Rabu, 13 Maret 2019

Smart 360 Flex, Celana "Pengusung" Fleksibilitas dari Dockers

Smart 360 Flex, Celana "Pengusung" Fleksibilitas dari Dockers
Memasuki era yang dipenuhi dengan penggunaan smart phone, smart car, hingga smart home, konsumen pun harus memiliki smart clothes. Salah satunya adalah smart pants yang dapat menunjang penampilan. Dockers, label di bawah asuhan Levi's, melirik tren tersebut dengan merilis koleksi Smart Series. Salah satu artikel yang menjadi sorotan dalam koleksi tersebut adalah Smart 360 Flex. Celana panjang ini merupakan terobosan baru dari Dockers dengan penambahan teknologi anyar. Dockers berinovasi dengan teknologi Four-Way Flex pada celana ini, yang menjanjikan kenyamanan, sehingga dapat menunjang kepercayaan diri di pemakai.

Tidak seperti tipe kain lentur lainnya yang hanya memiliki satu arah kelenturan, teknologi Four-Way Flex menggabungkan kelenturan vertikal dan horizontal ke empat arah. Dengan demikian, pengguna lebih dapat fleksibel bergerak, tanpa harus takut kusut.

Tim desain Dockers turut serta mengoptimalkan kenyamanan celana dengan membuat Flexible Waistband, yang membuat bagian pinggang dapat merenggang. Selain itu juga ada Covert Security Pockets yang berfungsi untuk menaruh telepon genggam dan barang berharga lainnya, agar tetap aman. Country Manager Levi Strauss & Co Indonesia Sameer Koul mengungkapkan, Smart 360 Flex diciptakan dari masukan para konsumen Dockers selama ini. "Kami mengetahui 1-2 hal tentang celana yang diinginkan oleh pria, yaiu sebuah kenyamanan, tampilan modern, dan kemampuan untuk dipakai saat formal dan informal."

Dan produk Smart 360 Flex ini adalah jawabannya," kata Sameer di Jakarta, Rabu (14/3/2019). Jika tertarik, Smart 360 Flex dari Dockers sudah tersedia di Indonesia dengan harga Rp 699.000 - Rp 799.000. Dockers dapat ditemukan di tiga gerai Sogo Department Store--Plaza Senayan, Mal Pondok Indah 2, dan Mal Central Park.

Mulai Jenuh Dengan Si Dia? 4 Trik Ini Bikin Hubungan Kembali Bergairah

Mulai Jenuh Dengan Si Dia? 4 Trik Ini Bikin Hubungan Kembali Bergairah
Rasa jenuh adalah hal yang lumrah dalam suatu hubungan, terlebih jika Anda telah menjalinnya selama bertahun-tahun. Hal ini kerap menjadi alasan untuk mengakhiri hubungan yang telah dibangun sejak lama. Padahal, rasa bosan dengan pacar ini bisa dihilangkan bila memahami cara mempertahankan hubungan supaya terus langgeng.

Renungkan ini bila mulai bosan dengan pacar

Salah satu penyebab utama timbulnya rasa jenuh dan bosan adalah hilangnya variasi dan kejutan dalam hubungan. Pada awal menjalin hubungan, Anda dan pasangan akan menggunakan energi dan waktu untuk saling mengenal kepribadian, isi pikiran, dan perasaan satu sama lain. Pada tahap ini, keunggulan dan kekurangan pasangan yang menjadi perhatian utama dan pertimbangan dalam melanjutkan hubungan.

Seiring waktu, Anda dan pasangan mulai menentukan ke arah mana hubungan ini akan dibawa. Saat ini, tantangannya bukan lagi mengenal pribadi masing-masing, melainkan bagaimana caranya mempertahankan hubungan dan mencapai tujuan bersama.Biasanya karena sudah mengenal dan memahami satu sama lain, semangat Anda dan pasangan mungkin sedikit surut. Nah, ini yang kemudian menjadi penyebab Anda bosan dengan pacar dan hubungan tidak berkembang alias berhenti di situ saja.

Cara mempertahankan hubungan saat jenuh menyerang

Tak ada salahnya untuk mengungkapkan kepada pasangan bahwa saat ini Anda merasa jenuh. Dengan begitu, Anda dapat saling bertukar pikiran dan menemukan solusi yang tepat.
Ada beberapa cara yang bisa Anda lakukan untuk mengusir rasa bosan dalam hubungan. Di antaranya:

1. Jangan mau kalah oleh kesibukan

Anda dan pasangan terlalu sibuk dengan kegiatan masing-masing? Awas, jika tidak pandai menjaga komunikasi, rasa jenuh bisa tumbuh dan menjalar ke mana-mana. Sesekali, Anda boleh saja menuntut waktu untuk bersama dengan pasangan, asalkan mengetahui kapan saat yang tepat.
Luangkan waktu untuk bertemu, atau bahkan bertegur sapa melalui chat jika memang Anda sedang berjauhan dengannya. Setidaknya, dalam sehari Anda telah berkomunikasi dengan pasangan. Manfaatkan waktu tersebut untuk membicarakan apa saja agar semakin dekat dengannya.

2. Rencanakan kegiatan bersamanya

Merencanakan kegiatan bersama bisa menjadi cara ampuh mempertahankan hubungan saat Anda mulai merasa bosan dengan pacar. Anda bisa merencanakan kencan romantis, makan malam berdua, atau menghabiskan akhir pekan dengan berjalan-jalan.
Tidak perlu melakukan perjalanan yang memakan waktu lama, Anda juga bisa jalan.

3. Ulang kegiatan yang dulu pernah dilakukan bersama

Mari ingat kembali, apa saja kegiatan yang dahulu membuat Anda semakin dekat dengan pasangan? Jika Anda dan pasangan didekatkan oleh hobi yang sama, coba lakukan kembali.
Jika pasangan Anda menyukai masakan yang Anda buat, ajaklah ia memasak bersama seperti dulu. Atau, Anda juga bisa mengajaknya mengulang kencan pertama dan mengingat kembali hal-hal yang dulu terasa mendebarkan.

4. Cobalah keluar dari zona nyaman

Salah satu cara paling ampuh mengusir jenuh adalah dengan melakukan kegiatan baru. Jika Anda masih belum tahu ingin melakukan apa, mungkin inilah saatnya bagi Anda untuk keluar dari zona nyaman Ajaklah pasangan melakukan hal-hal unik yang tak pernah terpikirkan oleh Anda, misalnya mencoba jenis makanan baru, melakukan olahraga ekstrem, atau menaiki wahana rollercoaster yang menegangkan.
Mempertahankan hubungan bukanlah hal yang mustahil sekalipun Anda sedang merasa bosan dengan pacar. Kuncinya adalah komunikasi yang baik dan kemampuan untuk saling memahami. Kedua hal inilah yang akan membuat Anda dan pasangan merasakan kembali percikan cinta yang sempat padam. Selamat mencoba!

Polri Sebut Istri dan Anak Terduga Teroris di Sibolga Meledakkan Diri

Polri Sebut Istri dan Anak Terduga Teroris di Sibolga Meledakkan Diri
Polri menyebut istri dan anak terduga teroris Husain alias Abu Hamzah meledakkan diri. Keduanya meledakkan diri setelah menolak dievakuasi oleh tim Densus 88 dari kediamannya di Jalan Cendrawasih Gang Serumpun, Kelurahan Pancuran Bambu, Kecamatan Sibolga Sambas, Kota Sibolga, SelasaKeduanya memilih bertahan setelah tim Densus 88 menggerebek kediamannya kemarin siang. Setelah kurang lebih sepuluh jam melakukan negosiasi, ibu dan anak tersebut meledakkan diri."Istri sama anaknya meledakkan diri sekitar setengah dua dan jam dua dini hari," kata Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Dedi Prasetyo saat dihubungi merdeka.com, Rabu (13/9).

Tim dari Inafis dan Labfor Polri sedang melakukan sterilisasi lokasi. Petugas berusaha mengevakuasi istri dan anak Abu Hamzah."Masih menunggu inafis dan labfor Polri ke tkp sedang diamankan, sterilisasi belum berani masuk. Sementara saat ini evakuasi korban," kata Dedi.

Sebelumnya, sekitar pukul 01.20 WIB Rabu (13/3) terjadi dua kali ledakan bom berturut-turut disekitar Jalan KH Ahmad Dahlan, Gang Sekuntum, Kelurahan Pancuran Bambu, Kecamatan Sibolga Sambas, Sibolga, Sumatera Utara.Akibat ledakan bom cukup dahsyat dari rumah terduga terorisme di Sibolga, Husain alias Abu Hamzah tersebut, warga sekitar berhamburan menyelamatkan diri.Seperti diberitakan Antara, dari ledakan tersebut tampak kebulan asap tebal terlihat di sekitar atas rumah terduga teroris. Diduga kuat, istri terduga teroris melemparkan bom itu ke arah rumah warga dari atas rumahnya.Petugas pun langsung bergerak untuk melakukan pengecekan ke lokasi ledakan bom. Sementara warga langsung dipukul mundur agar jangan mendekat ke lokasi.

Kuatnya ledakan bom itu membuat beberapa orang warga sekitar terjatuh dan dimasukkan ke ambulans dan langsung dilarikan.3 Orang Ditangkap di Sibolga
Kapolri Jenderal Polisi Tito Karnavian memberikan keterangan kepada awak media terkait penggerebekan rumah terduga teroris di Sibolga. Dia menyatakan tiga orang ditangkap dalam operasi itu, namun negosiasi masih berlangsung dengan istri terduga teroris yang bertahan di rumah yang dipasangi bom.

Tito menyatakan, operasi Densus 88 Mabes Polri di Sibolga merupakan pengembangan dari penangkapan seorang tersangka kasus terorisme di Lampung."Di Lampung dua hari lalu ditangkap seorang laki-laki ditemukan bom pada dirinya, di rumahnya," jelas Tito di Medan, Selasa (12/3) malam.

Dari interogasi yang dilakukan, tersangka mengaku memiliki kawan di Sibolga. Informasi ini ditindaklanjuti tim Densus 88. Mereka berangkat ke Sibolga untuk penangkapan."Kemudian yang bersangkutan berhasil ditangkap, namun di rumahnya sudah dipasang bom. Satu di antaranya meledak dan ada satu petugas yang terluka, tapi tidak membahayakan," sambung Tito.
Setelah target ditangkap, lanjut Tito, dia mengaku ada dua lagi temannya di Sibolga. Penangkapan pun dilakukan sehingga petugas sudah menangkap tiga orang di kota itu.

Namun, operasi tidak selesai sampai di sana. Istri terduga teroris yang ditangkap di Sibolga tidak mau keluar dari rumah. Dia bertahan di dalam bersama tiga anaknya."Ketika anggota mau masuk ke rumahnya diberi tahu oleh suaminya bahwa di rumah itu ada bom. Anggota saat ini masih melakukan negosiasi. Agar istrinya yang cukup radikal dan keras untuk keluar dan berdialog bersama anak anak nya. Sekarang proses sedang dilakukan proses negosiasi," jelas mantan Kapolda Metro Jaya itu.

Dia berharap istri terduga teroris itu bersama anak-anaknya bisa keluar dari dalam rumah dalam keadaan baik-baik. Begitupun, polisi tetap siap dengan segala langkah mengantisipasi kemungkinan dan risiko, karena menurut keterangan terduga teroris yang sudah ditangkap, istrinya cukup keras.Tito menjelaskan kelompok yang diringkus ini berafiliasi kepada pendukung ISIS. Mereka dinilai telah terpapar pahamnya."Kelompok ini sudah dijejaki tim Densus, makanya penangkapan duluan di Lampung dan kemudian di Sibolga. Dari peta kita, memang cuma tiga orang di Sibolga dari (kelompok) Lampung ini," sambungnya.

Orang nomor satu di tubuh Polri memastikan, kejadian di Sibolga ini tidak ada hubungannya dengan pemilu."Tidak ada hubungannya dengan pesta demokrasi yang akan datang. Memang bagi mereka pemilu nggak ada, pemilu tidak sesuai dengan ideologi mereka. Ini tugas kita bekerja menangani dan juga menetralisir pemikiran mereka yang keras dan radikal," tutup Tito.
Seperti diberitakan, Densus 88 Antiteror menggerebek rumah di Jalan Cendrawasih Gang Serumpun, Kelurahan Pancuran bambu, Kecamatan Sibolga Sambas, Kota Sibolga, Selasa (12/3) sekitar pukul 14.30 Wib. Sempat terdengar ledakan dalam penangkapan itu.

Polisi Pastikan Istri dan Anak Abu Hamzah Tewas

Polisi Pastikan Istri dan Anak Abu Hamzah Tewas
Polri memastikan jasad yang ditemukan setelah ledakan di rumah terduga teroris Husain alias Abu Hamzah di Sibolga, Sumatera Utara, merupakan jenazah istri dan anaknya yang berusia dua tahun.Hal ini dibenarkan oleh Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigjen Dedi Prasetyo. Kepastian ini didapatkan setelah proses evakuasi berlangsung."Dari lapangan dan evakuasi ibu dan anak dapat dipastikan yang berada di kamar saat meledakkan diri ibu dan seorang anak kecil berusia 2 tahun lebih," kata Dedi saat dikonfirmasi, Rabu (13/3).

Saat ini, kata Dedi, tim masih melakukan olah tempat kejadian perkara untuk melanjutkan proses evakuasi. Polisi juga masih berhati-hati lantaran masih menduga ada sisa bom di dalam rumah tersebut."Saat ini tim berhati-hati untuk olah TKP dan evakuasi tubuh-tubuhnya," lanjut dia.
Ledakan terjadi dua kali pada Selasa (12/3) dan Rabu (13/3) dini hari. Sebelumnya, Polri telah melakukan upaya menangani ledakan sejak Selasa.

Selama 10 jam, polisi sudah mencoba bernegosiasi agar istri dan anak Abu Hamzah menyerahkan diri. Namun istri Abu Hamzah menolak untuk menyerah dan diduga meledakkan diri dengan bom bersama anaknya di rumahnya di Sibolga, Sumatra Utara.Istri terduga teroris itu meledakkan diri sekitar pukul 01.30 WIB di rumahnya di Jalan KH Ahmad Dahlan, Gang Sekuntum, Kelurahan Pancuran Bambu, Kecamatan Sibolga Sambas, Sumatera Utara.

Selain istri dan anaknya yang sudah dipastikan meninggal, Densus 88 juga telah menangkap Abu Hamzah.Kapolri Jendral Pol Tito Karnavian mengatakan istri dari pelaku terduga teroris tersebut dinilai radikal dan keras. "Istrinya cukup radikal dan keras?" ucap Tito kepada wartawan di Medan,

Saat Tuak dan Pondoh Bikin Kaya Kuliner Nusantara

Saat Tuak dan Pondoh Bikin Kaya Kuliner Nusantara
Tempe, tape, oncom hingga buah salak menjadi bahan-bahan yang sering difermentasi untuk mendapatkan produk baru olahan makanan dan minuman tertentu. Proses itu dinilai memperkaya kuliner Nusantara."Banyak banget (bahan yang bisa difermentasi), mungkin yang bisa mengalahkan Indonesia dari segi fermentasi ya cuma China, karena teknologi fermentasi banyak datang dari China," kata pengamat kuliner Indonesia yang juga merupakan seorang chef, Ragil Imam Wibowo saat berbincang dengan CNNIndonesia.com.

Selain Negeri Tirai Bambu, fermentasi Indonesia juga terpengaruh dari India, Portugis dan bangsa Eropa lainnya yang pernah singgah ke Indonesia. Fermentasi di Indonesia sebenarnya sudah mulai sejak zaman sebelum mengenal api, di antaranya untuk mengawetkan makanan."Kalau lihat sejarahnya, fermentasi itu lebih untuk mengawetkan sesuatu supaya kalau misalnya tidak lagi musimnya, mereka bisa mendapatkan makanan yang sama walaupun rasa yang berbeda," ucap Ragil..

Fermentasi jadi pilihan lantaran di masa lalu tak ada lemari pendingin yang kini digunakan untuk mengawetkan makanan.Penggunaan minuman fermentasi yang menghasilkan alkohol di Indonesia juga berbeda dibandingkan negara lain. Jika minuman fermentasi di negara lain bertujuan untuk menghangatkan tubuh, Ragil mengatakan minuman lokal itu dikonsumsi untuk meningkatkan stamina dan keberanian."Orang zaman dahulu melihat efek alkohol membuat lebih berani dan lebih kuat staminanya. Itu pun cuma satu sloki setiap minum dan maksimal dua sloki," tutur pemilik Nusa Gastronomy ini.

Salak pondoh sendiri misalnya, dibikin menjadi minuman khas di Yogyakarta.
Chef Ragil yang sudah berkeliling Indonesia mencari dan mendokumentasikan resep makanan lokal itu, banyak menemukan makanan fermentasi dengan rasa yang unik. Ragam makanan ini tercipta karena semua jenis makanan pada dasarnya dapat difermentasi.Salah satu hidangan dengan spesifikasi rasa yang sangat kuat, adalah Pliek Ue. Kuliner yang berasal dari Aceh ini merupakan kelapa parut yang difermentasi hingga sepuluh hari.

Ia dihidangkan bersama sayuran dan juga sambal. Ada pula tempoyak dari durian fermentasi di Palembang dan sambal padi dari Padang."Ini rasanya kalo enggak terbiasa pasti kaget, kok rasanya begini sih, kok kelapa basi dipakai sih. Sama kayak tempoyak kok duren basi dipakai sih, sebenarnya bukan itu. Yang dicari adalah rasa duren yang ada asamnya untuk sayur dan sambal," kata Ragil.
Berbeda dengan makanan, minuman fermentasi lebih sedikit di Nusantara dan banyak berkembang di Indonesia bagian Timur. Umumnya minuman fermentasi ini berasal dari bermacam jenis pohon palem.

Menurutnya, paling banyak menggunakan nira, lontar, enau, dan bunga kelapa. Selain itu, semakin tinggi kandungan gula semakin tinggi pula alkohol yang dapat dihasilkan.
Wilayah Sumatera dan Jawa cenderung mengenal minuman fermentasi dari aren yang disebut dengan tuak. Sementara, wilayah timur mulai dari Bali mengenal arak yang memiliki kandungan alkohol lebih tinggi."Yang ketahuan itu sekitar tujuh sampai delapan minuman dan ini banyaknya lebih ke Indonesia Timur," ucap Ragil.

Meski tak banyak jenis, minuman fermentasi Indonesia ini kaya akan rasa. Rasa di tiap daerah akan berbeda dengan daerah lainnya dan memiliki kekhasan masing-masing.Perbedaan itu muncul karena perbedaan lama proses mendiamkan saat fermentasi serta tanah asal pohon nira yang digunakan. Di Indonesia timur, kadar alkohol lebih tinggi karena sudah melewati campur tangan manusia seperti proses distilasi atau penyulingan.

Di Lombok, tuak dicampur dengan akar pohon yang membuatnya berwarna merah muda. Di Flores, dikenal minuman fermentasi sopi, tuak menggunakan bunga dari pohon enau dan dicampur dengan akar pohon.
Ada pula moke dengan kadar alkohol yang juga sangat tinggi, dapat mencapai 70-85 persen.

Meski Indonesia kaya akan minuman dan makanan fermentasi, chef itu menyayangkan belum ada literatur, penelitian, dan data yang mencatat kuliner fermentasi Indonesia."Belum ada yang benar-benar riset menjelaskan fermentasi Indonesia itu apa saja karena luas sekali," katanya.

Sekalipun demikian, minuman fermentasi Indonesia ini dianggap punya potensi untuk mendunia alias go international. Cita rasanya yang khas dan berbahan kearifan lokal yang difermentasi, dianggap menjadi salah satu bagian dari kekayaan kuliner Indonesia. "Pondoh itu rasanya agak mirip wine, tapi tingkat alkoholnya tidak terlalu tinggi dan rasanya sedikit lebih pahit. Mungkin karena prosesnya tidak terlalu panjang (lama)," kata Zulham Effendi, "Jenis minuman fermentasi Indonesia ini bisa terkenal dan go international tergantung racikannya. Kalau diproduksi dan dikelola dengan baik, ada keterlibatan dukungan pemerintah, maka bisa terkenal juga."

Diberdayakan oleh Blogger.