Selasa, 26 Februari 2019

Saksi Kasus Ujaran Idiot Ahmad Dhani: Saya Merasa Terhina

Saksi Kasus Ujaran Idiot Ahmad Dhani: Saya Merasa Terhina
Sidang keempat terdakwa kasus pencemaran nama baik lewat ujaran 'idiot' Ahmad Dhani Prasetyo, digelar di Ruang Cakra Pengadilan Negeri (PN) Surabaya, Selasa, (26/2).Dalam sidang kali ini, hakim mendengarkan keterangan saksi. Jaksa penuntut umum (JPU) menghadirkan empat orang saksi, yakni Edi Firmanto, Eko Pujianto, David (Kapolsek Tegalsari), dan Siti Rafika. Saksi pertama yang dimintai keterangan yakni Edi Firmanto, koordinator Koalisi Elemen Bela NKRI, kelompok massa yang melakukan unjuk rasa kepada Dhani di depan Hotel Majapahit, Jalan Tunjungan Surabaya, Agustus 2018. Dalam kesaksiannya, Edi merasa terhina dengan ucapan idiot yang diucapkan Ahmad Dhani dan tersebar melalui video. "Saya koordinator lapangan, Koalisi Elemen Bela NKRI, saat itu massa 500 sampai 1000 orang berada di Hotel Majapahit," kata Edi, saat memberi kesaksian.

Edi mengatakan, ketika itu, hanya ingin mendesak Dhani untuk tak hadir dalam deklarasi #2019GantiPresiden. Ia juga meminta musikus Dewa itu meninggalkan Hotel Majapahit, dan Kota Surabaya lalu kembali ke Jakarta. Lantaran menurutnya jika Dhani tak pergi, gesekan massa akan makin menguat.

Namun tak berselang lama, kata Edi, ketika massa sudah mulai hendak membubarkan diri, tiba-tiba vlog Dhani yang bermuatan kata idiot, tersebar hingga sampai ke telepon genggamnya. "Saya merasa dihina dan dilecehkan, saya bersama kawan-kawan yang di luar sana, terhina sekali, karena saya tidak idiot , saya bisa melihat, IQ saya juga enggak jongkok-jongkok banget, bisa dicek," kata dia.Sidang Ahmad Dhani ini sempat tertunda hingga lebih dari dua jam lamanya. JPU Hari Basuki mengatakan pihaknya masih menunggu kesiapan saksi. "Masih menunggu kesiapan saksi," kata Hari, saat dikonfirmasi.

Dhani tiba di PN Surabaya, sejak pukul 10.20 WIB, mengenakan kemeja putih dan peci hitam, politisi Partai Gerindra itu juga mengacungkan buku Indonesia Menang karya Prabowo Subianto. Dalam perkara pencemaran nama baik lewat ujaran 'idiot' ini Dhani didakwa dengan Pasal 45 Ayat 3 juncto Pasal 27 Ayat (3) UU RI Nomor 19 Tahun 2016 tentang perubahan atas UU Nomor 11 Tahun 2008 tentang UU ITE. Kasus ini bermula ketika Dhani membuat vlog yang bermuatan ucapan 'idiot' saat ia berencana menghadiri deklarasi #2019GantiPresiden di Surabaya, 26 Agustus 2018 silam.Dhani kemudian dilaporkan oleh aktivis Koalisi Bela NKRI ke Kepolisian Daerah Jawa Timur (Polda Jatim). Pelapor merupakan salah satu elemen yang berdemo menolak deklarasi #2019GantiPresiden.

Kuliner Khas Vietnam yang Patut Dicicipi Trump-Kim Jong Un

Kuliner Khas Vietnam yang Patut Dicicipi Trump-Kim Jong Un
Hanoi, Vietnam bakal jadi saksi pertemuan antara dua pimpinan negara Donald Trump dan Kim Jong Un. Jauh sebelum kunjungan Trump, mantan Presiden AS Barack Obama pernah menyambangi Hanoi bersama mendiang Anthony Bourdain pada 2016. Selain pho alias mi dari tepung beras yang sudah mendunia, ada beberapa kuliner khas Vietnam yang patut dicicipi baik Trump maupun Kim. Ada lima hidangan yang tak boleh terlewat saat berkunjung ke Hanoi.

Cha Ca
Hidangan ini adalah ikan yang digoreng dengan bumbu kunyit dan adas sowa (dill). Orang Hanoi menganggap Cha Ca begitu istimewa. Saking istimewanya, mereka mengambil Cha Ca sebagai nama jalan. Sesuai dengan namanya, Jalan Cha Ca berisi para pedagang Cha Ca yang bersaing untuk menjual Cha Ca terbaik. Namun yang paling populer ialah Ca La Vong, slaah satu restoran tertua di Hanoi sekaligus toko pertama yang buka di Jalan Cha Ca.

Melansir dari CNN, ikan goreng ini sudah ada sejak lebih dari 130 tahun lalu. Sajian pertama kali ditemukan oleh keluarga Doan yang menyajikannya sebagai makanan khusus untuk kolonial Perancis.
Banh Tom
Sekilas, Bahn Tom mirip dengan bakwan udang. Hanya saja, Bahn Tom bahannya agak berbeda yakni, lobster air tawar atau udang dari Danau Barat, tepung dan ubi.

Pengolahannya pun berbeda. Udang atau lobster tidak dicincang dan dicampur dengan adonan tepung tetapi diletakkan utuh begitu saja. Setelah digoreng, kudapan ini biasanya disajikan bersama daun selada air sebagai pembungkus plus cabai, perasan jeruk nipis dan saus ikan untuk celupan.
Bahn Tom mulai populer pada 1930 saat para pedagang kaki lima berkumpul di sepanjang Jalan Thanh Nien, jalan yang memisahkan Danau Barat (Tay Ho) dan Danau Truc Bach.

Bun Ca

Selain pho, Bun Ca juga bisa dijadikan pilihan hidangan berkuah. Dalam kuah ada kombinasi ikan giling goreng, adas kowa (dill), tomat, bawang bombai hijau dan perilla (seperti daun mint). Saat jam makan siang, orang bisa menemukan sup ikan ini di manapun. Mark Lowerson, pendiri Hanoi Street Tours menyebut Van adalah tempat yang tepat untuk mencari Bun Ca. Untuk menikmati Bun Ca, ia pun memberikan sedikit tips. "Tambahkan sedikit perasan jeruk nipis, cuka, cabai dan rempah untuk mendapatkan keseimbangan rasa asin, asam, manis dan pedas." 

Bun Rieu Cua

Bun Rieu Cua adalah sup bihun daging atau seafood dengan kuah merah tua yang khas. Kaldu terbuat dari pasta tomat dan minyak annatto yang terbuat dari biji pohon kesumba keling (achiote). Duo topping favorit sup berupa kepiting air tawar dan tomat rebus. Pasta asam memberikan rasa asam pada kaldu ditambah dengan potongan tahu goreng yang renyah. Bun Rieu Cua enak terdapat di warung roti tepi jalan di jalan Tho Xuong Alley, dekat Katedral St. Joseph.

Ca Phe Trung

Untuk minumannya, coba cicipi kopi telur alias Ca Phe Trung. Ini minuman kopi Vietnam dengan campuran telur yang memberikan sensasi lembut, creamy seperti busa. Cafe Giang mengklaim diri sebagai penemu minuman ini. Ada dua jenis kopi telur yang disajikan, versi panas dan dingin. Versi dinginnya nyaris seperti hidangan penutup dan dinikmati sedikit demi sedikit dengan sendok. Sedangkan versi panas hadir dalam wadah air panas untuk menjaga temperaturnya. Bagian dasar gelas menyimpan rasa kopi yang kuat dan lapisan atas berupa telur yang menyerupai busa

Pengamat LIPI Sarankan Jokowi Minta Maaf soal Data Keliru

Pengamat LIPI Sarankan Jokowi Minta Maaf soal Data Keliru
Peneliti Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Siti Zuhro menyatakan kekeliruan dalam pemaparan data saat debat capres-cawapres merupakan kesalahan fatal. Atas dasar itu dia mengimbau pasangan calon ke depannya segera meminta maaf bila telah menyadari menyampaikan data yang keliru.Pernyataan Siti itu merujuk pada sejumlah kesalahan data yang disampaikan Jokowi saat debat capres kedua di Hotel Sultan, 17 Februari lalu."Seharusnya segera setelah perdebatan terjadi itu Pak Jokowi menyatakan minta maaf. Minta maaf bahwa apa yang disampaikan itu keliru. Itu yang tidak dilakukan," ujar Siti, Selasa (26/2), dalam diskusi bertajuk Rezim Jokowi Menebar Hoax dan Kebohongan di Seknas Prabowo-Sandi, Jakarta,

Calon presiden Jokowi pada debat kedua menyampaikan sejumlah data yang kemudian dia koreksi. Salah satunya adalah data soal konflik agraria dan kebakaran hutan.Soal konflik agraria, Jokowi saat debat mengklaim hampir tak ada lagi konflik agraria dalam kuru 4,5 tahun terakhir. Padahal data dari Konsorsium Pembaruan Agraria (KPA) menyebut pada 2018 saja tercatat 807,17 ribu hektare lahan di Indonesia mengalami konflik.Lalu, soal kebakaran hutan Jokowi saat debat menyatakan tidak terjadi lagi kebakaran hutan dan lahan gambut selama tiga tahun. Padahal, faktanya, kebakaran hutan dan lahan masih terjadi bahkan sampai hari ini.

Jokowi sebenarnya meluruskan klaim data-datanya beberapa hari setelah debat. Di sisi lain, Siti menuturkan kekeliruan data termasuk kesalahan fatal karena debat berfungsi sebagai ajang memberikan edukasi kepada masyarakat. Untuk menghindari kekeliruan serupa, Siti mengimbau pasangan capres-cawapres untuk memberi tahu publik bahwa data yang disampaikan adalah data perkiraan."Kita harapkan kalau tidak tahu calon itu lebih baik mengatakan mobon maaf. Mohon maaf untuk jumlah angka kira-kira segini sehingga tidak salah," ujar Siti.

Lebih lanjut, Siti memaklumi apabila pasangan calon menyampaikan argumen yang tidak lengkap pada saat debat capres-cawapres. Pasalnya, waktu untuk menjawab pertanyaan sangatlah singkat, paling lama dua menit."Ketika harus dua menit jawab pertanyaan apalagi dengan data, jadi bisa dipahami apa yang disampaikan capres tidak utuh. Argumen tidak utuh. Karena dalam dua menit tidak cukup," kata Siti.

Selain itu, ia berharap pada debat putaran ketiga mendatang dapat menggali substansi masalah dan tema yang didebatkan. "Kami usulkan agar kontestasi melalui debat ketiga jauh mencerahkan, edukatif, jauh dari kemungkinan subordinasi apalagi urusan privat," ujarnya.Debat ketiga hanya mempertemukan cawapres Ma'ruf Amin dan Sandiaga Uno. Debat ini digelar 17 Maret 2018 mengangkat tema pendidikan, kesehatan, ketenagakerjaan, sosial dan budaya.

Lahan Gambut Dekat Perkampungan Suku Adat Sakai Terbakar

Lahan Gambut Dekat Perkampungan Suku Adat Sakai Terbakar
Kebakaran lahan gambut terjadi di dekat perkampungan masyarakat adat Sakai, Kecamatan Pinggir, Kabupaten Bengkalis, Riau.Seperti dikutip dari Antara, lokasi lahan gambut yang terbakar berupa vegetasi semak belukar sehingga api cepat menyebar.Lokasi kebakaran berjarak sekitar satu kilometer dari permukiman Suku Sakai, yang merupakan komunitas adat asli Riau itu. Kawasan permukiman Suku Sakai di daerah Sungai Samsam itu umumnya rumah-rumah dibangun dari kayu.
Sejauh ini disebutkan belum ada upaya pemadaman kebakaran lahan gambut di lokasi tersebut.

Secara keseluruhan, Pemprov Riau telah menetapkan status siaga darurat kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) sejak 19 Februari hingga delapan bulan ke depan.Hal itu ditetapkan kaerna kebakaran lahan gambut terus membara, terutama di daerah pesisir.Data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Riau menyatakan, Karhutla terjadi sejak Januari hingga Februari 2019 luasnya sudah mencapai 1.136 hektare. Lokasi kebakaran paling luas berada di Kabupaten Bengkalis.BMKG Stasiun Pekanbaru menyatakan citra satelit Terra Aqua pada Selasa pagi, pukul 06.00 WIB menunjukan ada 23 titik panas, yang menjadi indikasi awal Karhutla di Riau.

Titik panas tersebar di Bengkalis ada lima titik, Indragiri Hilir (dua), Pelalawan (delapan), Siak (tujuh) dan Dumai (satu).
Titik panas dengan tingkat keakuratan di atas 70 persen, atau benar-benar titik api kebakaran ada 14 titik. Lokasinya di Bengkalis tiga titik, Pelalawan (tujuh), dan Siak (empat).Sementara itu akibat karhutla yang terjadi masif dalam dua bulan terakhir, ribuan warga di di pesisir Riau dilaporkan mengalami sakit akibat polusi.Kepala Dinas Kesehatan Riau Mimi Nazir di Pekanbaru mengatakan warga yang paling banyak sakit berada di Kota Dumai.

Paling banyak menderita Infeksi Saluran Pernafasan Atas (ISPA) 2.199 orang, pneumonia ada tujuh orang, asma 52 orang, iritasi mata 58 orang, dan iritasi kulit 28 orang.Kemudian di Kabupaten Bengkalis ada warga terkena ISPA 247 orang, asma (15), pneumonia (4), iritasi mata (24), dan iritasi kulit (13). Warga yang menjadi korban asap di Kabupaten Rohil sebanyak 42 orang terkena ISPA, asma (4), mata (8), dan iritasi kulit (16).Tim krisis kesehatan dari Dinas Kesehatan Provinsi Riau menuju Pulau Rupat, Kabupaten Bengkalis, membawa bantuan untuk warga yang terpapar asap kebakaran hutan dan lahan (Karhutla).

Gubernur Riau Syamsuar menyatakan segera mengirim bantuan masker dan obat-obatan ke Pulau Rupat, Bengkalis yang hingga kini diselimuti kabut asap tebal akibat kebakaran hutan dan lahan (Karhutla)."Kita segera kirim bantuan kesehatan dan masker. Saya sudah minta Pak Sekda untuk segera siapkan dan kirim ke sana," kata Syamsuar kepada Antara di Pekanbaru, Senin (25/2).

Ia menuturkan saat ini Pemerintah Provinsi Riau dan Pemerintah Pusat terus fokus menangani Karhutla yang terjadi di Pulau Rupat, Kabupaten Bengkalis.Ratusan personel gabungan dari TNI, Polri, Manggala Agni, hingga Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) serta masyarakat setempat berjibaku melakukan pemadaman.Selain upaya pemadaman karhutla di Riau, dia juga memastikan bantuan kesehatan segera dikirim ke Pulau terluat di Pesisir Riau tersebut.

Senin, 25 Februari 2019

Warung Lubang, Cara Unik Makan Murah

Warung Lubang, Cara Unik Makan Murah
Siang itu, kawasan SCBD, Jakarta Selatan, terlihat cukup ramai. Apalagi saat itu sudah pukul 12.00 WIB, saatnya makan siang. Saya pun sibuk mencari tempat makan yang murah meriah. Maklum, di salah satu kawasan perkantoran elit Jakarta itu, cukup sulit untuk mencari tempat makan siang yang murah meriah.

Namun, sebuah pemandangan menarik terlihat di dekat parkiran motor. Mereka berteriak memesan makanan lewat tembok besar. "Soto sama es teh satu mbak," ujar salah satu orang yang memesan melalui lubang tembok tersebut.Bukan hanya satu, tapi beberapa orang bergerombol di depan tembok untuk mengantre memesan makanan. Ternyata mereka tak bicara dengan tembok. Di sela tembok ada sebuah lubang kecil, tempat transaksi makanan terjadi.

Bukan cuma memesan makanan, tapi lubang ini adalah tempat terjadinya pertukaran makanan dan juga transaksi pembayaran antara penjual dan pembeli. Damiah, sang pemilik warung mengatakan kalau sudah dua tahun dia berjualan makanan lewat lubang tersebut. Lubang ini dibuatnya dengan tujuan memudahkan pelanggan untuk membeli makanan di warungnya.
"Dengan adanya lubang itu jadi lebih simple, ga perlu jalan jauh. Makanannya juga murah dibandingkan saya harus beli makanan di dalam gedung"

Menu makanan yang disediakan cukup murah. Seporsi makanan pun saya pesan lewat lubang tersebut. Sepiring nasi, ayam suwir, orek tempe, tahu dan es teh dihargai Rp 18 ribu.Bukan hanya Damiah yang memanfaatkan lubang untuk berjualan makanan. Lubang tembok tersebut ada dua. Pertama berbentuk persegi panjang di pojok parkiran motor, di sana khusus penjual kopi. Lubang kedua -milik Damiah- dan yang kedua di tengah parkiran motor ada lubang kotak yang berbentuk sekitar 30x30 cm menyediakan makanan seperti soto, tongseng, aneka minuman dan menu warteg.

Warung lubang lainnya

Selain warung lubang milik Damiah yang viral beberapa waktu lalu. Warung lubang juga terlihat di kawasan lainnya, tepatnya di kawasan Kemang. Tepat di parkiran belakang terdapat lubang kecil di tembok sekitar 30x30 cm dan lubang besar kurang lebih satu meter. Alasan adanya lobang tersebut juga sama. Karena menu makanan yang ditawarkan jauh lebih murah dibandingkan dengan membeli makanan di mal tersebut.

Menu yang ditawarkan hampir sama, seperti nasi rames, mie ayam, gorengan, dan minuman. Pelanggannya sendiri adalah karyawan yang bekerja di Lippo Mall dan orang-orang yang lewat di sekitar sana.  Tindakan melubangi tembok yang dilakukan penjual tentunya illegal karena tidak mendapatkan izin dari pihak  Lippo Mall Kemang ataupun  dari pihak Grand Lucky.Di Grand Lucky sendiri biasanya para pembeli memakan makanannya di sekitaran lobang tersebut. Namun dikarnakan ada teguran dari pihak Grand Lucky para penjual akhirnya hanya melayani pembeli yang memesan melalui lubang dengan membungkus makanan.

Sementara pembeli yang ingin memakan langsung di tempat, akhirnya disediakan akses jalan pintas dan diarahkan ke pintu  yang khusus di buat oleh pihak Grand Lucky.Sedangkan di kawasan Lippo Mall masih belum ada solusi dan transaksi seperti itu masih terus dilakukan."Saya maunya ini tidak akan jadi masalah dan lubang tersebut tidak ditutup. Jika iya harapan saya supaya pihak Lippo Mall dan penjual melakukan diskusi, warung tidak tutup dan karyawan pun bisa makan murah" ujar salah satu pembeli.

Diberdayakan oleh Blogger.