masjid itu akan membatasi hak beribadat, Husain Abdullah mengatakan "justru ini untuk meningkatkan kualitas ibadah."

"Yang diatur 'kan sekedar volume suara supaya lebih harmonis, terdengar lebih syahdu, dan agar orang lebih fokus untuk mendengarnya," katanya.

Diberdayakan oleh Blogger.