Senin, 27 Februari 2017

Aksi Polwan Cantik Di Tengah Aksi Teror Bom Bandung


Berita Terbaru - Setiap aksi penumpasan terorisme kerap membawa cerita. Setelah polisi ganteng di tragedi bom Thamrin, Jakarta, kini giliran polwan cantik di tengah penumpasan teroris bom Bandung.

Adalah Brigadir Dua Ismi Aisyah, polwan yang mendadak menjadi viral di media sosial. Sosok lajang 24 tahun itu mendadak sontak menjadi buah bibir masyarakat. Bagaimana tidak, di tengah polisi-polisi bersenjata laras panjang dan baju antipeluru, Ismi terlihat menggantungkan kamera SLR di lehernya.

"Saya enggak bawa senjata, senjata saya cuma kamera," kata Ismi memulai perbincangan dengan Liputan6.com, Senin (27/2/2017).

Menjadi polisi adalah cita-cita Ismi sejak kecil. Terlebih dia melihat kakaknya yang terlebih dulu berkarier di korps baju cokelat tersebut. Kakaknya kini bertugas di Kendari, Polda Sulawesi Tenggara.

"Waktu SD kan suka ditanya, mau jadi apa. Saya jawab ya jadi polisi," kata dara asal Kota Udang, Cirebon, itu.

Saat ini Ismi bertugas sebagai Sekretaris Pribadi Kapolda Jabar Irjen Anton Charliyan. Agenda padat Kapolda sudah barang tentu bukan hal mudah untuk ditunaikan. Lelah, itu pasti, tapi sudah menjadi bagian tugasnya untuk mengabdi.


"Itu risiko pekerjaan. Kerjaan mana yang enggak capek. Pengabdian, keikhlasan, dan pengabdian kepada masyarakat menjadi bagian tanggungjawab diri sendiri," kata mahasiswi semester empat Universitas Negeri Indonesia (UPI) ini.

Ngomong-ngomong, sudah berkeluarga?

"Hahaha... saya masih lajang. Kalau foto suapin anak kecil itu keponakan saya," ujar Ismi.


Ledakan terjadi sekitar pukul 08.30 WIB. Bom meledak di Lapangan Pandawa, Cicendo, Bandung. Sesaat setelah ledakan pelaku berlari ke dalam Kantor Kelurahan Arjuna. Dia mengancam pegawai dengan pisau.

Petugas berjibaku menyergap pelaku. Namun, pelaku bom Bandung tersebut dinyatakan tewas setelah baku tembak. Polisi menyita tas ransel, pemicu bom, sangkur, serta pistol.

"Tidak ada korban jiwa dalam ledakan tadi," kata Anton.

Sementara itu, teroris yang diketahui bernama Yayat Cahdiyat alias Abu Salam tewas dalam penyergapan itu.

Sumber : liputan6.com

0 komentar:

Diberdayakan oleh Blogger.