Kamis, 30 Juni 2016

Wajah Disebut Mirip Hantu Valak !! Ratna Sarumpaet Ngamuk Merembet ke Ahok dan Jokowi


BERITA KOCIK - Salah satunya adalah seorang netizen pengguna akun @ripeldasimanjuntak yang menyebutkan bahwa dirinya pernah kagum kepada Ratna.Kendati begitu, imbuh akun @ripeldasimanjutak, kekaguman tersebut hilang setelah Ratna berteman dengan Valak.
“Ibu @rsarumpaet maaf jika saya kecewa dgn ibu. Saya dulu sangat kagum dgn ibu yg memperjuangkan hak rakyat yg tertindas. Tp sayang semenjak ibu berteman dgn VALAK (org yg sok suci dgn penampilan tp verwujud iblis didalam) semua rasa kagum musnah. Lanjutkan ibu perjuanganmu menyalah yg benar dan membenarkan yg salah. #hidupAhokJokowi,” tulis @ripeldasimanjuntak. Ratna yang tadinya diam, langsung bereaksi terhadap komentar pedas tersebut.

Wanita yang sempat diciduk polisi saat unjuk rasa di wilayah Luar Batang, Penjaringan, Jakarta Barat, itu langsung menyebut netizen itu pecundang bodoh.

“Ibu @rsarumpaet maaf jika saya kecewa dgn ibu. Saya dulu sangat kagum dgn ibu yg memperjuangkan hak rakyat yg tertindas. Tp sayang semenjak ibu berteman dgn VALAK (org yg sok suci dgn penampilan tp verwujud iblis didalam) semua rasa kagum musnah. Lanjutkan ibu perjuanganmu menyalah yg benar dan membenarkan yg salah. #hidupAhokJokowi,” tulis @ripeldasimanjuntak.

Ratna yang tadinya diam, langsung bereaksi terhadap komentar pedas tersebut.

Wanita yang sempat diciduk polisi saat unjuk rasa di wilayah Luar Batang, Penjaringan, Jakarta Barat, itu langsung menyebut netizen itu pecundang bodoh.

“Saya tidak perduli orang kagum atau tidak kagum sama saya @ripeldasimanjuntak Tugasku memperjuangkan kebenaran. Kalau kau sudah sedemikian kaya hingga matamu tidak mapu lagi melihat bangsa ini sedang jatuh miskin dan itu akibat ketidak mampuan Jokowi – itu urusanmu,” tulis Ratna Sarumpaet.

Bahkan, Ratna menyebut netizen itu penjilat Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok dan Presiden Joko Widodo.

“Buat aku kamu cuma pecundang bodoh yg malas dan tidak kritis. Itu yg membuatmu lebih suka jadi penjilat penguasa korup kayak Ahok dan menutup mata atas kegagalan Jokowi,” tambahRatna Sarumpaet.

Bagi aku – 400 KK Warga Ps. Ikan yang miskin itu, yg dengan semena-mena digusur Ahok dengan melanggar UU Agraria Psl 18 dan Perda tentang Relokasi itu dan sekarang hidup di atas puing sambil terus diejek Ahok, JAUH LEBIH PENTING dari kamu. Jauh lebih penting dari Ahok bahkan dari Jokowi,”ujar Ratna.

5 Tindakan Kesalahan Terbesar Saat Mempelajari Hal Baru


BERITA KOCIK - Setiap orang pasti memiliki rasa penasaran untuk mencoba berbagai hal yang menurut mereka baru. Bahkan, tak jarang mereka langsung memutuskan untuk berpindah haluan karena rasa penasaran yang tinggi pada hal tersebut, seperti belajar bahasa asing, instrumen musik, dan lainnya.

Namun, tak jarang pula sebagian besar dari mereka menyerah untuk melakukannya karena beberapa alasan. Hal tersebut terasa sia-sia mengingat pengorbanan uang, waktu, dan tenaga yang dikeluarkan mencoba hal baru tersebut.

Untuk menghindari terjadinya hal tersebut, Anda bisa mencegahnya dengan mengetahui kapasitas diri sendiri dan pantang menyerah. Seperti dilansir dari Lifehack.org pada Rabu (8/6/2016), Liputan6.com merangkum beberapa kesalahan yang harus Anda hindari saat mencoba suatu hal yang baru.

1. Anda tidak membuat tujuan yang spesifik

Kesalahan pertama yang biasa dialami oleh orang yang gagal dalam mencoba suatu hal yang baru adalah karena mereka tak membuat dan merancang tujuan spesifik. Tanpa adanya tujuan tersebut, Anda dapat dengan mudahnya kehilangan motivasi dalam mencoba hal baru tersebut.

2. Anda ragu-ragu dalam mencoba

Kesalahan berikutnya adalah banyak orang yang tidak mau "basah" saat mencoba hal baru tersebut. Totalitas sangat dibutuhkan agar usaha yang Anda lakukan dalam mempelajari hal baru tersebut berhasil. Selain totalitas, Anda juga memerlukan dedikasi agar usaha, tenaga, waktu yang sudah dikeluarkan tidak sia-sia dan bahkan membuahkan hasil manis.

3. Lakukan itu sendiri

Jika Anda ingin mencoba suatu hal yang baru janganlah pernah menunggu orang lain untuk melakukannya terlebih dahulu. Tuntut diri Anda untuk mandiri dan berani melakukan hal tersebut. Tak jarang orang gagal dalam mencoba sesuatu karena adanya istilah "tunggu teman" dan yang terjadi kesempatan untuk berhasil lenyap begitu saja.

4. Menginginkan sesuatu yang sempurna

Satu konsep pemikiran yang keliru ketika Anda ingin mencoba sesuatu hal baru adalah hasil yang sempurna. Jelas itu hampir mustahil dilakukan karena Anda masih dalam proses pembelajaran. Menuntut diri untuk mendapatkan hasil yang sempurna hanya akan menyiksa diri Anda sendiri.

5. Menyerah terlalu cepat

Menurut penulis asal Amerika Serikat, Seth Godin, selalu ada lima alasan mengapa seseorang akan menyerah. Anda merasa seperti kehabisan waktu, uang, merasa takut, tidak serius dalam menjalaninya dan kehilangan minat. Kelima alasan tersebut berakhir pada keputusan cepat untuk Anda menyerah saat mencoba hal yang baru. Cobalah untuk lebih bersabar sehingga keberhasilannya berdampak secara bertahap.

Rabu, 29 Juni 2016

Anak SMA Dipaksa Berhubungan Badan Ditonton Teman-temannya


BERITA KOCIK - Sepasang Anak SMA asyik bug!l dan berhubungan badan layak nya suami istri di teman-temannya yang sedang pesta minuman keras (miras) tradisional alias sering disebut "TUAK".
Penggerebekkan perbuatan asusila ini sempat malu melihatnya, dan meminta pelajar yang sedang pesta seks tersebut untuk berpakaian, baru dilakukan penangkapan. 

Peristiwa ini terjadi di sebuah rumah di Dusun Jagerage, Desa Jageraga, Kecamatan Kuripan, Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB). Dari sebuah rumah itu , polisi menangkap 10 pelajar SMA/sederajat yang terdiri dari 4 siswi dan 6 siswa. "Mereka masih pakai seragam sekolah", kata Kapolsek Kuripan, AKP Nuraini, seperti dilansir oleh saksi polisi.

Menurutnya, penangkapan para pelajar ini berawal dari operasi rutin yang di gelar pihaknya. Saat petugas tiba di rumah itu , pesta tuak sedang berlangsung. Ketika petugas masuk ke dalam rumah, mereka langsung terkejut karena menemukan 10 pelajar tengah asik menenggak tuak. "Rumah itu sudah sering kita gerebek. Karena itu petugas terus memantau aktivitasnya,"ungkapnya.

Parahnya lagi, lanjut AKP Nuraini. ada sepasang pelajar yang tengah berbuat adegan layak nya suami istri dan tidak di hiraukan teman temannya. "kami sampai malu masuk. Saya juga malu melihat kelakuan mereka,"ujarnya.

Seluruh pelajar itu lalu di gelandangkan ke mapolsek dan di beri pembinaan. Mereka diperbolehkan pulang setelah di jemput orang tuanya dan menanda tangani surat dengan perjanjian tak mengulangi perbuatannya.

Niat Sembunyikan Uang Dari Istri , Malah Di Bongkar Anjing


BERITA KOCIK - Nasib apes menimpa seorang suami di Liaoning, wilayah di utara China. Niat hati menyembunyikan uang dari sang istri, tapi malah hancur dimakan anjing. Kisah itu bermula saat sang suami ingin menyembunyikan uang 3.800 yuan, atau sekitar Rp 8 juta, dalam pecahan 100 yuan dari sang istri. Gepokan uang itu dimasukkan ke dalam selimut kapas. Aman. Itulah yang ada di benak setelah menyembunyikan uang itu. Dia yakin sang istri tak akan menyangka akan ada uang di selimut itu. Sehingga tak diminta untuk uang belanja.

Tapi akhirnya semua terbongkar. Pada suatu pagi pada pekan lalu, sang istri terkejut saat bangun dari tidur. Setelah menyibah gorden pada jendela, dia melihat kamar itu dalam kondisi acak-acakan. Rasa terkejut kembali datang saat tahu yang berserakan di lantai itu tak hanya selimut kapas mereka. Melainkan banyak sobekan uang kertas pecahan 100 yuan. Sebagian masih utuh. Selidik punya selidik, ternyata selimut berisi uang itu hancur dikunyah-kunyah oleh anjing peliharaan mereka.

 Dan uang yang disembunyikan itu sebagian turut hancur. Sang istri lantas bertanya kepada suami. Dan sang suami pun gelagapan. Tak ada pilihan lain, kecuali berterus terang telah menyembunyikan uang itu.
Mudah-mudahan kejadian ini menjadi pelajaran untuk kita semua, agar tidak menyembunyikan apa pun dari pasangan. Dan... simpan uang kita di tempat yang aman ya.

Tersangka Jakmania Terus bertambah di GBK jadi 10 orang


BERITA KOCIK - Jajaran Polda Metro Jaya terus mengusut kasus kericuhan suporter Jakmania saat pertandingan Persija Jakarta melawan Sriwijaya FC di Stadion Gelora Bung Karno (GBK), Senayan, Jumat malam 24 Juni 2016. Jumlah tersangka pengeroyokan polisi oleh Jakmania terus bertambah.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Awi Setiyono mengatakan, ada empat tersangka baru dalam kasus pengeroyokan polisi dan perusakan kendaraan aparat. Penangkapan keempat simpatisan Jakmania itu merupakan hasil pengembangan dari tersangka J alias Oboi (28), yang pertama kali di‎tangkap.

"Empat tersangka itu berinisial MDN alias Kinoi (25), RZM (20), RS (16), dan SW (18). Masing-masing ditangkap di tempat yang berbeda,"‎ ujar Awi di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Rabu (29/6/2016).

Dua tersangka berinisial MDN dan RZM ditangkap lebih dulu pada Minggu 26 Juni 2016. MDN diduga terlibat pengeroyokan terhadap Brigadir Yudha Wanto di dalam area stadion. Sementara RZM diduga terlibat perusakan ‎kendaraan polisi dan pemukulan petugas yang ada di dalamnya.

Dua lainnya, yakni RS dan SW baru ditangkap oleh aparat Subdit Jatanras Polda Metro Jaya pada Selasa malam 28 Juni 2016. Kedua remaja itu juga diduga terlibat pengeroyokan terhadap Brigadir ‎Yudha Wanto.

"Ditangkapnya sekitar pukul 21.30 WIB semalam di wilayah Pejaten, ‎Pasar Minggu, Jakarta Selatan. Ini merupakan pengembangan dari tersangka Oboi dan Kinoi," ungkap Awi.

Atas perbuatannya, kelima pelaku tersebut dijerat dengan Pasal 170 KUHP tentang Pengeroyokan dengan ancaman hukuman 9 tahun penjara atau Pasal 406 KUHP tentang Perusakan dengan ancaman 5 tahun penjara.

Tersangka 'Selfie'

‎Selain itu, polisi juga masih mendalami pelaku pengeroyokan terhadap Brigadir Hanafi yang mengalami luka paling parah. Namun, polisi kesulitan mencari pelaku pengeroyokan tersebut karena lokasinya gelap dan tak tertangkap kamera.

Namun polisi mendapatkan petunjuk lain dengan adanya sejumlah orang yang diduga Jakmania, mengunggah foto diri atau selfie dengan korban Brigadir Hanafi yang telah berlumuran darah di akun Facebook mereka. Mereka juga menyisipkan tulisan yang berpotensi menimbulkan rasa kebencian.

Atas bukti tersebut, polisi kemudian menetapkan lima tersangka, yakni MR (19), RF (28), I alias MF (23), A (19) dan AF (16). ‎Sementara S yang sebelumnya sempat diberitakan sebagai tersangka, hanya diperiksa sebagai saksi dan sudah dipulangkan.

Kelima tersangka itu dijerat Pasal 27 ayat (3), ayat (4) jo Pasal 45 ayat (1) dan atau Pasal 28 ayat (2) jo Pasal 45 ayat (2) UU Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektornik (ITE), dan Pasal 160 KUHP dengan ancaman hukuman pidana 6 tahun penjara.

"Jadi total semua ada 10 tersangka. Empat orang tersangka penganiayaan terhadap Brigadir Yudha, satu tersangka perusakan, dan lima tersangka hate speech yang ditangani Krimsus," ucap Awi.

Diberdayakan oleh Blogger.