Selasa, 26 Maret 2019

Akan Bercinta? Intip Waktu Puncak Gairah Pria dan Wanita

Akan Bercinta? Intip Waktu Puncak Gairah Pria dan Wanita
Melakukan hubungan seksual merupakan suatu kebutuhan bagi pasangan suami istri. Sayangnya, tak sedikit ajakan bercinta yang ditolak oleh pasangan karena berbagai alasan. Bosan dengan penolakan? Salah satu cara mudahnya adalah dengan mengetahui jadwal dan waktu yang tepat saat pasangan Anda sedang di punPasalnya, menurut sebuah survei yang dilakukan kepada 2.300 pria dan wanita di Amerika Serikat, jam seks Anda dan pasangan mungkin tidak selaras. Hal tersebut lantas dibuktikan oleh penelitian terbaru dari sex toy Lovehoney. Dalam hal ini, mereka menemukan bahwa pria dan wanita merasa terangsang pada waktu yang berbeda dalam sehari.

Bagi laki-laki, pagi hari adalah waktu dimana mereka merasa sangat terangsang. Hal tersebut pun telah disebutkan dalam sebuah artikel di laman Men’s Health yang membahas tentang fenomena medis - nocturnal penile tumescence atau yang lebih dikenal dengan kayu pagi. Ini merupakan ereksi spontan setelah bangun tidur.Umumnya, antara pukul enam hingga sembilan pagi, para pria akan mulai merasa terangsang. Dan puncaknya ialah pada pukul tujuh lewat lima puluh empat menit. Sementara itu, penelitian menunjukan bahwa untuk perempuan, mereka akan mulai terangsang diantara pukul sebelas hingga dua malam. Puncaknya sendiri didapati pada pukul sebelas lewat dua puluh satu menit.
Ini menunjukkan bahwa ada perbedaan besar dalam jam seks di antara dua jenis kelamin. Di saat pria siap untuk berhubungan seks tepat sebelum sarapan, wanita justru paling bergairah di malam hari,” kata pemilik Lovehoney, Richard Longhurst.cak hasrat.

Senin, 25 Maret 2019

Museum Antik Pajang Vibrator Pijat Sampai Alat Bantu Seks

Museum Antik Pajang Vibrator Pijat Sampai Alat Bantu Seks
Sebelum meninggal dunia pada 2016 lalu, guru pendidikan seks Joani Blank mengkoleksi berbagai jenis vibrator selama 20 tahun. Koleksinya itu, sekarang dipajang di Museum Antik Vibrator di kota San Fransisco, Amerika Serikat.Dikutip dari mirror.co.uk, Minggu, 24 Maret 2019, sejumlah item yang dipajang di museum itu bentuknya mungkin akan mengejutkan pengunjung. Sebab bentuk dari vibrator tersebut unik-unik. Vibrator yang dipajang bukan hanya alat bantu seks, tetapi juga vibrator yang digunakan untuk memijat bagian tubuh yang nyeri.Blank mengkoleksi vibrator yang dibuat pada 1900 hingga yang vibrator yang digunakan para dokter secara eksklusif untuk mengobati perempuan yang mengalami gangguan kepanikan.

Dalam museum itu juga dipajang vibrator pelancar peredaran darah, vibrator pneumatic dan sebuah alat yang disebut Niagra Hand Unit.
Vibrator pertama kali diciptakan pada 1869 oleh psikolog bernama George Taylor. Ketika itu vibrator digambarkan sebagai sebuah alat pijat.
Pada 1880, vibrator dengan satu battery diciptakan. Memasuki era tahun 1900, lebih dari puluhan perusahaan mulai memproduksi vibrator menjadi barang elektronik.

Awalnya, vibrator-vibrator ini di jual sebagai bagian dari peralatan rumah tangga dengan keterangan alat ini bisa menyembuhkan penyakit dan meredakan sakit. Pada 1970-an, vibrator mulai dilihat sebagai alat bantu seks dan kecantikan."Vibrator Amerika Serikat bisa digunakan sendiri di ruang tertutup atau rumah pelacuran dan melengkapi perasaan perempuan sehingga menjadi muda," tulis situs tersebut.Museum Antique Vibrator dibuka sejak 1970-an dan sejak itu koleksi barang pajangan mereka terus bertambah. Sebab perempuan diberbagai belahan dunia mulai mengirimkan bentuk-bentuk alat bantu seks yang tak biasa yang mereka temukan di pasar loak dan toko-toko antik ke museum itu.

Horor Pembantaian 134 Muslim Mali, Sebagian Dibakar Hidup-hidup

Horor Pembantaian 134 Muslim Mali, Sebagian Dibakar Hidup-hidup
Aksi sejumlah pria menyamar sebagai pemburu dan membantai setidaknya 134 petani dan penggembala Muslim di Ogossogou, Mali tengah, pada hari Sabtu menyisakan cerita mengerikan. Menurut PBB, wanita yang sedang hamil ikut dibunuh dan beberapa korban dibakar hidup-hidup.
Video terbaru dari kekerasan itu beredar pada hari Minggu. Video menunjukkan para korban berserakan di tanah di tengah sisa-sisa rumah mereka yang terbakar.Milisi etnik Dogon yang telah disalahkan atas sejumlah serangan di Mali tengah selama setahun terakhir dituduh menyerang sebuah desa etnis Peuhl sesaat sebelum fajar pada hari Sabtu.

Menurut Tabital Pulaaku, sebuah kelompok misi antikekerasan Peuhl, di antara para korban di Ogossogou adalah wanita hamil, anak-anak kecil dan orang tua.Menurut laporan ABC, Senin (25/3/2019), sekelompok pria bersenjata menyamar sebagai pemburu tradisional dan menyerang para penggembala Fulani. Kelompok etnis Fulani adalah seminomadik, terutama Muslim dan tinggal di berbagai negara Afrika Barat.

Video grafis yang diperoleh The Associated Press menunjukkan setelah serangan hari Sabtu, banyak korban terbakar di dalam rumah mereka. Tubuh anak kecil terlihat ditutupi dengan selembar kain, dan ada pula kartu ID ditunjukkan warga setempat berlumuran darah.Di Ibu Kota Mali, Bamako, Presiden Dewan Keamanan PBB Francois Delattre yang sedang berkunjung pada Sabtu malam mengecam pembunuhan itu sebagai "serangan tak terkatakan".

Paling tidak 55 orang terluka dan misi PBB di Mali mengatakan bahwa mereka sedang bekerja untuk memastikan orang yang terluka telah dievakuasi. Di New York, Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres mengutuk serangan itu dan menyerukan pemerintah Mali untuk segera menyelidikinya serta membawa para pelaku ke pengadilan.Kelompok ekstremis Islam diusir dari pusat-pusat kota di Mali utara selama operasi militer yang dipimpin Prancis 2013. Para militan, yang tersebar di seluruh daerah pedesaan, berkumpul kembali dan mulai melancarkan berbagai serangan terhadap militer Mali dan misi PBB.

Berhubungan Seks 5 Jam Nonstop Dipicu Narkoba, Wanita Kolombia Tewas

Berhubungan Seks 5 Jam Nonstop Dipicu Narkoba, Wanita Kolombia Tewas
Seorang wanita berusia 32 tahun di Kolombia tewas setelah terlibat dalam hubungan seks lima nonstop dengan kekasihnya. Aksi bercinta secara maraton itu dipicu oleh narkoba.
Laporan surat kabar La Republica yang dikutip Minggu (24/3/2019) mengatakan wanita yang identitasnya tak disebutkan itu dikenal dengan julukan "La Fiera". Korban meninggal setelah mengalami serangan jantung saat berhubungan intim.

Kekasihnya mengatakan La merasa pusing sebelum melakukan hubungan intim lima jam tanpa henti di sebuah hotel di Cali selatan, Kolombia.
Pria tersebut menghubungi layanan darurat, tetapi petugas tak kunjung tiba meski sudah lama ditunggu. Pria itu akhirnya membungkus kekasihnya yang tak sadarkan diri dengan selimut dan naik taksi ke University Hospital of Valle.

Namun ketika mereka tiba di rumah sakit, dokter gagal untuk menyelamatkan wanita itu dan korban dinyatakan sudah meninggal.
Polisi yang menangani kasus itu menyatakan bahwa pasangan kekasih itu mengonsumsi narkoba dalam upaya untuk memperpanjang waktu berhubungan intim.
Penyelidikan atas kematian wanita itu telah diluncurkan untuk menentukan apakah korban memang pecandu narkoba atau bukan dan apakah zat itu memiliki pengaruh pada kematiannya.

10 Menit Interaksi Jokowi - Iriana dengan Difabel di MRT

10 Menit Interaksi Jokowi - Iriana dengan Difabel di MRT
Presiden Joko Widodo atau Jokowi dan Iriana Widodo menjajal moda transportasi baru Mass Rapid Transport untuk kedua kali, Kamis 21 Maret 2019. Pada kesempatan itu menjadi momentum yang berbeda karena Jokowi dan Iriana langsung berinteraksi dengan difabel.
Jokowi dan Iriana Widodo naik MRT dari Stasiun Lebak Bulus sampai Istora Senayan. Setelah menyusuri beberapa gerbong, Jokowi dan Iriana akhirnya sampai di gerbong penyandang disabilitas, tepat ketika MRT berhenti di Stasiun Fatmawati.

Selama sekitar 10 menit, penyandang disabilitas berbincang dengan Presiden Jokowi tentang aksesibilitas di MRT. "Bagaimana rasanya Indonesia punya transportasi nyaman? Saya berterima kasih, teman-teman mau memberikan masukan bagi penyediaan fasilitas yang dapat dijangkau seluruh masyarakat," ujar Jokowi.Setiap penyandang disabilitas yang satu gerbong dengan Jokowi mendapat kesempatan menyampaikan berbagai temuan di lapangan yang aksesnya belum terpenuhi. Penyandang disabilitas yang pertama mendapat kesempatan mempresentasikan temuan di lapangan adalah pengguna kursi roda.

Inisiator Kajian Aksesibilitas dari Jakarta Barrier Free Tourism atau JBFT, Cucu Saidah menyampaikan temuan di lapangan sekitar 3 menit. Salah satu aspirasi yang disampaikan Cucu mengenai bentuk pintu tapping ticket yang masih menghalangi pengguna kursi roda masuk. "Jarak antar pintu tapping masih sempit, sehingga kursi roda tidak dapat masuk," kata Cucu.
Menanggapi laporan ini, Jokowi mengatakan segera memerintahkan dinas dan kementerian terkait untuk terus melakukan perbaikan dan pengembangan fasilitas. "Jangan khawatir, semua ini bisa langsung diperintahkan dan dapat dilaksanakan. Semua terus berjalan," ujar Jokowi.

Selain penyandang disabilitas pengguna kursi roda, kelompok tuli juga menyampaikan aspirasinya mengenai akses yang setara dengan bantuan penerjemah bahasa isyarat. Adalah Annisa Rahmania yang menyampaikan aspirasinya."Kami berharap ada akses yang setara bagi seluruh masyarakat, termasuk kami (insan tuli), terutama dalam mengakses informasi yang tersedia di stasiun MRT, seperti penggunaan bahasa isyarat bagi para petugas pendamping," ujar Annisa yang diterjemahkan juru bahasa isyarat bernama Tamiyang.

Bersama Tamiyang, Jokowi belajar beberapa kata dalam bahasa isyarat. Salah satunya berbunyi "MRT Bisa Akses". "Ini makanya lagi belajar," kata Jokowi ketika diminta wartawan memperagakan bahasa isyarat secara lebih jelas.
Guiding block yang terputus berpotensi menyesatkan tunanetra ke tempat yang ingin dituju. Guiding block yang terputus juga dapat menjadi tempat bebas penumpang umum berdiri di atas lantai penunjuk. Akibatnya, tunanetra bakal tertabrak atau menabrak orang.

Jokowi mengatakan guiding block sudah tersedia. Baru setelah dijelaskan potensi tunanetra tersasar jika guiding block terputus atau tidak tersedia, Jokowi langsung menyadari perbedaan lantai penunjuk yang terputus dan tak tersedia merupakan hal yang berbeda."Iya. Kalau bolong bisa menyasarkan tunanetranya ya? Tapi tenang, pasti akan diatasi. Tinggal diperintahkan. Sampai saat ini semua masih berkembang dan diperbaiki," ujar Jokowi.Jokowi mengenai ketersediaan akses dan fasilitas MRT bagi perempuan dan ibu yang membawa anak. Menurut penilaian Iriana, setelah dua kali menjajal MRT, fasilitasnya sudah cukup baik. "Nyaman, sudah nyaman," ujarnya.
Sebelum turun di Stasiun MRT Istora Senayan, Jokowi kembali berjanji memenuhi aspirasi 10 penyandang disabilitas yang hari itu bersama-sama melakukan uji coba MRT. Ketika pengeras suara di dalam gerbong menyebutkan Stasiun Istora Senayan, Jokowi dan Iriana Widodo berpamitan.

Diberdayakan oleh Blogger.