Senin, 08 Agustus 2016

Kebakaran Pabrik Kimia Cikarang Mengkerahkan 6 Unit Pemadam Kebakaran , Sebab


BERITA KOCIK | Berita Terkini - Bekasi - Api masih berkobar di pabrik kimia di kawasan Delta Silicon, Cikarang, Kabupaten Bekasi. Enam unit mobil pemadam kebakaran (Damkar) dikerahkan untuk memadamkan api.

"Tadi dari (damkar) pusat turun empat mobil, dari Pemda turun satu mobil, Cikarang Selatan satu mobil. Enggak tau kalau dari kawasan lain kirim berapa," kata petugas damkar Kab. Bekasi bernama Lamdoni ketika dikonfirmasi detikcom, Senin (8/8/2016).

Dia mengatakan kebakaran dilaporkan oleh warga kepada Damkar sekitar pukul 19.00 WIB. "Langsung berangkat (mobil) dari sini. Informasinya yang kebakar PT tapi belum tahu lebih karena yang di lapangan masih kerja, belum pulang," jelas Lamdoni.

"Tapi tadi informasi sudah agak padam, cuma tinggal api sedikit," sambungnya. 

Sebelumnya diberitakan, kebakaran melanda kawasan industri Delta Silicon Cikarang, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat. Kebakaran itu melanda sebuah pabrik yang menyimpan bahan-bahan kimia.

"Informasinya itu yang terbakar gedung atau pabrik di Delta Silicon. Katanya itu banyak bahan kimia di dalamnya," ujar petugas Damkar Kota Bekasi, Syarifudin, saat dihubungi detikcom, Senin (8/8) pukul 19.00 WIB.

Kasus Penumpang Yang Menyembunyikan Narkotika Di Anus Hingga Tertangkap Basah !


BERITA KOCIK | Berita Terkini -  Petugas Bea dan Cukai Bandara Sultan Iskandar Muda (SIM), Blang Bintang, Aceh Besar kembali menggagalkan upaya penyelundupan sabu seberat 178 gram, 
Adapun modus operandinya dengan memasukkan sabu ke dalam anus tersangka yang berinisial MD (36) sebanyak lima bungkus, dengan estimasi harga Rp 373 juta lebih dengan taksiran harga Rp 2,1 juta per gram.

Upaya penggalan penyelundupan sabu melalui udara ini merupakan ketiga kali dilakukan oleh pihak Bea Cukai Aceh selama tahun 2016. Pertama digagalkan pada bulan Januari lalu yang berhasil diringkus seorang warga Malaysia, lalu pada tanggal 3 Agustus 2016 berhasil ditangkap 3 tersangka dan terakhir 7 Agustus 2016 satu tersangka.

Kepala Kantor Wilayah (Kanwil) Bea Cukai Aceh, Rusman Hadi mengatakan, pencegahan penyelundupan narkotika golongan satu Methamphetamine ini berkat kerja sama banyak pihak. Saat itu, ada penumpang pesawat AirAsia AK-423 rute Kuala Lumpur-Banda Aceh yang mencurigakan.

"Lantas petugas kita pun memeriksa penumpang yang dicurigai itu. Petugas menahan penumpang itu sekira pukul 08.10 WIB saat pesawat tiba di Bandara SIM, Blang Bintang," kata Rusman Hadi di kantor Bea dan Cukai, Banda Aceh, Senin (8/8).

Menurutnya, pemeriksaan tersangka bermula gerak-gerik yang mencurigakan, berbeda dengan sejumlah penumpang lainnya yang baru tiba di bandara. Petugas pun pertama memeriksa MD melalui pemeriksaan kabin dan bagasi X-Ray.

"Mulanya memang tidak ditemukan indikasi tertentu," tukasnya.

Namun, katanya, petugas tidak percaya sampai di situ. Petugas pun kemudian melakukan pemeriksaan secara intensif, yaitu dibawa ke rumah sakit untuk dilakukan pemeriksaan rontgent.

"Setelah rontgent langsung kedapatan ada lima benda asing berbentuk telur dalam tubuh tersangka," jelasnya.

Setelah itu petugas memaksa tersangka untuk mengeluarkan benda asing tersebut yang ada dalam tubuhnya. Setelah semua keluar, petugas meneliti dan menguji ke laboratorium.

"Hasil uji lab benar itu methamphetamine, narkoba golongan satu," imbuhnya. Lanjutnya, kasus ini kemudian dilimpahkan kepada Dit Narkoba Polda Aceh untuk proses hukum selanjutnya. Tersangka dijerat dengan Undang-undang Kepabeanan Nomor 17 Tahun 2006 pasal 102 e Jo, Undang-undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika.

Sabtu, 06 Agustus 2016

POLDA SULSEL Kirim 105 Personel Brimob Ke Poso Tumpas Pengikut Santoso, Sebab ...


BERITA KOCIK | Berita Terkini - Sebanyak 105 personel Brimob Polda Sulsel dikirim ke Poso, Sulawesi Tengah, dalam rangka menumpas sisa kekuatan jaringan Santoso.

Upacara pelepasan pasukan yang akan bergabung dengan Satgas Tinombala ini digelar di Mapolda Sulsel, Jalan Perintis Kemerdekaan KM 16, Makassar, yang dipimpin Kapolda Sulsel Irjen Anton Charliyan, Sabtu (6/8/2016).

Anton menyebutkan bahwa 1 kompi anggotanya tersebut akan menggantikan tugas 105 anggota Brimob Kelapa Dua yang sudah ditarik lebih dulu ke markasnya di Jakarta. Pasukan Brimob ini akan diterbangkan ke Poso malam ini.

"Pengiriman 1 kompi anggota Brimob untuk menumpas sisa pengikut Santoso, tidak boleh di-under estimate setelah pimpinannya tewas. Apalagi ada WNA asal Uighur yang ikut bergabung dengan mereka. Antar pasukan di sana juga harus saling menjaga kekompakan," ujar mantan Kadiv Humas Polri ini.

Menurut Anton, 105 personel Brimob Polda Sulsel nantinya bertugas selama 6 bulan. Meski demikian, Anton merasa optimis sisa-sisa pengikut Santoso dapat dituntaskan sekitar 3 bulan, pasca tewasnya pimpinan mereka pada 18 Juli lalu.

Upacara pelepasan pasukan ini turut dihadiri Pangkopsau II Marsekal Muda Dody Trisunu, Walikota Makassar Ramdhan Pomanto, Kasatpol PP Sulsel Iqbal Suhaeb dan beberapa perwira menengah Polda Sulsel lainnya.

Terkait Ancaman Hari Kemerdekaan, Kapolri Minta Jajarannya Waspada ! Sebab ...


BERITA KOCIK | Berita Terkini - Kapolri Jenderal Tito Karnavian meminta jajarannya untuk waspada menjelang peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia 17 Agustus mendatang. Dia menyebut ada modus-modus baru yang dilakukan oleh para pelaku teror.

"Kita waspadai saja. Saya sudah ingatkan kepada seluruh wilayah 17 Agustus itu," kata Tito di Hotel Tentrem, Yogyakarta, Sabtu (6/8/2016).

Tito menyebut adanya modus baru yang dilancarkan pelaku teror seperti yang terjadi di Nice, Prancis pada 14 Juli lalu. Saat itu sebuah truk menabrak ratusan orang yang tengah merayakan Bastille Day yang diperingati sebagai hari kemerdekaan Prancis setiap tahunnya.

"Karena ada modus baru yaitu yang di Nice, Prancis itu, pada waktu hari Bastille, hari kebesaran, hari nasionalnya Prancis. Saat orang berkumpul kemudian ditabrak itu. Nah ini saya sudah ingatkan juga kepada seluruh wilayah untuk mewaspadai modus-modus seperti ini," kata Tito.

Meskipun demikian, Tito mengaku belum ada informasi tentang adanya ancaman yang serius. Namun Tito tetap meminta jajarannya siap siaga.

"Kita tetap antisipasi," sebutnya.

Inilah Sebabnya Perbatasan Sulawesi Selatan Diperketat !


BERITA KOCIK | Berita terkini - Sepak terjang pentolan kelompok teroris Mujahidin Indonesia Timur (MIT) Santoso berakhir setelah tewas dalam baku tembak dengan Satgas Tinombala pertengahan Juli 2016. Namun pengejaran terhadap sisa kelompoknya masih berlanjut.

Kapolda Sulsel Irjen Pol Anton Charliyan menginstruksikan anak buahnya memperketat daerah perbatasan sebagai antisipasi sisa kelompok Santoso menyusup masuk wilayah Sulawesi Selatan."Pengawasan daerah-daerah perbatasan seperti Kabupaten Luwu Timur tetap diperkuat jangan sampai ada kelompok Santoso menyusup. 

Kita kedepankan operasi intelijen," kata Anton Charliyan di Mapolda Sulsel, Sabtu (6/8).Anton khawatir sisa kelompok Santoso masuk wilayahnya. Pihaknya sudah meminta bantuan TNI, Pemda dan Ulama."Kita harus tingkatkan kesiagaan. Diantaranya juga terhadap markas-markas kepolisian karena belajar dari beberapa peristiwa termasuk di Solo baru-baru ini," tegasnya.

Diberdayakan oleh Blogger.