Kamis, 25 Agustus 2016

Ahli : Hakim Bisa Ambil Keputusan Sidang Jessica Tanpa Bukti Langsung Sebab ...


BERITA  KOCIK | Jakarta - Majelis Hakim Pengadilan Negeri Jakarta Pusat kembali melanjutkan persidangan dalam kasus dugaan pembunuhan Wayan Mirna Salihin. Kali ini, hakim mendengarkan keterangan saksi ahli hukum pidana dari Universitas Gajah Mada (UGM),  Edward Omar Sharif Hiariej atau dikenal dengan panggilan Eddy Hiariej.

Dalam kesaksiannya, Eddy mengatakan bahwa pembuktian hukum dalam perkara pidana, bisa saja tidak memerlukan bukti langsung atau direct evidence, atau pengakuan dari tersangkanya sendiri.

"Dalam pidana ada yang disebut dengan direct evidence atau tidak memerlukan bukti langsung," kata Eddy di PN Jakpus, Kamis (25/8/2016).

Menurut dia, bukti tak langsung itu bisa didapatkan dari surat, keterangan saksi, keterangan ahli, keterangan terdakwa. "Ini dari surat, keterangan saksi, keterangan ahli, keterangan terdakwa," ungkap Eddy.

Karena itu, lanjut dia, majelis hakim bisa memutuskan dengan bukti-bukti tersebut. "Dengan mendengar keterangan di dalam persidangan, maka hakim dapat memutuskan perkara tanpa adanya direct evidence," pungkas Eddy.

Perlu diketahui, selama persidangan berlangsung, belum ada satu pun saksi yang melihat Jessica memasukkan sianida ke dalam es kopi Vietnam, yang diminum Mirna.

Selasa, 23 Agustus 2016

Nasib Norman Kamaru Kini Sangat Apes , Semua Kariernya Telah Hilang Seketika !!! Inilah Akibatnya ...


BERITA KOCIK | Berita Terkini - Akibat iming-iming ketenaran dan nama besar sebagai artis, Norman Kamaru pernah rela meninggalkan pekerjaan sebagai polisi. Kala itu, Norman dipecat akibat sering bolos syuting di Jakarta.

Sialnya, nama Norman si Goyang Caiya Caiya tak laku di pasaran. Karier menyanyinya pun kandas di tengah jalan. Rasa trauma itu pun masih membekas di hati Norman. Selepas meninggalkan dunia keartisan, mantan polisi Gorontalo ini memilih untuk berjualan bubur daripada kembali meniti karier di dunia hiburan.

Kabar menyebut kalau usaha bubur ayam yang dirintasnya mengalami kebangkrutan dan Norman memilih pulang ke kampung halaman. 

Senin, 22 Agustus 2016

2 Bocah Lajang Nekat Begal Anggota Polisi ! Ini akibatnya !


BERITA KOCIK | Berita Terkini - Medan , Dua orang pemuda tanggung pelaku begal, ditangkap oleh petugas Polisi Sektor Medan Kota. Ke dua dua pelaku yang masih berusia belasan tahun ini diamankan karena membegal anggota polisi.

Kapolsek Medan Kota, AKP Martuasah Tobing mengatakan kedua pelaku yang diamankan yakni
Ahmad Fauzi Habibi (19) dan Andika Prawira Eka Sinurat (19). Sedangkan dua orang kawannnya saat ini sedang diburu.

Martuasah mengatakan, ke empat pelaku yang merupakan kawanan begal yang telah berulangkali melakukan pembegalan tengah mencari mangsa pada pagi hari.Saat tiba di Jalan Brigjend Katamso tepatnya di Simp Baris, anggota Polisi Republik Indonesia bernama Freddy Marpaung ( 27) tengah melintas. Pria yang saat itu mengendarai sepeda motor Vixion Hitam berplat BK 6459 DK tiba-tiba dipepet para pelaku.

"Saat tepat berada di samping korban, para pelaku langsung menodongkan senhata tajam dan mengambil paksa sepeda motor korban lalu para pelaku melarikan diri," katanya, Senin (22/8/2016).
Mendapat laporan adanya peristiwa pembegalan yang menimpa anggota Polri, anggota Polsek Medan Kota bergerak cepat. Anggota Opsnal Polsek Medan Kota yang sedang standby di Simpang Juanda langsung melakukan pengejaran ke arah Jalan Denai dan berhasil menciduk pelaku saat melintas di Jalan Pos.

"Dua orang pelaku berhasil ditangkap sedangkan dua pelaku yang lain berhasil melarikan diri. Saat ini masih dilakukan pengejaran," katanya.

Seorang Kakek Terjun Bebas Dari Mall Centre Point, Pengunjung Terkejut !


BERITA KOCIK | Berita Terkini - Medan ,  Pengunjung Centre Point dikagetkan dengan adanya orang yang bunuh diri. Belum diketahui penyebab pastinya kenapa orang tersebut bisa terjun bebas yang dikabarkan melompat dari lantai 3 gedung Centre Point.


Alhasil, semua pengunjung Centre Point memadati tempat jatuhnya orang tersebut. Sekarang mayat orang yang diduga lompat dari lantai 3 sudah ditutupi dengan terpal. Sampai saat ini, www.tribun-medan.com, Senin (22/8/2016) masih mencari terkait adanya korban yang diduga bunuh diri di Centre Point ini.

Minggu, 21 Agustus 2016

Perampok Sadis Yang Memutilasi Korban Di Kaltim Di Bekuk Polisi !


BERITA KOCIK | Berita Terkini - Samarinda ,- Polisi membekuk 4 orang anggota komplotan perampok sadis di wilayah Kalimatan Timur. Para pelaku tak segan-segan membunuh bahkan memutilasi korbannya.

Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Kaltim Kombes Winston Tommy Watuliu mengatakan, kasus ini bermula saat Kapolsek Tulungkali mendapat laporan adanya perampokan sekaligus mutilasi di wilayah hukumnya pada 17 Januari 2016 lalu.

Polisi yang mendatangi tampak kejadian perkara (TKP) menemukan jenazah tanpa kepala. Bagian tubuh korban berinisial DA ditemukan sekitar 5 km dari TKP awal.

"Kita masih inventaris kira-kira apa yang diambil. Tapi yang jelas, ada kemungkinan yang berhubungan dengan logistik," kata Tommy kepada beritakocik.blogspot.com.

Tim gabungan dari Polsek, Polres dan Polda yang juga memaksimalkan fungsi Bhabinkamtibmas kemudian berhasil membekuk empat pelaku. Mereka adalah SA (35), AD (33), RB (33), dan SB (33).

"Pada saat dilakukan upaya penangkapan, para pelaku melakukan perlawanan. Sehingga terjadi clash. Dan polisi bisa mengendalikan situasi walaupun dua pelaku tewas dalam perjalanan ke rumah sakit. Karena kita tak mau ambil risiko dengan kesadisan mereka itu," paparnya.

Dua pelaku yang tewas adalah SA dan AD. SB masih dirawat di rumah sakit. Sedangkan SB diperiksa secara intensif oleh kepolisian.

Selain itu, berbagai barang bukti seperti dua pucuk senjata api, dua buah mandau, dan empat bilah parang juga berhasil diamankan dari tangan pelaku.

"Informasi yang kita dapat, dua pelaku yang tewas main curanmor juga, perampokan dan pencurian juga," ujarnya.

Tommy menegaskan, kepolisian masih mendalami dan mengembangkan kasus ini dari dua pelaku yang masih hidup. Termasuk untuk menelusuri jaringan pelaku.

"Ini kita akan dalami ke masyarakat sekitar TKP. Nah uniknya ini, para pelaku berdiam diri di hutan wilayah Wongkali itu," sebutnya.

Selain itu, lanjutnya, masyarakat diimbau untuk tak segan melapor atau memberikan informasi ke polisi jika melihat atau mendengar hal yang berpotensi pada terjadinya tindak kejahatan. 

Diberdayakan oleh Blogger.